detikfood

Senin, 20/03/2017 11:08 WIB

Lewat 'Ngopi Saraosna' Gubernur Aher Ajak Masyarakat Sering Ngopi Lokal

Tri Ispranoto - detikFood
Lewat Ngopi Saraosna Gubernur Aher Ajak Masyarakat Sering Ngopi Lokal Foto: Detikcom
Tak ada yang tahu jika 6 dari 20 kopi terbaik di dunia berasal dari Jawa Barat. Termasuk kopi dari gunung Puntang yang mendunia.

Biji kopi yang ditanam di pegunungan Puntang berhasil menjadi juara dunia dalam salah satu festival internasional. Festival kopi dunia ini digelar di Atlanta 2016 silam.

Untuk lebih mempromosikan kopi khas daerah, Pemerintah provinsi Jabar bersama para petani kopi menggelar sebuah acara bernama Ngopi Saraosna. Bertempat di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (19/3/2017).

Lewat 'Ngopi Saraosna' Gubernur Aher Ajak Masyarakat Sering Ngopi LokalFoto: Detikcom


Sesuai namanya yang berarti 'ngopi gratis', para pengunjung bisa menikmati sajian kopi dari 30 stand gratis.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengungkapkan, Jabar sejak dulu dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia dengan sebutan Java Preanger Coffe. Namun sekitar tahun 1922 para petani di Jabar sempat terpuruk karena tanaman kopi punah akibat serangan hama penyakit kopi.

"Belakangan ini kopi di Jabar semakin dikenal lagi. Dan bahkan berhasil menduduki posisi 1, 2, 4, 9, 11, dan 17 dunia," jelas Aher sapaan akrab sang gubernur saat ditemui detikcom (19/3) di sela-sela acara.

Selain didukung oleh tanah yang subur, bibit kopi Jabar yang pertama kali ditanam berasal dari bibit terbaik di dunia yakni asal Kenya. Sementara kebanyakan daerah lain mendapat bibit yang sama dari Kenya namun hasil pembibitan dari negara lain seperti Timur Tengah.

Peningkatan kualitas itu pun kini telah didukung dengan program pemerintah berupa pemberian lima juta bibit unggul yang telah lulus sertifikasi pada tahun 2016 lalu. Bibit tersebut akan berbuah sekitar satu tahun sehingga di akhir 2017 nanti bisa dipanen.

Lewat 'Ngopi Saraosna' Gubernur Aher Ajak Masyarakat Sering Ngopi LokalFoto: Detikcom


"Insyaallah bibit kopi yang kita bagikan unggulan dan sudah tersertifikasi. Selain bantuan bibit kita juga akan terus bantu advokasi petani kopi pasca panen agar harga jual yang mereka peroleh bisa sesuai," ungkapnya.

Kopi diharapkan tidak hanya membantu perekonomian warga. Karena nilai jual dan kualitasnya yang mampu bersaing di Internasional. Namun kopi pun bisa membantu konservasi di Jabar agar lahan hijau tetap ada dan terjaga dengan baik. Terutama di dataran tinggi yang sudah diberi tanaman tegak sebelumnya.

Dalam acara itu pun Aher didampingi sang istri, Netty Prasetiyani, dan Wagub Jabar, Deddy Mizwar yang turut 'berkampanye' agar masyarakat gemar minum kopi. Menurut Aher kopi jika dipilih dan dibuat dalam proses yang baik maka akan sangat berkhasiat salah satunya sebagai pencegah penyakit alzheimer dan jantung.

"Mulai sekarang kita minum kopi giling bukan kopi yang digunting," ujarnya.

Dari pantauan detikcom di acara itu sebanyak 30 stand dengan berbagai merek dan daerah menyajikan kopi-kopi unggulannya. Selain bisa menyicipi kopi gratis di setiap stand, pengunjung yang datang pun bisa membeli produk yang dijual.

Dimerihakan pula sesi talkshow bersama para pakar kopi yang membahas topik 'biar kopi bernilai tinggi'.
(odi/msa)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan