detikfood

Selasa, 25/04/2017 18:04 WIB

Ragam Sate Populer

Sate Taichan Gurih Pedas dengan Balutan Sambal yang Masih Diminati

Maya Safira - detikFood
Sate Taichan Gurih Pedas dengan Balutan Sambal yang Masih Diminati Foto: Detikfood
Sejak tahun lalu, sate taichan ramai jadi perbincangan. Bukan tanpa alasan, sate ini tampil berbeda dengan pemakaian sambal sebagai ganti bumbu kacang.

Tahun 2016, sate taichan mulai jadi tren. Peminatnya pun masih banyak hingga kini. Padahal sate ayam itu punya tampilan sederhana. Warnanya putih dengan citarasa gurih. Keunikannya terletak pada pendamping sambal.

"Sate taichan sebenarnya bisa enak juga karena orang Indonesia doyan pedas. Asal satenya jangan kering saja. Karena taste ayam penting banget," tutur chef Stefu Santoso kepada Detikfood (25/4) saat ditanyai pendapat mengenai sate ini.

Usaha sate taichan kemudian tersebar di kota-kota besar. Di Jakarta saja bisa ditemui di Tebet, Senayan, Kelapa Gading dan banyak wilayah lainnya.

Salah satu tempat sate taichan populer ada di kawasan Senayan. Mulai pukul 20.00-04.00, sisi kanan dan kiri jalan Asia Afrika Senayan ramai dengan pedagang sate taichan. Ada puluhan penjual berjejer di sana.

Sate Taichan dengan Balutan Sambal yang Masih DiminatiFoto: Detikfood


"Di sini mungkin ada sekitar 100 penjual ya," ungkap salah satu pedagang sate taichan saat ditemui di Senayan.

Sebenarnya dari satu penjual dengan penjual lain tidak ada perbedaan mencolok. Sate dibuat dengan isi potongan daging dan selipan kulit ayam.

Rata-rata penjual membumbui sate taichan dengan campuran minyak sayur, jeruk nipis dan penyedap. "Ini dibakar setengah matang. Nanti kalau ada pembeli tinggal dibakar sampai matang," tutur penjual dari sate taichan Mas Putra.

Tekstur sate umumnya punya permukaan agak kering renyah. Sementara bagian dalam cukup empuk gurih.

Sate Taichan dengan Balutan Sambal yang Masih DiminatiFoto: Detikfood


Ketika akan disajikan, sate diberi guyuran sambal merah dan taburan penyedap. Racikan sambal tiap penjual cenderung berbeda. Ada yang rasanya sangat pedas, tapi ada juga yang pedasnya ringan.

Di sate taichan Mas Putra, rasa sambal tidak terlalu pedas. Penjual di sini membuat racikan yang terinspirasi sambal krosak khas Kebumen, daerah asalnya.

"Bumbu ini seperti krosak dari Kebumen. Jadi cabe dicampur bawang putih, bawang merah," kata penjual yang tak mau menyebut namanya itu.

Sate Taichan dengan Balutan Sambal yang Masih DiminatiFoto: Detikfood


Selain sambal, sate dilengkapi potongan jeruk nipis di atas piring. Namun terdapat juga penjual yang langsung memeras jeruk nipis ke atas sambal dan sate. Sate pun punya citarasa paduan pedas, gurih dan asam segar.

Satu porsi sate dengan 10 tusuk rata-rata dijual pedagang dengan kisaran harga Rp 20.000-Rp 25.000. Tambahan lontong dihargai Rp 5.000.

Mengenai banyaknya penjual sate, pedagang di sana mengaku tidak khawatir dagangannya tidak laku.

"Saya nggak takut nggak laku. Karena sate taichan lagi booming jadi pasti ada aja yang makan. Buktinya buka setiap hari sampai subuh," ujar penjual dari sate taichan Mas Putra yang mengaku bisa jual 1.000 tusuk tiap harinya.

Sate Taichan dengan Balutan Sambal yang Masih DiminatiFoto: Detikfood


Di Senayan, sate taichan 87 Bang Ocit termasuk yang paling ramai pembeli. Bisa terlihat orang-orang memenuhi area makan dan tempat menyiapkan sate.

Antrean pembeli saja bisa sampai 1 jam atau lebih untuk mendapat sate daging ayam bercampur kulit itu. Karena pemesan kadang membeli dalam jumlah banyak.

Tiap ada yang datang, mereka perlu mencatat nama dan jumlah pesanan di kertas. Kemudian jika sate sudah selesai akan dipanggil namanya memakai pengeras suara.

Di tempat Bang Ocit, pembeli bebas mengambil sambal untuk sate sesuai keinginan. Mengenai rasanya, sambal cenderung pedas. Mungkin ini yang membuat satenya punya banyak peminat.

Mau lihat bagaimana sate taichan yang ada di Senayan? Lihat dulu video ini.


(odi/msa)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan