Terbuai Lezatnya Hidangan Ningrat Negeri Gajah Putih

Terbuai Lezatnya Hidangan Ningrat Negeri Gajah Putih

- detikFood
Selasa, 19 Jan 2010 18:28 WIB
Jakarta - Jejak etnik Thai menjadi bingkai suasana resto berkelas dunia ini. Berbagai hidangan Thai tampil cantik mempesona dengan kelezatan yang menggugah selera. Mulai dari Thung Pu, Pla Sam Rod, Massaman Lamb racikan khas Thailand Selatan, hingga Coconut Flan sebagai penutup yang sempurna!

Resto bergaya rumah klasik Thai yang terletak di Jl. Cut Meutia ini memang unik dan menggelitik rasa penasaran. Apalagi nama besar 'Blue Erawan' yang disandangnya merupakan jaringan grup restoran asal Thailand yang memang sudah terkenal di seluruh dunia. Para penggemar hidangan Thai pastinya sayang untuk melewatkannya, termasuk saya tentunya!

Blue Erawan yang berada di bawah grup Blue Elephant Internasional pertama kali didirikan pada tahun 1980. Hingga kini restoran ini telah membuka lebih dari 12 cabang yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri Blue Erawan pertama kali didirikan pada tahun 2008 lalu. Namun baru sekarang saya menyempatkan diri untuk mengunjunginya bersama seorang teman yang juga penggemar hidangan Thai.

Dari kejauhan atap restoran yang beratap lancip bak rumah-rumah tradisional Thai ini sudah tampak. Sapaan ramah khas Thai menyambut kedatangan kami di Blue Erawan. "Sawasdee ," sapa salah seorang pelayan sambil tersenyum manis dan mengatupkan kedua buah tangan di depan dada.

Sebelum masuk ke area dalam restoran kami disambut dengan lemari-lemari kaca yang berisi berbagai jenis pernak-pernik khas Thai. Deretan keramik mungil berbentuk gajah biru, patung gajah, dan payung-payung kertas cukup menggoda mata. Rupanya pernak-pernik gajah ini tak hanya sekedar pajangan tetapi juga dijual sebagai souvenir.

Ditilik dari nama restoran yaitu Blue Erawan, kata 'Blue' sendiri memiliki arti warna biru yang merupakan warna para raja Thai. Sedangkan 'Erawan' merupakan nama dewa yang memiliki 3 kepala gajah. Di Thailand sana gajah memang dianggap sebagai binatang suci sama seperti sapi di Bali. Oleh karena itu tak heran jika seluruh interior restoran ini didominasi oleh patung batu dan gambar-gambar gajah.

Unsur kayu tampak mendominasi interior bangunan mulai dari lantai, dinding, sampai langit-langit yang tinggi. Area bersantap ditata dengan perpaduan sentuhan klasik nan mewah dengan sedikit cahaya redup. Langit-langitnya yang tinggi pun tak dibiarkan kosong melainkan dihias dengan bakul-bakul dan caping. Di bagian luar juga tampak sebuah bar berwarna biru memanjang dengan kursi-kursi yang lebih santai.

Kami pun segera duduk di salah satu meja yang tertata rapi dengan taplak meja putih. Dihadapan kami ada gelas-gelas tinggi dan cutlery perak dengan piring bersentuhan emas ditata bergaya fine dining. Suasana mewah sangat terasa, membuat kami seakan dijamu bagai para raja dan ratu di restoran negeri gajah putih ini.

Dalam buku menu hampir semua hidangan Thai tersedia disini. Selain menu a la carte ada pula paket makan siang yang ditawarkan berupa menu set yang terdiri dari 6 course. Selain menu Thai yang biasa dijumpai seperti Tom Yam, Soft Shell Crab, Thai Fish Cake, Phad Thai, dll. Ada pula Massaman Lamb yang merupakan typical dish Thailand selatan, Tamarind Duck serta menu Vegetarian.

Buat yang tak terbiasa menyantap hidangan Thai mungkin memang akan sedikit kesulitan dengan menu-menu Thai yang ditawarkan disini. Namun kami cukup terbantu dengan keterangan berbahasa Inggris yang ditampilkan dibawah tiap nama hidangan plus bantuan dari sang pelayan yang sangat informatif.

