Cikang: Lamaknyo! Berbuka dengan Nasi Uda Berlauk Dendeng Batokok yang Gurih Pedas

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 15 Jun 2016 16:19 WIB
Foto: detikFood
Jakarta - Masakan Minang dan peranakan dijamin puaskan selera saat berbuka. Di sini, ada mie rebus Alang Laweh hingga aneka nasi rames khas Minang dengan aneka lauk yang menggoda.

Bagi Anda yang sedang berada di kawasan Menteng, bisa berbuka puasa di restoran Minang ini. Berbeda dengan restoran Minang pada umumnya, Cikang menjadi salah satu restoran yang mengadaptasi gaya peranakan.

Inspirasinya diambil dari Chinatown kota Padang yang berada di kawasan Pondok di Alas Lawas. Cikang juga berasal dari kedai kopi milik warga keturunan China bernama Lee Chi Kwang dengan pelafalan yang berbeda yaitu Cikang.

Berkonsep Minang dan Peranakan, Cikang memiliki nuansa ruangan yang modern. Sofa berwarna merah dengan bantalan motif berwarna hitam yang dipadu dengan meja dan kursi kayu berpelitur cokelat.

Memberi kesan sedikit berbeda, ada juga sudut yang memiliki kesan vintage dengan nuansa putih. Dinding bata bercat putih dilengkapi dengan foto-foto tempo dulu serta meja plus kursi berwarna cokelat dan putih.

Mengintip menunya, ternyata ada banyak menu yang menggiurkan. Mulai dari menu Minang populer Soto Padang Simpang Kinol, Rendang Kering Azizi, aneka nasi rames Minang, Sate Padang hingga Asam Padeh yang hangat. Selain itu, ada juga menu a la peranakan seperti nasi goreng bukit tinggi, mie ayam Pondok hingga capcay.

Ingin menikmati sajian yang manis, kami memesan Es Duren Pondok dengan ketan (Rp 45.000). Pada lapisan bawah terdapat ketan putih yang lembut lengket dengan rasa gurih. Kemudian ditutupi dengan daging buah durian yang sudah dihaluskan. Wangi semerbak durian masak tercium kuat.

Sensasi rasa dingin dan manis dari suapan buah durian langsung mendarat di mulut. Hmm, tekstur buah durian yang lembut, berpadu sempurna dengan ketan yang gurih.

Untuk menu berbuka yang mengenyangkan kami memilih nasi rames Minang, Nasi Uda (Rp 75.000). Karena sedang promo, kami mendapat Selada Uci. Selada a la Minang berupa potongan selada, tomat dan mentimun segar. Sausnya campuran cuka dan gula yang manis kecut.

Nasi hangat dipadukan dengan lauk capcay. Berisi wortel, sawi hijau, kembang kol dan brokoli. Kuah capcaynya gurih dengan saus yang kental.

Dilengkapi juga dengan terung balado sambal ijo. Tekstur terung ungu yang lembut sangat pas dipadukan dengan sambal ijo gurih pedas. Ada rasa bawang dengan sedikit jejak minyak tetapi tidak pedas.

Sedangkan dendeng batokok disajikan dengan ukuran kecil. Irisan daging sapi yang digoreng khas Minang. Disiram irisan bawang merah dengan gerusan cabai hijau dan minyak panas.

Aroma dan rasa dari bawang serta cabai hijau mendominasi rasa dendeng ini. Tekstur dagingnya tebal, sedikit liat namun rasanya patut diacungi jempol. Gurih pedas menyatu dalam sekali suap.

Lauk lainnya adalah telur yang dibalut dengan sambal balado. Samba ladonya dari gerusan cabai merah merah besar renyah dan agak pedas. Kerupuk kanji merah dan irisan mentimun melengkapi nasi rames ini. Mantap mengenyagkan.

Mie rebus pun jadi pilihan kami berikutnya. Mie Rebus Alang Laweh (Rp 40.000) disajikan dalam mangkuk berwarna putih. Hmm, aroma gurih kaldu dan bawang terendus enak!

Mie kuning disajikan dengan pelengkap sayuran dan potongan daging sapi. Ada potongan sawi dan irisan wortel yang berkuah agak kental karena dicampur dengan telur kocok. Diberi topping kerupuk kanji merah.

Sluurp! Rasa hangat dan gurih bepradu menjadi satu. Mienya mulur lembut. Sajian mie kuah gaya peranakan ini sukses menghangatkan perut. Walaupun memiliki warna oranye yang pekat, rasanya tidak terlalu pedas.

Untuk minumannya, Cikang juga punya minuman dan dessert enak. Ada Kopi Cikang, Bubur Kampiun, Lupis hingga Es Rojak Cikang yang segar. Ayo, babuko basamo!

Cikang
Jl. Teuku Cik Ditiro No. 11
Menteng, Jakarta Pusat
Telp: (021) 3906110 (lus/odi)