Melihat nama resto 'Pawon Nyonya' membuat saya penasaran. Pasalnya setiap yang mengandung kata-kata Nyonya biasanya menyediakan berbegai macam makanan tradisional. Tak ayal lagi, saya pun mampir ke tempat ini.
Bangunan yang didesain menyerupai teras rumah bergaya Betawi ini terasa nyaman. Bangku dan meja kayu berjejer rapi bergaya tradisional. Alunan lagu-lagu jadoel mengiringi langkah saya memasuki rumah makan ini. Seorang pelayan dengan sigap menghampri saya dan memberikan daftar menu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menunggu, saya dipersilahkan untuk menikmati pecel yang sudah mereka sediakan sebagai pembuka. Laksa pesanan saya ternyata cukup besar porsinya. Uapnya kemepul panas menebarkan harum aroma segar yang menggelitik hidung. Duh, semakin tak sabar untuk mencicipinya nih!
Kuahnya berwarna kuning terang tanpa meninggalkan jejak berminyak dipermukaan. Isiannya cukup komplit, seperti potongan lontong, telur rebus, bihun, tauge, potongan ayam, dan taburan daun kemangi plus emping. Saat hirupan pertama kuahnya menyentuh lidah, terasa sangat ringan sekali bumbunya. Namun tetap terasa pas tidak berlebih.
Meskipun menggunakan santan tidak lantas membuat saya eneg. Lontongnya pun kenyal empuk, tambahan sambal bikin rasnaya jadi gurih-gurih pedas enak! Tingkat kematangan bihunnya juga pas tidak over cooked, taburan daun kemangi bikin aromanya makin sedap! Tak salah jika Laksa Nyonya ini menjadi favorit di tempat ini.
Satu porsi sate ayam pesanan saya terdiri dari 10 tusuk sate. Sebenarnya di tempat ini dijual dua jenis sate, ayam dan kambing. Tapi saya lebih memilih sate ayam yang lebih ringan. Potongan daging ayamnya tidak terlalu besar, dengan sedikit jejak berminyak di setiap potongan dagingnya.
Hal ini dikarenakan potongan lemak yang diselipkan diantara potongan ayamnya. Sehingga membuat rasa ayamnya gurih-gurih manis. Dagingnya empuk, dan yang unik adalah rasa manis daging ayamnya bahkan sebelum diberikan bumbu apapun. Sate ayam ini ditemani oleh bumbu kacang plus irisan cabai rawit. Rasanya gurih-gurih pedas. Nyam..nyam..
Segelas wedang jahe hangat pun membilas tenggorokan saya. Hmm.. segar! Untuk seporsi Laksa Nyonya ini saya harus merogoh kocek sebesar Rp 24.500,00 dan Rp 23.000,00 untuk sate ayamnya. Sayangnya perut saya sudah sangat kenyang sekali, kalau tidak seporsi Konde Kare pasti jadi target selanjutnya.
Pawon Nyonya
Margo City #GF-08
Depok, Jawa Barat
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN