Toko Kopi Tuku: Menikmati Kopi Susu Tetangga dan Donat Kampoeng yang Ramah di Kantong

Maya Safira - detikFood Selasa, 27 Sep 2016 19:10 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Kopi tidak hanya bisa dinikmati di kafe. Tempat ini bisa jadi persinggahan saat ingin membeli segelas kopi susu dan camilan dengan harga terjangkau.

Sebuah toko kopi menawarkan warna baru di Jakarta. Tempatnya tidak dirancang untuk berlama-lama menikmati kopi. Lebih sebagai tujuan membeli kopi dan membawanya pulang bagi masyarakat pemukiman sekitar.

Mengusung nama Tuku, toko kopi ini berarti "beli" dalam Bahasa Jawa. Meski baru satu tahun berdiri, toko kopi Tuku sudah cukup banyak dikenal warga Jakarta. Nampaknya omongan dari mulut ke mulut jadi salah satu faktor pemicunya.

Tuku disebut-sebut punya racikan kopi enak dan ramah di kantong. Cocok juga bagi yang sekedar ingin membeli kopi tanpa berlama-lama. Bisa dikatakan semacam 'grab and go'. Tertarik, kami pun melangkahkan kaki ke wilayah Cipete tempat Tuku berada.

Dilihat dari luar, toko kopi yang tak jauh dari Toodz House itu tampak sepi dan sederhana. Namun ternyata di dalamnya sudah ramai pembeli.

Beberapa pengemudi Go-Jek nampak sedang duduk memenuhi bangku kayu panjang sambil menunggu pesanan datang. Di sana memang tak terlihat adanya meja. Sehingga memang agak sulit minum di tempat, terutama jika sedang ramai.



Menurut Andanu Prasetyo, sang pemilik, fasilitas yang minimalis membuat harga kopi bisa ditekan. Karena ia ingin menghadirkan kopi yang bisa dinikmati sehari-hari oleh warga sekitar tanpa perlu mengeluarkan uang banyak.

Menu Tuku sendiri tertempel di dinding dekat kasir. Ada kategori Kopi Tetangga, Kopi Premium, Kopi Rasa Rasa, dan Selain Kopi. Kopi Tetangga ide awalnya dirancang untuk tetangga sekitar. Harganya dibuat lebih murah dengan penggunaan Arabica seperti Aceh Gayo dan Garut grade biasa. Tuku jadi lebih bermain pada proses roasting. Mengikuti selera masyarakat Indonesia, tetap tersedia pilihan kopi susu dengan gula pada Kopi Tetangga.

Sementara Kopi Premium menggunakan biji kopi lebih terpilih dibanding Kopi Tetangga. Bagi penyuka kopi asli tanpa gula dan mencari rasa asam, bisa mencoba Kopi Premium yang mencakup Espresso, Long Black, Piccolo dan Cold Brew.

Kamipun mencoba Kopi Susu Tetangga (Rp 18.000) yang jadi andalan di sini. Terdapat pilihan panas dan dingin. Untuk Kopi Susu Tetangga, permukaan racikan kopi kecokelatan itu diberi taburan brown sugar. Tampilannya serupa latte dengan busa di permukaan. Isi kopi susunya sendiri tidak terlalu penuh.

Ketika awal disesap, ada sedikit jejak manis brown sugar. Tapi secara keseluruhan rasanya tak terlalu manis ataupun pahit, pas bagi kami. Rasa asam kopi tak terasa di lidah kami. Agak tertutupi pemakaian susu. Namun kami cukup menyukainya.



Es Kopi Susu Tetangga yang harganya sama, lebih kami favoritkan. Rasa manisnya pas dengan sedikit semburat asam kopi. Penggunaan krimer membuat teksturnya creamy kental. Juaranya bagi kami adalah pemakaian sirup gula aren. Memberi aroma dan rasa tradisional.

Jujur saja selama ini kami memang lebih menggemari teh dibanding kopi. Sehingga kami sempat juga mencoba Earl Grey Milk Tea (Rp 25.000) dalam menu Selain Kopi.

Keberadaan menu itu karena bagi pemiliknya citarasa earl grey lebih mendekati latte, ketika sudah bercampur susu. Masih ada karakter pahit teh hitam tapi punya wangi memikat. Bisa jadi "pembuka jalan" bagi yang awalnya tidak suka kopi.



Earl Grey Milk Tea yang berwarna cokelat muda memang aromatik khas earl grey. Rasa creamy teh susu dengan manis tak berlebihan ini juga memanjakan indera perasa kami. Paling tepat diminum saat udara panas.

Tak sempurna menikmati kopi atau teh tanpa camilan. Tuku juga menjual beberapa kudapan yang bisa diambil sendiri oleh konsumen. Bisa dimakan langsung di tempat atau dibawa pulang. Kami sempat mencoba Lumpia (Rp 5.000), Donat Kampoeng (Rp 5.000) dan Banana Bread Chocolate (Rp 10.000).



Lumpia ukurannya tak terlampau besar. Kulitnya garing dengan isian renyah. Kami menduga isi lumpia berupa bengkuang yang dipotong dadu kecil. Sebab tak tercium aroma rebung. Teskturnya juga lebih padat. Baluran sausnya gurih agak manis. Pemakaian daun bawang menambah rasa enaknya.

Untuk donat kampoeng, tekstur dalamnya empuk lembut dan permukaan garing. Sedikit taburan gula berkontribusi memberi rasa legit yang pas.

Sedangkan Banana Bread Chocolate beraroma dominan kayu manis. Teksturnya agak kering, kurang lembab. Bagi kami rasa pisangnya juga kurang menonjol. Selipan potongan cokelat membantu meningkatkan rasa manis banana bread.

Nah, jika sedang mencari tempat beli kopi sebelum atau sepulang kantor, bisa mampir ke Tuku. Di sini juga dijual biji dan bubuk kopi bagi yang ingin meracik sendiri di rumah. Tersedia pilihan 20 gram dan 250 gram.

Toko Kopi Tuku
Jl. Cipete Raya No. 7
(sebelah Alfamart)
Telp: 0822 7477 8858
Jam buka: 07.00-22.00


(msa/odi)