Untuk pembuka pilihan kami jatuh pada Thung Pu yang direkomendasikan. Sedangkan Phad Thai "Blue Erawan" dan Crispy Fish in Thai Herbs yang berupa ikan kerapu goreng yang diberi topping pineapple sauce menjadi pilihan menu utama siang itu. Sebagai pendamping hidangan ini saya memilih jasmin rice dan brown rice untuk teman saya.

Thung Pu disajikan menarik dalam sebuah piring keramik berwarna biru. Thung pu ini merupakan pangsit dengan tampilan seperti kantung yang digoreng kering dan ditata mengelilingi mangkuk kecil yang berisi saus. Kemudian ada topping berupa seaweed yang ditarburkan disekelilingnya.

Setelah kami cicipi, hmm... bagian luarnya renyah sedangkan bagian dalamnya lembut karena berisi telur, ayam, dan irisan cabai, sedikit kucai, dan udang kering. Hidangan ini makin nikmat saat dicelup dengan saus yang asam-asam enak.

Phad Thai , mi goreng Thai tampil elegan. Ada beberapa udang besar yang menjadi garnishnya Di sela-sela mi tampak sembulan irisan tahu goreng, tauge, dan daun kucai. Setelah mengaduknya dengan gerusan kacang yang disajikan di pinggir, tauge, serta sedikit kucuran jeruk nipis kami pun mulai mencicipinya.

Berbeda dengan mi goreng biasa, Phad Thai menggunakan mi yang terbuat dari tepung beras. Minya tipis dan berukuran kecil, rasanya lembut dan rasa fish sauce yang cukup kuat. Hmm... kelembutan mi dan jejak fish sauce seolah enggan meninggalkan mulut.

Namun diantara kesemua hidangan tersebut yang jadi favorit kami adalah Crispy Fish in Thai Herbs, ikan kerapu yang disajikan dengan presentasi dan warna yang cantik. Ikan kerapu segar ini telah disayat kedua sisinya. Dagingnya dipotong-potong dan digoreng renyah dengan berbalut tepung tipis. Nah, diatasnya ditaburi topping berupairisan tipis bawang merah, serai, daun ketumbar dan cabai rawit yang membuatnya pedas mengigit.

Jasmine Rice yang pulen harum pun disuap bersama potongan daging ikan yang segar. Hmm... rasa crispy dan kenyal daging ikan sangat serasi berpadu dengan saus yang asam-asam pedas. Kejutan demi kejutan kami rasakan saat mengunyah hidangan yang kaya rasa ini. Di bagian bawah justru ada kejutan yang menarik, irisan terung hijau yang terasa lembut segar menjadi alas irisan daging ikan kerapu goreng yang renyah.
Β 
Meskipun perut kekenyangan kami tak melewatkan dessert yang ditawarkan. Kami pun memilih Warm Chocolate Foundant dan Coconut Flan. Namun buat pencinta durian ada Durian Cheese Cake yang merupakan salah satu dessert favorit di restoran ini.

Ternyata pilihan kami berdua sama sekali tidak mengecewakan. Warm Chocolate foundat yang disajikan dengan matcha ice cream ini tak hanya tampil dengan sentuhan yang cantik namun rasanya hmm... yummy! Puding panas ini teksturnya lembut dengan isi lumeran cokelat yang meleleh saat disendok. Benar-benar mengelus lidah!

Tak beda jauh dengan coconut flan yang mulus licin bagai pipi gadis Thai membawa rasa manis gurih yang tak berlebihan. Topping almond menlengkapi kelezatannya sehingga sayang untuk disisakan.

Suasana restoran yang begitu nyaman dan cita rasa masakan yang luar biasa membuat kami terlena dan betah berlama-lama. Tanpa pergi jauh-jauh ke negeri asalnya, kami sudah bisa menikmati cita rasa negeri gajah putih dan suasana Thai yang khas dan eksotik.

Blue Erawan Restaurant
Jl. Cut Meutia No. 2, Menteng
Jakarta Pusat
Telp: 021-3150980
Jam buka: 11:30 - 14.30 (lunch) dan 18.30 - 22.30 (Dinner)
Range Harga: Rp 45.000,00 - Rp 195.000,00
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads