Tampilan es krim kini semakin bervariasi. Tak hanya ditaruh dalam cup, cone atau menempel pada batang kayu. Sekarang hadir pula es krim yang dimasukkan dalam wafer batangan. Terbayang rasanya yang lezat, perpaduan kerenyahan wafer dan manisnya es krim. Kami pun tertarik mencoba Frozen Ben yang menawarkan es krim bergaya unik.
Meski baru hadir tahun lalu, produk asli Indonesia ini sudah memiliki enam gerai. Lokasinya ada di Mall Ciputra, Blok M Square, Mall Ambassador, Tangerang City Mall, Jungleland dan Plaza Semanggi. Karena sedang berada tak jauh dari Plaza Semanggi, kami pun menghampiri gerai Frozen Ben di kawasan Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Desain gerainya menyerupai wajah depan bis double-decker merah. Maskotnya pun mirip penjaga istana di Inggris yang bertopi hitam tinggi.
Frozen Ben menawarkan es krim dengan pilihan rasa vanila, cokelat dan paduan keduanya. Es krim tersebut bisa dimasukkan dalam chocolate wafer stick atau Big Ben Rice Wafer.
Ada beberapa jenis wafer cokelat seperti Nudie, Choc Dip, Cookies & Cream, Rainbow Sprinkles dan Chocolate Peanut. Bedanya hanya pada pemberian chocolate coating dan taburan di bagian luarnya.
Adapun Big Ben Rice Wafer terdiri dari varian Strawberry Yoghurt, Sweet Cheese, Cookies and Cream dan Green Tea. Big Ben Rice Wafer mempunyai ukuran lebih besar dan tebal dari wafer cokelat. Kami pun memilih es krim vanila dan cokelat dalam wafer stick Cookies and Cream (Rp 16.000), Green Tea (Rp 17.000) serta Strawberry Yoghurt (Rp 17.000).
Dengan sigap staf Frozen Ben mengambil wafer dan menempatkannya di bawah mesin es krim. Kemudian es krim dimasukkan ke dalam wafer penuh dari bawah sampai ke atas. Bagian atasnya mencuat di atas wafer, mengingatkan kami akan tugu monas. Tiap wafer memiliki panjang sekitar 15 cm dengan diameter 3 cm.
Kami mencicipi dahulu es krim vanila dalam wafer Cookies and Cream. Terdapat bubuk halus dari biskuit Oreo melapisi wafer cokelat. Nyam! Soft ice cream terasa manis creamy.
Wafernya sendiri begitu renyah dengan jejak rasa Oreo. Paduan keduanya begitu klop, menyantap wafer cokelat sekaligus es krim. Renyah dan manis!
Ternyata es krim yang memenuhi seluruh ruang wafer juga tidak mudah bocor dan merembes keluar. Karena sekeliling wafer dan bagian bawahnya sudah dilapisi cokelat padat. Namun kami sedikit berantakan menyantap wafer karena kertas untuk pegangannya hanya ada di bagian bawah. Sehingga patahan wafer jatuh ke lantai saat kami gigit.
Big Ben Rice Wafer memiliki tekstur berbeda dengan wafer yang sebelumnya kami coba. Selain lebih besar dan tebal, rice wafer teksturnya renyah berpori. Mengingatkan kami akan tekstur snack jagung kesukaan anak-anak.
Untuk rasa green tea, bagian luarnya diberi bubuk green tea berwarna kehijauan. Disantap dengan es krim cokelat, paduan rasanya jadi sedikit pahit.
Sedangkan rice wafer strawberry yoghurt diberi lapisan cokelat putih dan perasa strawberry. Tampak batang wafer berwarna soft pink dengan titik-titik kemerahan. Terasa paduan manis dan sedikit asam strawberry pada wafer. Diantara semua yang kami cicipi, rasa ini jadi favorit kami. Hmm.. makin nikmat dimakan bersama es krim vanilla.
Menurut Endi selaku Operational Manager, kedepannya Frozen Ben berencana menambah varian rasa es krimnya. Gerai ini juga akan mengembangkan bisnisnya dengan kehadiran waralaba. Bagi yang berminat, bisa menghubungi info-franchise@frozenben.co.id.
Penasaran untuk menyantap es krim dalam balutan wafer? Yuk mampir ke Frozen Ben.
Frozen Ben
Plaza Semanggi Lt. Ground
Jl. Jenderal Sudirman
Sudirman
Jakarta Selatan
Mall Ciputra Lt. Lower Ground
Jl. Arteri S. Parman
Grogol
Jakarta Barat
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN