Kebetulan siang itu saya dan teman-teman memutuskan untuk makan malam di sebuah mal di bilangan Jakarta Pusat. Sasaran awal kami adalah sebuah resto pasta ala Jepang yang berada di sana. Tak terduga resto yang kami tuju begitu ramai pengunjung, wah padahal perut sudah berkeruyuk lapar. Tawaran untuk waiting list pun akhirnya kami tolak, alternatif mencari resto lainnya menjadi pilihan.
Saat hendak beranjak pergi, mata saya menangkap resto bergaya tempoe doeloe yang persis berada disebelahnya. Tulisan 'Warjok Asli- Authentic Indonesian Food' menghiasi dinding. Sebuah becak penuh berisi kelapa muda berada tepat didepannya, seolah menyambut pengunjung. Di sebelahnya persis terdapat counter yang menyerupai warung dengan deretan kaleng-kaleng kerupuk, stoples-stoples berisi cincau, kolang-kaling dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan di dalam resto ternyata sama memikatnya. Berbagai pernak-pernik jaman baheula menghiasi tiap sudut ruangan. Sebuah jam tua yang persis seperti di rumah kakek saya tampak diantara foto-foto hitam putih yang tertata apik di dinding. Belum lagi aneka pernak-pernik seperti setrika arang, kaleng-kaleng kerupuk, hingga lampu-lampu gantung model kuno membuat suasana jadoel tempat ini semakin kental.
Menu yang ditawarkan 'Warjok' ini merupakan hidangan khas tradisional Indonesia. Meskipun sebagian besar berasal merupakan menu khas Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti lontong cap go meh, gudeg, rawon, dan nasi bogana. Jika ingin yang ringan-rongan ada camilan tradisional yang bisa dicoba seperti pisang goreng/bakar, rujak, serabi kuah, dll. Sedangkan sebagai pelepas dahaga ada aneka jus segar, es kelapa, es tape ketan, hingga wedang jahe yang ditawarkan mulai dari harga Rp 7.500,00 - Rp 26.000,00.
Tak lama sang pelayan berkebaya encim, kembali menghampiri dengan nampan berisi minuman pesanan kami. Es Cincau Hijau pesanan saya tampil dengan siraman santan dan sirup merah yang cerah. Wah, sudah lama juga saya tidak mencicipi es yang terbilang kuno ini. Nyoss... hmm sueger! cincau hijau plus sirop merah yang segar seketika membuat adem tenggorokan.
Kenikmatan menyeruput minuman disela saat Nasi Rawon, Patin Bakar Colo-colo, Nasi Bogana, dan Seporsi Sate Kambing pesanan kami tiba. Pertama-tama Rawon dihidangkan dalam mangkuk plus dengan tauge dan telur asin yang disajikan dalam wadah terpisah. Rawon yang asli Jawa Timur ini memiliki ciri khas kuah hitam pekat yang berasal dari kluwek.
Setelah mencampurkan tauge dan sambal pada kuah, barulah saya mencicipinya. Hmm... kuah rawon yang pekat ini agak kental. Meskipun begitu dagingnya sangat empuk, membuat saya tak kesulitan saat mengunyahnya nyam nyam...
Sedangkan nasi bogana yang merupakan nasi rames khas Tegal ini tidak dibungkus dengan daun pisang seperti bayangan saya. Nasi putih ini disuguhkan dengan menggunakan anyaman bambu yang dialasi daun pisang. Tampak aneka lauk-pauk seperti sambal goreng udang, sambal ati yang diiris dadu, sayur labu, telur pindang, dan suiran ayam dengan porsi mungil ditata mengelilingi nasi. Sayangnya nasi bogana terasa kurang pas rasanya. Beberapa lauk seperti sambal udang dan ati agak terasa hambar di lidah.
Akhirnya saya beralih mencicipi sate kambing yang tampak menggoda. Seporsi sate kambing yang berisi 5 tusuk sate itu disajikan dengan bumbu kecap plus dengan irisan tomat, cabai rawit dan bawang. Daging kambing ditusuk bersilang-silang dengan irisan bawang.
Setelah melumurinya dengan kecap, sepotong daging kambing langsung lenyap ke dalam mulut. Sekali lagi saya kecewa, saat mengunyah dagingnya terasa mengalami perlawanan di mulut.
Namun untunglah kemudian kekecewaan kami ditebus saat mencicipi ikan patin bakar. Ikan patin ini berukuran sedang dengan topping berupa irisan cabe rawit dan tomat. Ikannya sangat fresh, terbukti saat teman saya yang tak menyukai hidangan ikan karena bau amisnya yang kadang menggangu, kini menyantapnya dengan lahap.
Tak seperti warung pada umumnya yang murah-meriah. Untuk menikmati hidangan di Waroeng Podjok ini kami harus merogoh kocek cukup dalam. Seporsi sate kambing dihargai Rp 20.000, Nasi Bogana Rp 39.500, Nasi Rawon Rp 33.000,00 dan Rp 37.500,00 untuk Patin Colo-colo.
Warjok Asli
Grand Indonesia
East Mall Garden District Level 3A
Jl. MH. Thamrin No.1, Jakarta
Telp: 021-23580961-62
Range Harga: Rp 7.500,00 - Rp 59.500,00.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN