Mampir ke Tea Salon & Boutique

- detikFood Rabu, 28 Apr 2010 14:33 WIB
Jakarta - Buat pencinta teh singgah ke tempat ini bagai bertemu sejuta keindahan. Ada 400 jenis teh dari 800 jenis yang dibuat dijual di toko ini. Apapun mood dan kapanpun Anda singgah selalu ada jenis teh yang sesuai suasana. Mau menikmati teh bersama sandwich, scones, muffin atau aneka macaron buatan sang pastry chef. Semuanya hangat dan segar tersedia!

Salah menjelajahi ION Shopping Mall yang  berada di kawasan Orchard, tepat di sudut lantai satu sebuah toko berdinding kaca sangat menarik minat saya. Apalagi terpampang jelas nama 1837 TWG Tea merupakan merek teh Singapura yang ternama. Tak salah rasanya inilah Tea Salon & Boutique yang saya incar selama ini.

Di sisi bagian dalam terdapat retail boutique- rak dengan tumpukan kaleng-kaleng berwarna-warni yang semuanya berisi aneka jenis teh special blend. Ada valentine Breakfast Tea, Polo Club Tea, Happy Birthday Tea, Singapore Breakfast Tea, hingga Darjeeling Princess Tea. Belum lagi the yang berasal dari negara-negara seperti Thailand, India, Korea, Cina, Ceylon, Afika, Kenya, Brazillia, Vietnam, Argentina, dan lain-lain. Wouw...saya benar-benar serasa berada di surga teh dengan pilihan yang mencapai 400 jenis dari 800 jenis yang dibuat oleh TWG.

Sementara di sisi kiri terdapat meja dengan timbangan dan di dindingnya berderet kaleng-kaleng besar berisi aneka jenis teh. Kaleng yang disusun dalam rak melingkar ini bisa diputar hingga mudah diambil kaleng tehnya. Aroma wangi teh pun menguar dari sisi belakang yang menjadi tempat santap atau cosy tea salon. Suasana toko sore itu amat sangat padat, tak hanya orang yang lalu-lalang membeli teh. Untuk mendapatkan tempat duduk di tea salon pun harus antri!

Urung duduk manis menikmati teh hangat sambil mengunyah muffin, scones dan eclairs, sayapun memuaskan diri berbelanja aneka teh. Tentu saja dengan beragam macaron yang sudah saya incar sejak memasuki toko ini. Kue bundar yang aslinya dari Venesia ini bikin jatuh hati. Betapa tidak, di lemari kaca berderet macaron memikat mata dengan warna cokelat, hitam, oranye, merah, ungu dan putih. Kue ini dibuat dengan aroma teh TWG pilihan dengan resep andalan Philippe Langlois, sang Executive Pastry Chef.

Ternyata kue pertama kali dibawa oleh Catherine de Medicis ke Perancis  saat menikah dengan Duke of Orleans ini  memiliki nama yang berbeda. Seperti Napoleon Tea & Caramel, Moroccan Mint Tea, Camelot Tea & Praline, Bain de Rose Tea, Earl Grey & Chocolate atau Lemon Bush Tea. Namanya sesuai dengan jenis tea yang direndam atau 'infused' ke dalam adonan kue.

Pada gigitan pertama macaron hitam pekat langsung terasa elegan. Renyah atau 'crunchy' di luar dan lembut manis di bagian dalam plus olesan cokelat yang lumer mengelus lidah. Tak terlalu manis menggigit tetapi justru terasa renyah dan cantik di lidah! Waouw...akhirnya saya tak bisa melepas godaan mengunyah macaron merah yang beraroma berry dan yang putih dengan semburat lemon! Macaron ini memang pasangan sejati untuk teh yang hangat suam kuku tanpa gula dengan semburat aroma yang segar lembut!
The Wellness Group yang memulai bisnis daun teh sejak 1837 ini memang tahu benar memanjakan konsumennya. Setelah bolak-balik memilih, pilihan teh pertama saya adalah Darjeeling yang baru saja diperkenalkan tahun ini. Ada 5 jenis darjeeling; Orange Valley, Lingia, Okayti, Tukdah dan Nouveau. Masing-masing sesuai dengan nama asal kebun teh dan memiliki karakter kekuatan aroma yang berbeda.

Karena tak suka yang beraroma terlalu berat, pilihan saya jatuh pada Lingia Darjeeling. Teh ini berasal dari perkebunan Golden Valley, Nepal yang berusia 140 tahun. Daun tehnya hijau keperakan dengan aroma sangat segar seperti pepaya muda. Setelah diseduh teh ini beraroma seperti paduan buah belimbing dan bunga mawar. Warnanya kuning bening sedikit semburat cokelat. Halus dan sangat menyegarkan.

Pilihan kedua saya adalah jenis White Tea yang dikemas dalam kaleng putih bertulisan White Tea House dan gambar White House. Jenis white tea Pai Mu Tan ini dari luar sudah tercium aroma 'fruity' yang sangat segar.  Karena memang memakai campuran red berry kering dan helai bunga mawar yang harum. Hmmm..aromanya saja sudah membuat nafas jadi lega dan segar!

Saat menunggu darjeeling tea ditimbang, mata saya melihat kemasan aneka 'flower tea' alias Kwacha. Wah, teh yang sat diseduh akan mekar persis seperti bunga dengan beragam warna dan bentuk ini merupakan favorit teman saya. Teh yang satu inipun akhirnya saya beli sebagai oleh-oleh. Teh di toko ini dijual dengan ukuran 50 gram per kemasan dan harganya berkisar dari $6 hingga $34 dollar Singapura. Sebuah harga yang pantas untuk kualitas yang terjaga ratusan tahun!

Dengan tentengan berisi aneka teh dan macaron saya meninggalkan toko yang makin padat ini. Lain kali saya harus singgah ke toko yang memasang dinding kaca berbentuk lingkaran berbingkai tembaga ini. Saya ingin duduk di tea salon, menghirup Gyukuro favorit saya bagai nyonya bangsawan Inggris, sambil mencicipi aneka kue dan cake yang sangat menggiurkan itu! Hmmm...atau sebaiknya saya sarapan dengan menu sandwich, omelet dan croissant yang renyah gurih! Yang pasti saya bakal kembali lagi!


WG Tea Salon & Boutique
9 Raffles Place, #01 - 22
Republic Plaza
Singapore 048619
Telpon: +65 6538 1837
Jam buka: Senin – Jum'at : 10.00 – 20.00

ION Shopping Mall
2 Orchard Turn, #02 - 21
Singapore 238801
Telpon: +65 6735 1837
Jam buka: Senin – Minggu : 10.00 -22.00


(eka/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com