detikfood

Senin, 06/03/2017 05:38 WIB

Meski Berselimut Jamur, Keju Camembert Aman Dimakan dan Kaya Nutrisi

Sonia Permata Basoni - detikFood
Meski Berselimut Jamur, Keju Camembert Aman Dimakan dan Kaya Nutrisi Foto: Getty Images
Teksturnya creamy lembut dan keju ini mirip keju Brie. Maklum saja karena resep keju Camembert berasal dari keju Brie.

Walau sama-sama terbuat dari susu sapi segar, tapi masih banyak orang yang sulit membedakan antara keju Brie dan Camembert.

Dilansir dari Wholefoodsmarket (1/8/2015), Camembert sudah dibuat sejak tahun 1971 oleh seorang pendeta dari desa Brie, Prancis. Ia memberikan resep keju kepada Maria Harel, seorang penduduk di desa Normandy karena telah menampungnya selama di Camembert. Kemudian Maria mulai memproduksi keju ini secara masal, hingga nama keju ini dikenal dengan nama keju Camembert.

Yummy! Meski Berselimut Jamur, Keju Camembert Aman Dimakan dan Kaya NutrisiFoto: Getty Images

Keju ini terbuat dari susu sapi mentah, melalui beberapa tahapan dengan bantuan bakteri dan jamur pennicilium candidum. Kemudian keju ini direndam dalam air garam selama beberapa belas menit untuk menambah rasa dalam keju.

Proses ini memakan waktu hingga tiga minggu. Sementara keju Camembert ini terkenal dengan lapisan jamur putih yang menutupi seluruh permukaan keju yang biasanya berbentuk bundar. Tak usah khawatir walau ditutupi dengan jamur namun keju Camembert ini aman dikonsumsi.

"Proses pertumbuhan jamur atau mould ini memang proses yang alami dalam membuat keju Camembert yang segar. Fungsi jamur untuk menambah citarasa khas dari keju. Rasa asin, creamy, dan meleleh di setiap gigitannya," ujar Darmayanto Setywan selaku Head of Diary Manufacturing, PT. Greenfields Indonesia, yang ditemui pada saat peluncuran produk Greenfields Camembert Cheese.

Dulu, keju ini memiliki kulit berwarna biru abu-abu dengan bintik-bintik cokelat akibat jamur. Namun seiring perkembangan teknologi pangan, kulit keju Camembert kini dibuat menjadi putih.

Yummy! Meski Berselimut Jamur, Keju Camembert Aman Dimakan dan Kaya NutrisiFoto: Getty Images

Rasa khas keju Camembert disebabkan oleh kandungan ammonia, succinic acid, dan garam. Keju ini mengandung 24% lemak, sehingga tidak disarankan bagi orang yang sedang menjalani program diet lemak.

Keju Camembert sebaiknya disajikan pada suhu ruang. Karena jika terlalu dingin, keju ini mudah patah. Sebaliknya, dalam udara panas, keju ini cepat meleleh. Keju Camembert cocok dinikmati bersama red wine seperti Red Bordeaux atau Beaujolais. Selain itu, keju ini bisa juga dimakan dengan roti dan daging serta makanan lainnya.
(odi/odi)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close