Asam Suegerrr Es Timun Plus Cumi Bakar Empuk!

Asam Suegerrr Es Timun Plus Cumi Bakar Empuk!

- detikFood
Kamis, 30 Apr 2009 12:33 WIB
Jakarta - Restoran yang juga merk sebuah bumbu masak ini memang cukup unik. Hampir sebagian besar menu yang ditawarkan adalah makanan bercita rasa Indonesia. Sebut saja tahu isi yang krenyes, cumi bakar yang meresap empuk, atau tom yam goong yang segar. Kesemua hidangan ini paling enak dibilas dengan es timun yang rasanya asam-asam sueger!

'Munik', ya mungkin nama itu memang sudah tak asing lagi bagi para ibu. Pasalnya 'Munik' yang merupakan merk dari bumbu masak ini sudah belasan tahun membantu para ibu memasak hidangan lezat untuk keluarga. Meskipun untuk Restoran Munik sendiri sudah berdiri dari awal 2008 lalu, namun baru kali ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke restoran ini.

Malam mulai menjelang saat saya melangkahkan kaki di Restoran Munik yang berlantai dua. Kaca-kaca transparan membalut restoran yang cukup luas dan terbagi menjadi tiga area. Area pertama adalah area dining biasa, sedangkan di sayap kanan terdapat meja-meja yang dilengkapi sofa. Sedangkan di 'garden area' disediakan tempat duduk beratapkan payung-payung dan beberapa gazebo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya cuaca malam itu cukup gerah, sehingga saya memutuskan untuk memilih area sofa ber-AC yang lebih nyaman. Hidangan yang ditawarkan persis seperti dugaan saya, hampir sebagian besar bercita rasa Indonesia. Misalkan saja aneka olahan ikan yang dibumbui atau dibakar, ayam dan bebek, sayur asam, sop buntut, dll. Selain itu ada pula menu Asia seperti tom yam, sapo tahu, dan beberapa hidangan olahan seafood seperti kepiting dan udang.

Setelah terlebih dahulu memilih es timun lemon sebagai pelepas dahaga, seporsi rujak serut, tahu isi, cumi bakar, dan tom yam menjadi pilihan untuk santap malam kali ini. Sayang malam itu saya hanya datang sendiri, jika datang beramai-ramai mungkin pilihan saya akan jatuh pada hidangan set menu yang ditawarkan untuk 4 atau 6 orang.

Pesanan yang muncul pertama kali adalah es timun lemon. Biasanya es timun ini biasa saya nikmati saat berbuka puasa di bulan Ramadhan. Es ini diberi sirup hijau, di bagian atas ada endapan serutan timun, plus es batu, dan di bibir gelas ada garnish berupa irisan lemon. Hmm... dari tampangnya saja sudah tampak suegerr menggoda.

Tak lama sang pelayan kembali datang membawa sendok dan garpu. Inilah salah satu yang khas dan saya sukai disini. Sendok dan garpu untuk bersantap ini dibungkus dengan kertas rapat, sehingga benar-benar higenis. Nah, sambil sesekali menghirup es timun yang rasanya asam-asam seger ini, menu lain pun satu per satu mulai berdatangan.

Tom yam disajikan dalam hot pot mungil dari keramik pas porsi untuk satu orang. Kuahnya berwarna kemerahan dan menebarkan aroma rempah segar. Saat diaduk menggunakan sendok, tampaklah pula potongan cumi, jamur, scallop, dan cabai rawit utuh. Hirupan pertama slurppp... seketika rasa sereh, asam, pedas seakan mengigit memberikan sensasi yang enak di lidah. Tak ayal lagi, semangkuk tom yam pun dalam sekejap saya habiskan tak bersisa.

Seporsi tahu isi terdiri dari empat buah tahu dengan garnish berupa dua irisan timun dan tomat. Tahunya digoreng kering dengan balutan tepung tipis, sehingga rasanya renyah di luar. Saat digigit kress... isinya yang terdiri cacahan jamur, udang, wortel, bawang bombay, dan daun bawang langsung berlompatan keluar. Nyam nyam... uenakkk!Β 

Setelah mencicipi tahu isi, perhatian saya beralih ke cumi bakar. Cumi bakar ini terdiri dari empat potong cumi berukuran sedang berbalut bumbu kecokelatan. Di beberapa bagian cumi terdapat jejak gosong akibat dibakar. Saat mencobanya sebuah, hmm... aroma asap sekilas tercium menciptakan sensasi tersendiri. Meskipun dibakar, namun tekstur cuminya lembut dan tidak alot seperti karet saat dikunyah. Di bagian dalam ada kejutan berupa kepala cumi yang diisikan kedalamnya dengan bumbu yang manis dan gurih enak.

Untuk membilas rasa manis cumi, rujak serut menjadi serbuan saya selanjutnya. Hidangan pencuci mulut ini disajikan dalam piring mungil, isinya terdiri dari serutan mangga, ubi merah, dan bangkoang. Kemudian diatasnya bertabur kacang tanah yang cukup royal dengan rasa kriuk yang renyah. Buat saya yang menyukai rasa asam pada rujak, sayang rasa rujak yang satu ini cenderung didominasi oleh rasa manis dengan sedikit jejak terasi. Membuatnya terasa kurang begitu nendang.

Untuk kesemua hidangan diatas saya harus membayar Rp 8.800,00 untuk rujak serut, Rp 30.000,00 untuk seporsi cumi bakar, Rp 26.000 seporsi tahu isi, dan Rp 14.000,00 untuk segelas es timun lemon. Mengingat dalam seporsi hidangan isinya tak terlalu banyak, rasanya harga yang ditawarkan oleh restoran ini memang lumayan mahal. Namun, bagi mereka yang ingin bersantap siang dengan harga yang terjangkau mungkin set lunch di Munik bisa menjadi pilihan.

Restoran Munik
Jl. Matraman Raya No.80-82
Jakarta Timur
Telp: 021-85913104
Buka: 11.00 - 15.00 (makan siang)
17.00 - 22.00 (makan malam)


(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads