Bersantap Kalbi Bak Dijamu Nyonya Korea

Bersantap Kalbi Bak Dijamu Nyonya Korea

- detikFood
Kamis, 11 Des 2008 15:10 WIB
Jakarta - Bau harum daging panggang yang mendesis di atas panggangan menggelitik hidung dan membuat perut semakin kemerucuk lapar. Di atas meja kimchee, kalbi dan Sundubu Chige yang kemepul panas, sungguh mengugah selera. Sore itu kami pun bak dijamu oleh nyonya Korea!

Saat melintas di depan restoran bergaya Korea ini saya jadi teringat dengan film Jewel in The Palace atau Gourmet, film-film Korea yang mengemas kuliner Korea menjadi suguhan yang luar biasa. Teringat akan kedua film tersebut saya pun jadi membayangkan ingin merasakan lezatnya bulgogi dan sup Korea. Hmm... nyummy pastinya!

Ya, 'Seoul Japanese Restaurant' itulah nama restoran yang terletak di area Taman Sari, Lippo Karawachi ini. Sesuai namanya tempat ini merupakan taman yang dipenuhi oleh pepohonan dengan bentuk melingkar. Dimana di sekelilingnya terdapat berbagai tempat bersantap baik restoran maupun food court yang malam itu cukup ramai meskipun rintik-rintik hujan mulai turun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Restoran bergaya ala rumah tradisional Korea ini terletak di salah satu sudut Taman Sari. Kami pun disambut oleh sebuah pintu ganda dari kayu yang cukup besar. Bagian dalam restoran berpadu antara sentuhan tradisional dan modern. Hal itu tampak pada dinding dan kursi yang semua menggunakan unsur kayu sedangkan lantainya menggunakan keramik dan terdapat TV flat di sudut ruangan yang menyuguhkan drama Korea.

Setiap meja dilengkapi dengan sebuah kompor gas portable dan peralatan makan. Area bersantapnya sendiri dibagi menjadi dua, yaitu area yang dining biasa dan tatami yang berada di sisi kanan. Area tatami ini dibuat seperti rumah panggung, disekat oleh dinding-dinding kayu dan tertutup rapat, sehingga berkesan lebih privat.

Menu utama di resto ini sendiri adalah BBQ (kalbi). Sebut saja Bulgogi yang merupakan daging sapi panggang yang dilumuri saus khas Korea, Useol Gui yaitu lidah sapi panggang, dan Yangnyem Kalbi. Sedangkan menu lainnya ada Yukgejang untuk sup sapi pedas, Ramen Soup, Dolsot Bibimbap, Yeomso Suyuk bagi penyuka daging kambing, dan beberapa menu Jepang seperti sushi.

Yangnyem Kalbi
yang merupakan rusuk sapi panggang yang dilumuri oleh Saus Korea langsung menjadi pilihan. Tak lengkap rasanya menikmati hidangan ini tanpa dilengkapi sup, maka Sundubu Chige menjadi pilihan.

Tak lama berbagai aneka hidangan sampingan sebagai pendamping menu utama atau yang dikenal dengan sebutan 'banchan' dihidangkan di hadapan kami. Aneka jenis kimchee, teri, dan hidangan pelengkap Kalbi seperti wortel, bawang putih, cabai hijau, irisan timun, selada dan daun kenip yang disajikan dalam mangkuk-mangkuk mungil. Menurut sang pelayan, menu sampingan ini sudah termasuk paket yang dihidangkan jika memesan salah satu menu utama.

Kimchee sendiri merupakan salah satu makanan Korea yang cukup populer. Kimchee ini dibuat dari aneka sayuran, namun di Korea sendiri kimchee lebih sering dibuat dengan menggunakan sawi putih dan lobak (lebih sering sesuai musim). Awalnya kimchee hanya dibuat dengan proses digarami atau diasinkan, namun seiring waktu kimchee dapat dibuat melalui proses fermentasi.

Tak lama desisan daging yang dipanggang di hadapan kami sudah menyita seluruh perhatian kami. Daging iga ini diiris tipis dan ada pula yang disayat tipis tetap dengan tulangnya berwarna kecokelatan. Sang pelayan dengan sigap membantu kami memanggang daging. Selain daging, ada jamur dan bawang bombay yang juga ikut dipanggang. Hmm... bau harum seketika menyeruak sungguh membangkitkan selera!

Sengaja kami memanggang daging ini tidak terlalu matang, agar dagingnya tetap empuk dan juicy. Serpihan karamel kecokelatan di sisinya menggoda kami untuk segera mencicipinya nyam nyam... Teringat pada film Korea yang menampilkan adegan menyantap Kalbi ini saya pun segera mencoba mempraktekannya.

Dengan sumpit stainless stell, sehelai daun selada dan daun kenip ditaruh di atas tangan. Seiris bawang putih dan cabai hijau plus ditaruh diatasnya dan dilipat kecil dan langsung disuapkan ke dalam mulut. Hmm... selada yang renyah dan segar berpadu serasi dengan rasa gurih manis daging sapi. Sungguh lezat, saya pun jadi ketagihan dibuatnya!

Sundubu Chige sendiri disajikan dalam mangkuk batu panas berwarna hitam. Jadi meskipun didiamkan lama, sup ini masih tetap terjaga kehangatannya. 'Sundubu' atau 'dubu' merupakan bahasa Korea yang berarti tahu, jadi sebenarnya hidangan ini merupakan sup tahu. Kuahnya berwarna kemerahan dan terlihat pedas, persis seperti yang pernah saya lihat di film-film Korea. Hmm... tapi kayak apa ya rasanya?

Sup ini terdiri atas tahu sutera yang dipotong segi empat, sedang. Sebagai pelengkapnya ada irisan daging, telur, irisan lobak, dan daun bawang. Slurpp... hirupan pertama langsung menghangatkan tenggorokan dan tubuh kami yang dingin. Hmm.. pesanan ini sungguh cocok mengingat gerimis dan cuaca tak bersahabat diluar sana.

Meskipun sup berwarna semburat kemerahan namun rasanya agak sedikit tawar dan terdapat jejak pedas. Untuk menyantapnya kami ditemani seporsi nasi putih yang ditaruh dalam mangkuk stainless stell. Nasinya juga tampak beda, lebih lembut dan lengket mirip seperti ketan namun rasanya enak sekali. Wah wah... saya pun jadi serasa bersantap seperti di negeri asalnya sana.

Untuk menyantap kesemua hidangan ini kami memang harus merogoh kocek cukup dalam. Seporsi Kalbi dihargai Rp 120.000,00 - Rp 170.000,00, sedangkan Sundubu Chige dihargai Rp 65.000,00. Namun bagi Anda yang ingin merasakan hidangan home cooking ala Korea, tak ada salahnya untuk mencicipi kuliner Korea yang istimewa ini!

Seoul Japanese Restaurant
Boulevard Palem Raya #2809
Lippo Karawaci 1200, Tangerang
Telp: 021-5460845/5460840
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads