detikfood

Rabu, 17/05/2017 14:23 WIB

Peringati 'RISING 50', Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang Michelin

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Peringati RISING 50, Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang Michelin Foto: FB Candlenut
Tahun emas hubungan bilateral Indonesia dan Singapura diperingati dengan santap malam spesial. Hidangan peranakan dari resto bintang michelin jadi suguhan.

Hubungan bilateral Indonesia dan Singapura dimulai 7 September 1967. Kedua negara menjalin hubungan sangat erat di berbagai bidang. Menandai 50 tahun hubungan ini, menteri luar negeri Singapura Dr. Vivian Balakrishnan dan menteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi meluncurkan tagline RISING 50. Singkatan dari RI Singapura 50 tahun.

Perkenalan 'RISING 50' ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan ditutup dengan jamuan makan malam dengan hidangan buatan chef Malcolm Lee di Bali Room, hotel Indoensia Kempinski, Selasa (16/5).

Peringati 'RISING 50' Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang MichelinFoto: comodempsey

Menu santap malam disiapkan langsung oleh chef dan pemilij restoran Candlenut Singapura. Restoran ini meraih penghargaan sebagai restoran peranakan pertama yang meraih bintang Michelin.

'Makan bagi orang Singapura merupakan hiburan. Demikian juga orang Indonesia. Makanan peranakan menunjukkan adanya persamaan budaya kedua negara. Jauh sebelum ada hubungan dipromatik kedua negara,' ungkap duta besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumarnayar dalam sambutannya.

Peringati 'RISING 50' Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang MichelinFoto: detikfood

Set menu yang terdiri dari 6 hidangan, dipilih oleh chef Malcolm Lee dari menu Candlenut. Diawali dengan sajian Kue Pie Tee with Cran 'Yeye' Curry dan Roti Jala with Beef Rendang sebagai pembuka. Perpaduan menu gaya China, Melayu dan India ini kemudian disusul dengan Nyonya Laksa.

Racikan laksa Singapura gaya Katong ini berkuah santan kental dengan rasa ebi dan udnag yang kuat. Diberi keju parmesan yang dipanggang kering dan bubuk daun kari sebagai toppingnya. Laksa, hidangan ikonik Singapura ini diberi sentuhan unik tanpa mengurangi rasa pekat aslinya.

Peringati 'RISING 50' Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang MichelinFoto: detikfood

Hidangan ikonik peranakan yang lain, Pong Tahua yang didapat dari kuliner China. Bakso kepiting, udang dan tofu yang besar renyah ini direndam kaldu udang yang pekat dengan irisan rebung sebagai pelengkapnya.

Nasi goreng buah keluak yang jadi andalan 'Candlenut' disajikan dengan topping ayam panggang berbalut sambal. Keluak yang pekat dengan rasa 'earthy' jadi ciri khas hidangan peranakan. Memberi rasa unik pada nasi goreng ini.

Peringati 'RISING 50' Singapura Hadirkan Chef dari Resto Peranakan Bintang MichelinFoto: detikfood

Sajian ditutup dengan Cendol Cream khas Candlenut. Panna cotta santan yang lembut creamy dilengkapi dengan saus gula merah dengan topping cendol. Sentuhan rasa Melayu yang legit dan sempurna sebagai penutup.

Seperti diharapkan oleh Menteri Komunikasi Informatika, Rudiantara, dalam sambutannya, makanan bisa jadi pengikat hubugan bilateral. Santap malam menu peranakan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan.

Santap malam ini dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata, Amri Yahya, mantan ketua umum Golkar, Akbar Tanjung, CEO Utama CT Corp Chairul Tanjung, Sandiaga Uno dan sejumlah tokoh penting lainnya.
(odi/odi)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan