Satay Kitchen: Jajan Sate Ayam Ponorogo dan Sate Usus yang Empuk dan Manis

Satay Kitchen: Jajan Sate Ayam Ponorogo dan Sate Usus yang Empuk dan Manis

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Senin, 24 Jun 2013 17:33 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Aroma wangi sate yang dibakar dijamin bikin perut keroncongan. Seperti di gerai sate yang satu ini. Ada sate meranggi, sate Ponorogo dan sate usus yang disiram bumbu kacang atau bumbu kecap yang legit. Perut laparpun siap dibasmi dengan empuknya sate yang hangat. Nyam-nyam!

Food Town yang berada di area Living World, Alam Sutera Serpong, memiliki beragam gerai makanan yang patut dikunjungi. Untuk pecinta sate bisa datang ke gerai Satay Kitchen. Dari depan gerainya aroma gurih sate usai dibakar sudah menebar menggelitik hidung.

Pilihan menunya hanya sate, namun dalam beragam pilihan. Tak perlu bingung untuk pilih satenya, karena di dinding gerai terpampang foto menu sate yang ditawarkan. Berhubung sedang rindu dengan racikan sate khas Ponorogo, kamipun segera pesan sate ayam Ponorogo (Rp. 25.455) juga seporsi sate usus (Rp. 18.181).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sate ayam umumnya dipotong dadu, dalam satu tusukan berisi tiga hingga empat potong daging ayam. Namun berbeda dengan sate ayam khas Ponorogo, dagingnya disayat tipis panjang seperti fillet. Kemudian daging ayamnya dibalut dahulu dengan kecap manis dan minyak sayur.

Sambil menunggu sate selesai dibakar, kamipun langsung memilih tempat duduk persis di depan gerainya. Karenanya kami kenyang menghirup-hirup aroma sate yang dibakar. Sementara pengunjung mulai bergantian memesan sate. Sekitar 20 menit lamanya, dua porsi sate yang dipesan selesai dibakar.

Sepuluh tusuk sate ayam Ponorogo dilumuri dengan kecap dari bumbu bakarnya dan ditaburi bawang goreng. Saus kacang yang halus disajikan terpisah dan disiram kecap manis. Sepiring lontong yang bulat-bulat juga disajikan terpisah. Tanpa berlama-lama, sate inipun langsung dicicipi.

Wah benar saja tekstur daging ayamnya sangat empuk, berpadu dengan rasa manis dari bumbu aroma wangi bawang yang meresap ke serat daging. Rasa manisnya langsung beradu enak ketika dicocol ke dalam bumbu kacangnya yang terasa gurih lembut.

Sate inipun lebih cocok dimakan dengan lontongnya yang disajikan terpisah. Hmm.. tekstur ayam yang empuk langsung berjodoh dengan lembutnya lontong yang dipotong tidak terlalu tebal ini. Mantap!

Kamipun tidak melupakan lima tusuk sate usus ayam yang tampil kehitaman ini. Sepertinya racikan sate ini mirip dengan sate ayam Ponorogo. Usus ayamnya ditusuk lidi sate membentuk pola lipatan dan dibalut bumbu kecap. Wajar saja jika aroma manisnya lebih dominan.

Saat dikunyah, lipatan pola usus yang seragam ini teksturnya terasa kenyal. Rasanya pun cenderung manis. Agaknya penggunaan kecap manis untuk bumbu bacemnya terlalu banyak. Namun rasa manis inipun jadi tidak dominan setelah dicelup ke dalam bumbu kacang yang agak gurih.

Ah, dua porsi sate inipun bisa jadi penumpas lapar sepulang kerja. Meski rasanya cenderung manis, namun tekstur daging ayamnya yang empuk dan lembut bisa memuaskan selera. Setidaknya memuaskan rasa kangen jajan sate di kota asalnya.

Satay Kitchen
Food Town, Living World Mall
Alam Sutera, Tangerang

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads