Kawasan Petitenget Bali nyaris dipadati dengan deretan restoran dari kuliner mancanegara. Nyaris mau makan apa saja bisa. Kami justru tertarik dengan Biku yang digemari banyak turis dan warga lokal saat berada di Bali.
Sebenarnya kami berencana menikmati Afternoon Tea di tempat ini. Konon koleksi teh dan aneka cakenya sangat beragam. Benar saja, saat kami tiba di Biku pada jam makan siang. Nyaris semua meja terisi termasuk di sisi luar rumah makan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meja kami ada persis di sisi meja kayu panjang berisi piring kue dengan beragam cake potong homemade. Pengunjung silih berganti memilih aneka cake untuk dessert seusai bersantap. Kalau tak bisa menahan diri, bisa-bisa cake jadi santapan pembuka.
Seperti umumnya rumah makan di Bali, hampir semua jenis hidangan bisa dipesan. Restoran ini menyebut menunya sebagai ‘tropical comfort food’. Biku punya hidangan andalan tetapi juga ada menu a la carte. Mulai dari penganan kecil, salad hingga beragam homemade pie.
Untuk hidangan utama ada makanan Indonesia, seperti nasi campur, nasi goreng, sop buntut, satai, dan ayam rica-rica. Uniknya Biku juga punya hidangan kari Asia, ada chicken curry, gulai kambing, beef rendang dan calamari dengan saus Bali. Beragam sandwich, steak dan burger juga terseida. Temasuk menu khusus untuk anak-anak.
Kami mengawali santapan dengan salah satu menu andalan Biku, Spicy Thai Fish Salad (Rp.47.000). Disajikan dalam gunungan rocket salad dengan serutan panjang wortel, irisan tomat, red onion, bihun dan sedikit cincang daun mint.
Salad dengan saus gaya Thai yang pedas, asam, sedikit manis dan gurih ini lumayan royal porsinya. Cukup dinikmati berdua. Fish Cake nya empuk juicy dengan rasa pedas yang tak terlalu kuat dari cincangan cabai merah. Enak disuap dengan rocket salad yang sedikit pahit dan segar.
Sajian pembuka ini agaknya banyak dipesan tamu. Kamipun melanjutkan dengan sajian lengkap Pepes Ikan Laut (Rp. 52.000). Menu disajikan dalam piring tembikar Bali. Nasinya dengan porsi besar ditaruh dalam klakat. Selain sambal dan emping pepes ini disajikan dengan semangkuk sayur.
Hmm..aroma wangi daun pisang terbakar menguap saat pepes ikan ini dibuka. Warna potongan ikannya kekuningan dengan potongan paprika merah di dalamnya. Pepes gaya home cooking ini gurih dengan dominan rasa kunyit dan bawang putih.
Kami mengharapkan sedikit gigitan pedas cabai dalam bumbunya, ternyata tidak ada. Ini mungkin karena paprika merah yang dipakai dalam campuran pepes ikan kakap ini. Sambal yang disediakan dalam cobek mungil juga tak terlalu pedas.
Potongan kacang panjang yang diberi kuah santan bening kekuningan menjadi pelengkap santapan ini. Gurih ringan dan tidak pedas. Bisa jadi rasa pedas dikurangi untuk menyesuaikan pengunjung asing di tempat ini. Sayang sekali kami tak menemukan ciri khas bumbu pedas Bali dalam sajian ini. Meskipun cukup enak.
Melihat daftar kolesi teh dalam menu, kami jadi makin penasaran. Hampir semua jenis teh ada. Dari green tea, black tea, oolong tea hingga teh herbal dan teh yang khusus dicampur oleh Biku. Uniknya juga ada daftar teh khusus untuk anak-anak.
Rasanya memang kami harus kembali untuk menikmati sore dengan Afternoon Tea di tempat ini. Belasan home made cake dan beragam pilihan teh bakal menjadi incaran kami. Kalau sedang ada di Petitenget, bisa sarapan, makan siang, makan malam hingga menikmati teh di tempat ini. Buka puasa dengan cake enak dan teh spesial juga bisa. Jangan lupa bikin reservasi dulu!
Biku
Jl. Petitenget No. 888
Seminyak, Kerobokan
Bali
Telpon: 0361-8570888
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN