'Me Time' Di Khatulistiwa Jazz Brunch!

'Me Time' Di Khatulistiwa Jazz Brunch!

- detikFood
Senin, 12 Apr 2010 17:02 WIB
Jakarta - Sesekali tak ada salahnya memanjakan diri dengan menikmati aneka hidangan lezat nusantara. Mulai dari gado-gado ulek, itiak lado mudo, kari kambing Suramadu, ayam pop, sampai cobek lindung, semua serba lezat dan bisa dinikmati sepuas hati. Ditemani alunan musik jazz membuat 'me time' kali ini makin terasa istimewa!

Kesibukan membuat saya sudah lama tidak memanjakan diri dengan melakukan hal-hal yang disukai. Nah, hari Minggu lalu saya pun memutuskan untuk menikmati 'me time' yang sudah lama tidak saya lakukan. Bersama seorang teman kami pun meluncur ke bilangan Jakarta Pusat untuk menikmati Sunday Jazz Brunch yang spesial.

Memasuki restoran La Brasserie yang terletak di lobby hotel Le Meridien Jakarta kami disambut dengan hangat oleh seorang pramusaji. Sengaja kami memilih tempat di sudut ruangan agar lebih rileks dan santai saat menikmati hidangan sambil mengobrol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di hari biasa restoran yang buka setiap hari ini memang menyuguhkan menu internasional. Mulai dari hidangan lokal, Asian, Western, Japanese, Thai, Italian, French, dll bisa dinikmati di meja-meja buffet. Nah, khusus untuk Sunday Brunch kali ini mereka menyediakan promosi bertema 'Khatulistiwa Jazz Brunch'.

Baru melangkah masuk saya sudah melihat seorang mbok jamu sedang meracik minuman jamu tradisional, seperti kunyit asem, beras kencur, jahe, daun sirih, dll. Teman saya yang pencinta jamu langsung bergegas memesan segelas beras kencur yang langsung diracik si mbok jamu dengan lihai.

Tema 'Khatulistiwa' kali ini rupanya mencerminkan menu-menu khas nusantara yang disajikan di La Brasserie. Menu-menu ini akan disajikan bergantian setiap minggunya mulai dari Sabang sampai Merauke hingga akhir bulan Mei nanti. Wah menarik bukan?

Tampaknya kali itu menu-menu dari daerah Sumatera lebih banyak di sajian buffet. Misalkan saja Itiak lado mudo yang saya cicipi hmm... menumpas rasa kangen saya akan hidangan pedas Sumatera. Kemudian ada gulai daun ubi tumbuk dan gado-gado ulek Bangka yang diulek dan diracik langsung saat dipesan sehingga fresh saat dinikmati.

Yang menggelitik rasa penasaran saya adalah Cobek Lindung yang berbahan dasar belut. Lindung sendiri merupakan sebutan untuk belut di Jawa sana. Sekilas bentuknya mirip dengan lele namun berukuran lebih kecil dan licin. Lindung ini dimasak dengan balutan bumbu berwana kuning yang diulek sedikit kasar.

Saat menyatapnya hmm... meski dagingnya tak banyak si belut terasa gurih-gurih enak. Balutan bumbu kuning yang cukup nonjok pedasnya hmm... membuat lidah saya menari-nari keenakan. Apalagi saat menyuapnya dengan nasi putih hangat benar-benar sedap! Jika kurang pedas bisa juga ditambahkan dengan aneka jenis sambal yang ada di meja buffet.

Meski masih banyak hidangan lain yang belum sempat saya cicipi seperti lawar ayam Bali, gabus pucung, ayam pop, namun tanpa terasa perut sudah kekenyangan. Apalagi saya mengincar aneka asinan, es campur, dan dessert berupa kue-kue tradisional yang sayang jika dilewatkan.

Bermacam jenis acar dan asinan bengkoang, pala, kedondong, dll membuat saya sedikit kebingungan. Hingga akhirnya mata pun tertumbuk pada salah satu jenis asinan yang membuat saya penasaran ingin mencicipinya. Asinan yang satu ini memang sedikit beda dibandingkan yang lain. Benar saja saat ditanyakan ternyata asinan unik tersebut terbuat dari batang kelapa. Padahal sepengatahuan saya hanya pucuk pohon kelapa saja yang bisa diolah menjadi makanan.

Saat dicicip saya kira teksturnya akan keras namun sungguh keliru karena teksturnya empuk. Rasanya sedikit unik dengan kuah yang asam-asam pedas enak. Hmm... boleh juga rasanya! Selain asinan ini saya pun mencicipi gethuk, kelepon, dan pisang goreng yang bertopping cokelat dan keju. Yummy...!

Sebagai ending semangkok es campur hasil racikan sendiri sudah siap untuk saya nikmati. Isinya bermacam-macam mulai dari cincau hitam, cendol, nata de coco, tape kuning, dan irisan buah-buahan. Siraman sirop merah, susu, dan serutan es membuatnya bertambah suegerr.

Tak hanya perut yang kekenyangan, dentingan piano, betotan bas dan gebukan drum yang membelai telinga membuat saya benar-benar serasa dimanjakan hari ini!

La Brasserie Restaurant
Le Meridien Jakarta, Lobby Level
Jl. Jendral Sudirman
Telp: 021-2513131, ext. 3704
Sunday Brunch: 11.00 - 15.00


(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads