Toodz House: Melepas Penat dengan Kopi Kopyor di Kafe a la Rumahan

- detikFood Rabu, 12 Feb 2014 17:33 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Setelah melalui dua hari tersibuk dalam seminggu, Rabu adalah saatnya menenangkan diri sejenak karena akhir pekan masih dua hari lagi. Menikmati secangkir kopi dan sepiring wafel sepulang kantorpun membantu menenangkan tubuh dan pikiran di tengah minggu.

Penat dengan pekerjaan, selesai kerja kami menuju kawasan kuliner terdekat dari kantor, yakni Cipete. Sebuah kafe asri bergaya rumahan menarik perhatian kami. Plangnya yang tak terlalu besar bertuliskan 'Toodz House'. Di terasnya terdapat beberapa kursi kayu dan rotan.

Masuk ke dalam, terdapat ruangan ber-AC yang tak terlalu besar. Dominasi warna cokelat dan sofa-sofa membuat area makan ini terasa hangat. Anak-anak muda duduk bergerombol. Sebagian mengobrol asyik, sebagian lain 'tenggelam' dalam gadget-nya.

Karena di dalam sudah penuh, kami berjalan ke belakang. Kursi-kursi jati menyambut kami. Cahaya dan angin sepoi-sepoi masuk dari sekat kayu yang dipasangi pot-pot tanaman. Hijau dan tenang, serasa berada di teras rumah.

Buku menu diawali dengan aneka pilihan kopi. Istilah khas penyeduhan kopi seperti French press, pour over, AeroPress, dan cold brew/cold drip di buku menu menandakan bahwa sang pemilik tak main-main dengan sajian kopinya.

Selain sajian klasik, ada kreasi kopi dengan bahan-bahan seperti soda, chocolate chips, dan kulit jeruk. Namun, deskripsi Mocha 'Kopyor' Iced Brew Coffee (Rp 30.000) lah yang bikin kami penasaran.

Minuman dingin ini disajikan di gelas kaca berukuran sedang. Terdapat gradasi warna cokelat kehitaman, krem, dan putih dari bawah ke atas. Cremanya tebal dan bergelembung halus, bertabur bubuk kakao. Espresso dicampur dengan bubuk cokelat dan air kelapa, seperti apa rasanya?

Rasa pahit dari kopinya cukup jelas karena gulanya tak diberikan terlalu banyak. Air kelapanya tak kentara bedanya dengan air biasa. Namun, saat kami menyeruput kopi dengan sedotan besar yang diberikan, gumpalan-gumpalan kecil seperti kopyor ikut tersedot. Hmm... Lembut gurih dan unik di lidah!

Untuk makanan berat, kami memilih Lemon Butter Chicken & Tuna Penne (Rp 38.500). Aroma khas tuna dan mentega yang gurih tercium saat pesanan diantarkan ke meja oleh pelayan. Arugula, sedikit peterseli, dan irisan lemon menjadi hiasan sajian berwarna pucat ini.

Paduan daging ayam dan ikan tuna rebus suwir yang dimasak dengan mentega terasa lembut dan gurih di lidah. Ada jejak asam segar lemon untuk mengimbangi amis gurihnya. Penne-nya dimasak hingga al dente, sehingga terasa agak kenyal saat digigit.

Oreo & Vanilla Waffle (Rp 31.000) menjadi penutup santapan. Tampilannya cantik. Wafel berbentuk setengah lingkaran dipotong dua, ditumpuk, lalu diberi satu sekop es krim vanili bertabur remahan biskuit Oreo. Saus cokelat disemprotkan seperti jala di atas piring. Potongan strawberry membuat warna hidangan ini jadi cantik.

Wafelnya sudah agak dingin sehingga terasa tak begitu renyah saat dipotong dan dikunyah. Wah, kalau wafelnya disajikan hangat-hangat saat masih garing, tentu tekstur renyahnya akan berpadu cantik dengan kelembutan es krimnya yang beraroma vanili halus. Sajian ini jadi penutup santapan yang mengenyangkan.

Rupanya, kafe ini terletak di bagian depan rumah keluarga si pemilik kafe. Suasana rumahan yang nyaman, hijau, serta tersedianya wi-fi gratis membuat anak-anak muda betah berlama-lama di sini.


Toodz House
Jl. Cipete Raya No. 79
Jakarta Selatan
Telepon: 021-75904015
Twitter: @toodzhouse



(fit/odi)