detikfood
Jumat, 17/02/2017 12:16 WIB

Supermarket Ini Diboikot Karena Tetap Menjual Wine 'Trump'

Annisa Trimirasti - detikFood
Supermarket Ini Diboikot Karena Tetap Menjual Wine Trump Foto: Uproxx
Masih menjual wine dari winery Donald Trump, Wegman Market diboikot massa. Namun supermarket tetap menjualnya.

Telah banyak bisnis waralaba di Amerika berhenti menjual produk milik keluarga Trump. Misalnya salah satu departement store berhenti menjual seri pakaian milik Ivanka Trump. Toko-toko lainnya juga ditekan melakukan hal sama pada produk Trump.

Salah satu jaringan supermarket di wilayah Timur Laut serta mid-Atlantic Amerika, Wegman Market, dikritik keras karena terus menjual wine 'Trump' di salah satu toko cabangnya di Virginia.

Supermarket Ini Diboikot Karena Tetap Menjual Wine 'Trump'Foto: Uproxx
Aksi boikot Wegman ini dipimpin oleh individu atau grup-grup non-profit seperti grup Stop Trump Wine, lapor dailymeal.com (16/2/17).

"Mari tunjukkan lewat aksi ekonomi bahwa warga dan pemilik bisnis di Charlottesville, Virginia tidak akan mendukung kebencian yang dianut oleh Eric Trump (anak Donald Trump dan pemilik Trump Winery) dan orang-orang seperti dia," tulis webstite grup pemboikot.

"Kami tidak akan berhenti memboikot sampai Donald dan Eric Trump berhenti mendukung dan menjalankan kebijakan penuh kebencian, dan secara terbuka berjanji untuk menjaga dan melindungi hak dari seluruh orang Amerika, terutama orang kulit berwarna, LGBTQ, Muslim, imigran, dan wanita," penyataan yang tertulis pada website tersebut.

Meskipun diprotes keras, Wegman menolak untuk mundur. Juru bicara Wegman, Jo Natale mengatakan bahwa bagaimana kinerja produknya adalah satu-satunya pengukuran mereka untuk tetap membiarkannya ada di rak supermarket atau ditarik.

Supermarket Ini Diboikot Karena Tetap Menjual Wine 'Trump'Foto: Twitter
"Pembeli perorangan yang merasa setuju dengan masalah tersebut bisa menunjukkannya dengan tolak beli produk kami. Saat cukup orang melakukan hal yang sama, kami berhenti menjual produk tersebut demi kepentingan kelompok terbanyak, " jelas Natale.

Trump Winery telah diberitakan pada Desember setelah mengajukan 6 aplikasi visa untuk pekerja imigran. Aksi tersebut tampak bertentangan dengan kebijakan ketenagakerjaan dan imigrasi Trump sebelumnya.

Sebelumnya, juga telah banyak aksi penolakan Trump yang dilakukan para pelaku kuliner seperti chef Anthony Bourdain yang tidak ingin makan di restoran Trump. Juga ada restoran yang mengenakan biaya lebih mahal bagi pendukung Trump.
(odi/ani)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan