Nama Pendopo Kemang memang sudah cukup lama akrab di telinga, namun barulah saya sempat singgah. Resto ini mengusung konsep rumah Jawa. Dari luar memang bangunan resto tak kelihatan. Sebuah jalan sejauh 10 meter lebih yang dikeliling tembok harus dilalui sebelum sampai ke halaman resto.
O lala, betapa terkejutnya saya saat melihat Pendopo Kemang ini. Area parkirannya luas dengan pepohonan yang rimbun. Ada tiga buah bangunan yang ketiganya bergaya rumah joglo Jawa. Ah, suasana tempat ini seperti tidak berada di Jakarta. Kursi-kursi kayu, lampu-lampu antik, pilar-pilar tinggi cukup berhasil membuat pengunjung seperti sedang di salah satu bangunan rumah asli Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih memandang kagum tempat ini, seorang pelayan datang membawakan daftar menu. Hampir semua menu yang ditawarkan adalah masakan Nusantara. Sebut saja Nasi Bali, mie goreng Jawa, soto ayam, rawon, dan juga tahu telor. Meskipun begitu, menu-menu lainnya pun bisa jadi pilihan menarik, seperti sapo tahu, dim sum, Singapore squid, dan masih banyak lagi.
Saya memilih Nasi Gurih Bebek (Rp 38.000) dan Mie Goreng Jawa (Rp 30.500) untuk mengisi perut yang lumayan lapar. Tak ketinggalan teh poci gula batu (Rp 15.000) hangat untuk lebih membangun suasana khas Jawa siang itu.
Mie goreng Jawa disajikan dengan irisan telur rebus di pinggirnya. Acar timun dan cabai pun jadi pendamping bersantap yang segar. Mie goreng ini menggunakan mie kuning atau mi hokian, sedikit lebih tebal dibandingkan dengan mie biasa. Mie ini dimasak 'nyemek', berkuah kental dengan warna merah yang sedikit mencolok.
Suwiran ayam goreng sebagai topping terbilang royal dan besar-besar.Tekstur mienya sangat halus lembut, lentur saat digigit. Rasa kuahnya gurih pedas. Ada semburat bawang putih dan kemiri yang kuat dan pas. Makin enak disantap dengan suwiran ayam goreng. Tauge dan irisan kol halus memberi aksen renyah segar yang enak.
Nasi gurih bebek ini tampilannya serupa dengan nasi Bali, hanya bedanya tanpa satai lilit saja. Sepotong bebek goreng bagian paha tampak gurih renyah tak sabar untuk langsung disantap. Sebagai teman makannya, ada kering tempe, kering kentang, urap, dan juga dua jenis sambal.
Nasinya pulen, cocok sekali dengan rasa bebek yang gurih renyah. Dagingnya kecokelatan dan empuk gurih dengan semburat aroma jahe.Urap yang terdiri dari daun bayam, irisan kol, dan tauge ini tingkat kematangannya pas, tidak lonyot. Krenyes renyah. Yang paling saya suka adalah kering kentangnya yang manis-manis renyah. Sambalnya pun pedas menggigit. Ada rasa gurih, manis, pedas-pedas enak yang bikin mata langsung melek!
Teh tubruk yang diseduh dalam poci liat pun jadi pembilas rasa gurih dan pedas di mulut. Gula batu yang larut perlahan dalam teh memberi aksen manis. Sepat wangi dan manis! hangat. Hmm..suasana homey khas Jawa ternyata membuat makan siang jadi terasa spesial. Pastilah saya akan datang lagi!
Pendopo Kemang
Jl. Kemang Selatan No. 111
Jakarta Selatan
Telp: 021-780 0535
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN