Yang namanya salad memang dikenal sebagai menu pembuka, tapi di tempat ini salad pun bisa jadi makanan utama yang mengenyangkan. Tanpa sengaja saya menemukan The Cow Feed Resto yang berlokasi di Epicentrum Walk, lantai 1. Di bagian depan terdapat tulisan 'Make Your Own Salad'. Bisa dibilang The Cow Feed adalah salad bar yang pertama di Jakarta.
Berhubung ini adalah kunjungan pertama, seorang pelayan dengan senang hati membantu menjelaskan cara memesan di tempat ini. Awalnya harus memilih ukuran porsi salad, regular size atau large size. Salad dengan regular size terdiri dari 1 salad base berupa nasi merah, mixed vegetables, fusilli pasta, couscous, atau vermicelli noodles. Hmm.. nasi merah jadi pilihan untuk food base.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan toppingnya juga sangat menggiurkan. Sebut saja grilled marinated chicken, seared salmon teriyaki, sirloin steak, pepper tuna medallion, atau tiga pilihan keju mulai dari feta cheese, mozarella, atau cheddar. Dengan menambahkan Rp 10.000 bisa memilih salah satu topping tadi. Wah, asyik nih! Terakhir, dressing atau saus salad bisa dipilih sesuai dengan selera. Kalau suka yang ringan bisa memilih balsamic vinaigrette yang asam-asam segar.
Pilihan lainnya ada Thai dressing, honey dijon, classic caesar, fresh lemon & oil, extra virgin olive oil, Japanese wafu, dan basil pesto. Setelah memesan, tinggal menunggu salad pesanan diracik oleh pelayan. Selain salad, pilihan lain seperti sup, pasta, donburi, steak, hingga sop buntut bisa jadi alternatif jika tak ingin makan salad. Pepper Steak (Rp 155.000) tak luput jadi sasaran menu makan kali ini.
The Cow Feed yang baru beroperasi pekan lalu ini didesain sederhana namun nyaman. Semangkuk salad berukuran kecil tersaji di hadapan saya. Aroma grilled chickennya menguar harum, bikin saya tak sabar untuk segera mencicipi. Enam potong daging ayam tertata cantik berseling dengan potongan wortel segar. Sundreied tomato, black olive, dan potongan kalkun juga terlihat menggiurkan.
Meskipun ukuran kecil, tapi porsi ini cukup untuk makan siang yang mengenyangkan. Daging ayamnya empuk juicy, bumbu bawangnya meresap hingga ke bagian dalam. Wortelnya renyah dan segar. Begitu juga dengan sundreid tomato dan black olive. Wah, ini benar-benar cara makan salad yang menarik. Bahan-bahan cmapurannya banyak dan bukan yang biasa jadi racikan salad.
Pepper Steak hadir dalam tampilan yang tak kalah menarik. Potongan tenderloin beef berukuran kurang lebih 200 gram disajikan tidak di atas piring melainkan diatas sebuah penggorengan alumunium datar. Wah.. ini berbeda sekali! Side dish nya berupa kentang yang dipotong dadu dan digoreng tidak terlalu kering. Dilengkapi dengan salad sayuran, buncis tumis, serta dried cerry tomato.
Butiran merica hitam yang dimemarkan menghiasi permukaan steak. Saus lada hitam disajikan dalam wadah terpisah. Dagingnya empuk dan juicy, tingkat kematangannya pas. Tidak terlalu kering dan empuk. Wah, dengan cepat steak plus pelengkapnya licin dari wadahnya! Hmm.. yummy!
Segelas green cow boy; green lychee syrup, orange juice dan potongan buah lychee jadi penutup yang segar. O ya, untuk semangkuk salad berukuran kecil saya cukup merogoh kocek Rp 25.000 sedangkan yang besar Rp 35.000. Hmm.. harga yang cukup terjangkau bukan? Resto ini juga cocok untuk yang sedang berdiet namun malas untuk meracik salad di rumah. Hmm.. sepertinya saya akan memulai diet dari tempat ini nih!
The Cow Feed Resto
(Salads.eats.treats)
Epicentrum Walk, lantai 1
Kuningan, Jakarta Selatan
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN