Wangi Gurih Baronang Bakar Makasar

Wangi Gurih Baronang Bakar Makasar

- detikFood
Senin, 08 Nov 2010 15:10 WIB
Jakarta - Harum aroma daging ikan baronang yang sedikit gosong menguar menggelitik hidung. Dagingnya gurih berbalut bumbu berwarna kekuningan. Dicocol dengan sambal mangga,sambal kecap ataupun sambal dabu-dabu, rasanya tetap enak!

Berjalan-jalan di kawasan Anyer, mata seperti termanjakan dengan jejeran rumah makan seafood ataupun rumah makan yang bertemakan masakan Makasar ataupun Manado. Sampai-sampai saya bingung menentukan pilihan untuk makan malam. Ada satu rumah makan Makasar yang cukup ramai dikunjungi dan lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat saya menginap.

Restaurant & Pondok Lesehan Makasar namanya, lokasinya cukup strategis apalagi dengan umbul-umbul yang berada di bagian luarnya cukup menarik perhatian setiap orang yang melintas. Suasana resto malam itu cukup ramai pengunjung, baik para wisatawan yang tengah melintas ataupun yang berasal dari penginapan di sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Resto ini sangat luas, selain bangunan utama yang besar dibagian belakang juga ada beberapa saung-saung kayu yang dibawahnya terdapat kolam ikan. Satu saung terdiri dari dua hingga tiga meja. Seorang pelayan dengan sigap langsung memberikan daftar menu. Saya bersama teman-teman langsung memesan ikan baronang bakar, coto Makasar, dan es palu butung. Sayangnya, es pisang ijo yang sudah terbayang sebelum menuju resto ini tengah habis.

Disekitar saung-saung lesehan banyak penjual emping goreng. Kerupuk emping tipis dan lebar ada yang dijual dalam bentuk bentuk matang dan juga mentah. Sambil menunggu, saya pun nyemil emping goreng yang lebar seharga Rp 3.000,00. Rasanya gurih renyah, apalagi setelah dikucuri kecap manis diatasnya. Kres..kres.. enak!

Ikan baronang bakar berukuran sedang tidak terlalu besar, dibelah menjadi dua. Aromanya harum, jejak gosong di beberapa sisi dan juga bumbu yang kuning kecokelatan membuat rasanya gurih-gurih enak. Dagingnya empuk manis, pertanda ikan ini segar sebelum di olah.

Sambal yang diberikan ada tiga jenis, sambal mangga, sambal kecap, dan juga sambal dabu-dabu. Kalau saya lebih suka dengan sambal mangganya yang pedas dan sedikit asam. Tapi sambal kecapnya juga tak kalah enak dicicipi.

Pesanan saya yang lain adalah coto Makasar, kuahnya berwarna abu-abu kental. Potongan jeroan dan dagingnya cukup royal, irisan daun bawang bertaburan di atasnya. Potongan dagingnya cukup besar dan empuk, rasanya kenyal gurih. Oya, coto Makasar yang saya pesan, dalam porsi kecil tapi bisa disantap untuk berdua.

Es jeruk nipis yang segar menghapus jejak coto Makasar yang masih tertinggal. Sayangnya es pisang ijo kesukaan saya sedang kosong. Tapi es palu butung tidak terlalu mengecewakan meskipun tidak bisa dibilang istimewa juga. Potongan pisang dan bubur sumsumnya cukup enak cocok dengan sirup merahnya.

Seporsi ikan baronang bakar berukuran 5 ons dihargai Rp 49.500,00, coto Makasar Rp 24.000,00, sedangkan es palu butungnya Rp 10.000,00. Harga yang terbilang pantas untuk rasanya.

Restaurant & Pondok Lesehan Makasar
Jl. Raya Bojong, Anyer
Banten
Telp: 0254-601450


(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads