Beezy Kaffee: Mengobrol Santai Ditemani White Chocolate Panas dan Wafel

Beezy Kaffee: Mengobrol Santai Ditemani White Chocolate Panas dan Wafel

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 23 Sep 2013 17:12 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Lebah adalah hewan pekerja keras yang dapat bekerja sama dengan baik demi menghasilkan madu yang bermanfaat. Inilah yang menjadi filosofi sebuah kafe di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, yang bernama dan berlogo lebah.

Mungkin awalnya Anda menyangka menu yang ditawarkan Beezy Kaffee berbahan madu. Ternyata tidak. Sajian utamanya adalah kopi, meski tersedia pula aneka minuman non kopi seperti teh, bir, dan Italian soda. Hidangannya a la Barat, walau adapula sebagian yang bertema Asia.

Setelah menelusuri menu, secangkir 'Beezy White Chocolate' (Rp 28.000) hangat jadi pilihan pertama kami. Cokelat panas bisa dicicipi di mana-mana, tapi white chocolate hangat, seperti apa rasanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minuman tersebut hadir dalam cangkir porselen yang tak terlalu besar. Warnanya seputih susu, namun diberi taburan cokelat bubuk di atasnya. Saat diseruput, citarasa khas white chocolate dan susu segar terasa kental di mulut. Sayang, menurut saya rasanya terlalu manis. Untunglah porsinya kecil jadi saya masih sanggup menghabiskannya meski terasa agak enek.

Teman saya memesan 'Creme Brulee' frappe (Rp 37.000), minuman kopi dingin di gelas tinggi yang berhias saus karamel. Mungkin karena habis menyeruput Beezy White Chocolate, minuman ini jadi terasa 'kalah' manisnya meski mengandung karamel. Rasa kopi dan karamelnya seimbang dengan manis yang tak berlebihan.

Asyik mengobrol, perut kami jadi lapar. 'Pasta Les Japonais' (Rp 40.000) yang tampaknya menjadi menu andalan dan unik di restoran ini kami pesan. Pasta pilihan kami, spaghetti, disajikan bersama chicken katsu dengan mozzarella leleh dan dua potong garlic bread.

Mungkin karena diletakkan di mangkuk, hidangan ini jadi terlihat kecil porsinya. Dengan garpu, saya menyuapkan beberapa utas spaghetti ke mulut. Tekstur al dente pasta berbaur dengan saus tomat yang creamy. Chicken katsunya jadi terasa gurih karena ditutupi keju leleh. Garlic breadnya renyah dengan wangi bawang putih yang menggoda. Di antara hidangan yang kami pesan, inilah yang menjadi favorit saya malam itu.

Sebagai penutup, kami memesan 'Waffle' (Rp 30.000) yang mendapat tanda 'rekomendasi'. Kami memilih varian cinnamon atau kayumanis dengan es krim vanila. Karena lupa dicatat oleh pelayan, pesanan kami baru datang beberapa lama kemudian.

Suguhan ini terdiri dari dua buah wafel yang cukup besar dengan es krim dan saus berwarna cokelat yang masing-masing diletakkan di mangkuk terpisah. Wafelnya sedikit renyah di luar dengan bagian dalam yang agak padat.

Rupanya saus berwarna cokelat tersebut adalah saus karamel kental. Meski ada taburan bubuk di atas wafel, tak tercium wangi khas kayumanis di mana-mana sehingga saya berkesimpulan itu adalah gula halus.

Tampak luar, Beezy Kaffee yang terletak di semacam ruko berlantai tiga tampak kecil dan sepi. Ternyata, kebanyakan pelanggan memilih bersantap di lantai dua. Area luar ruang, bar, dan dapur utamanya juga terletak di lantai ini.

Sayang, meski ruangannya ber-AC, ada beberapa pelanggan yang merokok sehingga mengganggu kenyamanan bersantap. Namun, secara keseluruhan, tempat ini boleh juga untuk mengobrol santai.


Beezy Kaffee
Wisma Emha
Jl. Wijaya I No. 11a, Petogogan
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
Telepon: 021-41245561
Jam buka: Senin-Jumat (11:00-23:00), Sabtu (11:00-02:00), Minggu (11:00-09:00)

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads