Pertengahan Desember lalu, Orient8 menjadi restoran Pan Asia pertama di Jakarta. Sudah beberapa kali saya gagal untuk mampir ke restoran yang menawarkan menu Asia ini. Namun, sore itu saya benar-benar beruntung bisa menembus kemacetan rutin di selatan Jakarta dan duduk santai di resto ini saat makan malam tiba.
Nuansa putih, krem dan sentuhan warna hitam dan abu-abu yang bergradasi ringan membuat suasana resto elegan dan cantik. Tak ada hiasan etnik Asia yang 'berat'. Justru sentuhan Eropa khususnya kejayaan Prancis di masa Louis XVI mendapat sentuhan khusus. Di ruang santap utama, lukisan Napoleon Banaparte berkacamata RayBan memenuhi langit-langit. Sublimasi gambaran masa lalu Prancis pun ditampilkan penuh kecerdikan dalam lukisan Marie Antoinette dan Louis XVI yang memegang mangkuk berisi mi dan mengangkat sumpit. Lukisam-lukisan ini menghiasi area buffet di bagian tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus untuk yang tak mau repot ada pilihan set menu Light Meal, Orient 8 (terdiri dari 8 hidangan) dan Orient 12 (terdiri dari 12 hidangan). Karena ingin mencicipi semua dalam porsi kecil, pilihan pun jatuh pada Orient8. Untuk mengusir udara malam yang dingin, segelas Vietnamese Tea yang hangatpun mulai saya hirup. Bukan hanya harum jahe dan serai tetapi jejak wangi harum khas teh Vietnam menjadi keunikan teh ini!
Baki perak panjang berisi 3 jenis hidangan pembuka tersaji di depan saya. Chao Tom, Salad Udang dan Cha Gio disajikan apik di dalam mangkuk putih mungil. Cha Gio atau lumpia Vietnam goreng masih hangat mengepul. Gigitan pertama langsung mengumbar aroma bawang dan daun ketumbar yang wangi. Renyah gurih dengan adonan isi yang renyah segar. Berbagai jenis condiment seperti acar, cuka dan sambal disajikan di wadah terpisah. Chao Tom, adonan ayam dan udang yang ditusuk dengan batang tebupun terasa kenyal, gurih dengan sedikit semburat manis. Sajian pembuka dari dapur Vietnam inipun tak terasa saya tuntaskan.
Vietnam tanpa Pho Bo seperti tak lengkap. Semangkuk mungil Pho Bo disajikan panas mengepul. Kuahnya bening kecokelatan tanpa jejak lemak berlebihan. Aroma pekak berlomba dengan aroma bawang menguar dari kuahnya. Rasanya kaldunya lembut gurih, bahkan saya terkejut saat menemukan potongan tulang lunak sapi yang sangat empuk dan 2 butir bakso sapi yang kenyal enak. Sebuah racikan yang sungguh menyegarkan!
Hidangan utama juga disajikan dalam porsi mungil di atas baki perak. Ada ikan sea bass berbalut merica hitam, sepotong daging sapi dipadu dengan jamur shimeji dan suun tumis dengan sayuran dan kepiting. Semuanya dalam porsi mungil. Yang sangat saya pujikan adalah tampilan sea bass yang di-grill dengan olesan bumbu shoyu yang sangat pas. Renyah manis di bagian luar tetapi lembut gurih di bagian dalam!
Kejutan manis saya dapatkan saat hidangan penutup disajikan. Sebuah mangkuk kaca berlekuk berukuran nukup besar. Berisi es serut yang di atasnya ditaruh kelapa muda Thailand berikut batoknya yang berisi jelly dan es krim vanili. Potongan jelly yang dingin ternyata dibuat dari air kelapa muda yang manis sehingga saat segar saat bertemu es krim vanili. Suguhan sepotong Crunchy Cake akhirnya tak bisa saya selesaikan karena perut yang terasa berat.
Padahal saya masih ingin mencicipi Montparnasse, dessert yang diberi nama sebuah daerah di tepi sungai Seine ini khas Prancis. Bayangkan saja adonan keju mascarpone yang creamy dipadu buah jeruk dan dibungkus phillo pastry yang tipis renyah gurih! Wah, akhirnya saya menyerah. Saya memang harus kembali ke tempat ini lagi untuk suatu malam yang santai dan menyenangkan!
Orient8
Hotel Mulia Senayan Jakarta
Jl Asia Afrika
Jakarta Selatan
Telpon : 021-570-7440
Jam buka : 11.30-15.00; 18.30-22.00
Harga : menu ala carte mulai Rp. 20.000,00 ++
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN