Petani: Nikmatnya Kare Kampung Bali yang Gurih Semerbak

Petani: Nikmatnya Kare Kampung Bali yang Gurih Semerbak

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Senin, 12 Okt 2015 16:20 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Makanan yang beragam dan suasana klasik artistik menjadi ciri khas tempat ini. Selain bebek goreng, ada kare kampung Bali yang sedap berbumbu gurih pekat.

Kawasan pusat Ubud tak pernah sepi. Di jalan Hanoman, tepatnya di Alaya Ubud, restoran Petani selalu dipadati pengunjung. Maklum saja letaknya strategis dengan suasana semi terbuka yang nyaman. Makanan barat hingga khas Bali juga tersedia.

Terletak di area depan, bersebelahan dengan ruang resepsionis Alaya Ubud, restoran ini merupakan all day dining untuk tamu Alaya tetapi juga terbuka untuk umum. Terlihat kursi kayu bergaya klasik dengan cushion beragam corak batik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hiasan di dalam ruangan restoran juga bernuansa etnik Indonesia. Aneka potongan kain batik sebagai hiasan dinding. Meja-meja santap dari kayu diberi sentuhan placemate batik warna-warni sehingga tampak semarak.

Udara terik siang hari membuat kami mencari suasana sejuk dengan bersantap di teras belakang yang berhadapan dengan kebun dan jalan setapak menuju bangunan utama hotel. Tiupan angin yang lumayan keras sedikit mengurangi kegerahan.

Tujuan kami mencicipi hidangan Bali dan Asia dari dapur Petani. Karenanya kami memilih membuka santapan dengan Pamelo Salad (Rp.39.000) sebelum menyantap Kare Kampung Bali (Rp. 59.000).

Rupanya restoran all day dining ini tak pernah sepi dan jadi dapur pusat untuk melayani tamu hotel. Untung saja pelayannya sangat ramah. Kami diberitahu kalau hidangan kami masih agak lama dalam antrian. Kamipun disuguhi sepiring keripik ubi ungu dengan cocolan mayonnaise.



Rupanya ini jadi camilan yang unik. Renyah manis keripik ubi berpadu dengan lembut gurih mayonnaise. Wah, sensasinya membuat kami tak bisa berhenti mengunyah hingga salad disajikan cantik di meja kami.

Salad ini berisi potongan jeruk Bali, daun selada, serutan halus mangga muda, irisan cabai rawit merah dan daun ketumbar. Pelengkapnya berupa saus bening terbuat dari air jeruk nipis dengan irisan halus cabai rawit hijau.

Tampilannya memang mirip dengan salad pomelo Thailand. Setelah saus diaduk rata, aroma segar daun ketumbar dan mangga muda makin merangsang. Nyaris membuat titik air liur!



Dalam kunyahan pertama terasa renyah segar mangga muda dan jeruk Bali. Asam segar dan sengatan cabai rawitnya benar-benar membakar lidah. Rupanya cabai rawit yang dipakai adalah cabai rawit Bali asli. Kecil runcing dan berwarna hijau, mirip cabai rawit Thailand.

Aroma wangi daun ketumbar membuat lidah kami siap mencicipi sajian utama. Kare Kampung Bali disajikan dalam mangkuk cekung putih. Wangi semerbak kari langsung terendus oleh hidung. Nasi putih yang diaduk dengan jagung, nanas panggang dan kerupuk menjadi pelengkapnya.

Kare ikan mahi-mahi berkuah kuning kental, dengan rasa gurih santan yang kuat dengan sedikit rasa pedas. Isinya fillet mahi-mahi yang dipotong ukuran sedang dan paprika merah hijau berukuran sama. Rasanya gurih kuat santan dengan bumbu kari yang ringan.



Ketika disuap dengan nasi yang dicampur biji jagung manis rasanya tak terlalu berat. Buat yang tak suka kari, kare kampung ini patut dicoba. Apalagi rasa gurih santannya menjadi netral dengan potongan nanas bakar yang renyah asam manis.

Sebenarnya porsi kare ikan ini agak besar dan cukup dinikmati berdua. Porsi nasinya cukup untuk satu orang. Selingan gurih lembut kare ikan dengan gigitan kerupuk udang dan nanas yang renyah menjadi paduan yang pas. Karenanya kare ikan inipun kami tuntaskan.

Keringatpun mulai bercucuran. Teh dingin yang dicampur dengan leci dan daun mint yang dimemarkan menjadi pembilas lidah yang segar. Terutama untuk mengimbangi embusan angin di siang terik yang terasa sangat panas.

Kami harus kembali ke sini lain kali. Apalagi kalau bukan untuk Bebek Nyatnyatan, bebek guling, nasi raja dan Ayam Panjingan yang tersohor. Di malam hari tempat inipun dimeriahkan dengan live music dari musisi Bali, dari pop hingga jazz. Tak heran jika Petani selalu jadi tempat hangout favorit sepanjang hari. Kalau ke Ubud, jangan lupa ngadem di sini!

Petani Restaurant
Alaya Hotel & Resort
Jalan Hanoman
Ubud, Bali
Telpon : 0361-972200
Jam Buka : 07.00 - 23.00

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads