Dari sekian banyak pilihan factory outlet di Bandung, Heritage adalah salah satu yang paling ramai dikunjungi. Lokasinya yang strategis di Jalan Riau dan ciri khas bangunan art deco peninggalan Belanda yang ditempatinya menarik para pelancong.
Sebelum sampai ke area pakaian, Anda akan mencium wangi kopi yang baru diseduh atau nasi goreng yang baru diangkat dari wajan. Wah, restoran Mamak Kitchen yang terletak di lorong dekat pintu masuk Heritage seakan menggoda minta didatangi!
Seperti bangunannya dari luar, bagian dalamnyapun antik dan cantik. Setelah melewati kanopi hitam di pintu masuk, Anda akan melihat sebuah pohon imitasi terletak di tengah, menyegarkan mata dari dominasi putih dan hitam di restoran ini. Dua buah pilar besar serta dinding batu bata yang tak disemen menyambut pengunjung.
Buku menunya yang terkesan usang membawa kita berkeliling Asia Tenggara. Ada roti canai dari Malaysia, salad pepaya dari Thailand, dan nasi hainan dari Singapura. Selain itu masih banyak pilihan lain yang setiap kategorinya merupakan hidangan dari ketiga negara tersebut.
Sajian unggulan Mamak Kitchen adalah roti canai yang dibuat sendiri setiap hari. Dua lembar roti canai yang disajikan hangat berwarna kuning cerah. Karena dimasak di wajan datar, beberapa bagian rotinya berwarna kuning kecokelatan.
Dirobek dengan tangan, hanya sedikit jejak lemak yang tertinggal. Hmm... Aroma ghee yang gurih tercium lamat-lamat sementara gigi mengunyah rotinya yang empuk renyah.
Sementara itu, aroma rempah yang kuat tercium dari kuah karinya yang berwarna oranye dengan sedikit minyak. Benar saja, rasa cengkeh dan kapulaga hijau langsung menyengat ketika roti canai dicocolkan ke kuah ini.
Saya pribadi lebih menyukai kuah kari kental dengan citarasa rempah yang tak terlalu dominan. Namun, kalau Anda ingin mencoba hidangan tadi, Anda bisa memesan roti canai original kari dengan harga Rp 19.000 per porsi.
Hidangan yang banyak digemari pelanggan yang kemudian juga jadi favorit kami adalah Crispy Thai Salad (Rp 26.000). Kerupuk kulit disiram saus sambal Bangkok serta irisan paprika merah, kuning, dan hijau, serta lettuce. Daun ketumbar ditaburkan di atas salad beralas selembar selada ini.
Ada perpaduan menarik di mulut antara bagian kerupuk kulit yang renyah serta bagian yang jadi kenyal karena menyerap saus. Asam, manis, dan pedas menyatu. Segar dan membangkitkan selera! Mulutpun siap berlanjut ke hidangan berikutnya. Sebaiknya hidangan ini segera dihabiskan setelah disajikan agar kerupuknya tak melempem layu.
Sepiring Spicy Basil Chicken Rice (Rp 36.000) cocok untuk yang ingin makan kenyang dengan nasi dan lauk. Untuk lalap, tersedia irisan mentimun dan tomat.
Potongan daging ayam di hidangan ini dimasak bersama buncis, Thai basil, serta paprika merah dan hijau dalam kuah kental berwarna cokelat. Manis, tapi juga sedikit ada rasa pedas lada hitam.
Tumisan daging ayam tadi memang cocok disantap bersama nasi putih. Makin sedap kalau nasi yang tersembunyi di bawah telur mata sapi terkena lumeran kuning telur setengah matang. Jadi basah-basah gurih. Aih!
Semua santapan tadi kami bilas dengan Iced Thai Tea (Rp 12.000) dan Milo Tarik dingin (Rp 17.000). Karena Mamak Kitchen menggunakan Thai tea seduh dan bukan bubuk, rasa khas teh Thailand terasa wangi kuat dan berwarna oranye cerah.
Sementara itu, Milo Tarik menghadirkan kombinasi rasa susu cokelat Milo dan teh tarik yang seimbang dalam sebuah gelas botol selai. Warnanya cokelat pucat dengan busa di atasnya. Tampaknya, minuman ini banyak digemari anak-anak.
Wah, energi terisi kembali setelah lelah berbelanja! Lain kali kalau mampir ke Heritage lagi, kami mau mencoba bubble tea dengan 11 pilihan rasa dan tiga pilihan topping. Slurp!
Mamak Kitchen
Heritage Factory Outlet
Jl. LL. RE Martadinata (Jl. Riau) no. 63
Bandung
Telepon: 022-95085664
Jam buka: Setiap hari, 09:30-21:30
Email: mamakkitchen.id@gmail.com
Twitter: @MamakKitchen
Facebook: MamakKitchen
Instagram: MamakKitchen
Website: www.mamakkitchen.com
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN