detikfood

Rabu, 23/11/2016 14:38 WIB

Alergi Makanan pada Anak Bisa Jadi Karena Faktor Ras dan Etnis

Annisa Trimirasti - detikFood
Alergi Makanan pada Anak Bisa Jadi Karena Faktor Ras dan Etnis Foto: Getty Images
Alergi makanan pada anak sering ditangani dengan cara sama. Sebuah studi menemukan faktor etnis dan ras ikut berperan pada alergi tersebut.

Alergi makanan adalah respon sistem kekebalan tubuh akan makanan tertentu. Beberapa bahan kimia pun disebut sebagai penyebab utama alergi.

Gejala alergi biasa ditandai dengan mual, muntah, ruam kulit, atau mata dan hidung berair. Jangka waktu munculnya gejala pun beragam pada tiap orang, bisa langsung atau beberapa jam kemudian.

Alergi sering terjadi pada anak di seluruh dunia. Sebuah studi di Amerika menemukan ras dan etnis punya pengaruh pada tipe makanan apa yang menyebabkan alergi pada anak.

Alergi Makanan pada Anak Bisa Jadi Karena Faktor Ras dan EtnisFoto: Getty Images
Studi menyebutkan anak berkulit hitam dan Hispanik lebih mungkin alergi pada jagung, kerang, dan ikan daripada anak berkulit putih.

Studi ini juga menemukan, dibandingkan dengan anak kulit putih, anak kulit hitam punya tingkat asma, eksim, dan alergi pada gandum juga kedelai lebih tinggi.

Studi dilakukan pada 817 anak yang didiagnosa alergi makanan. Umur pasien bervariasi dari baru lahir sampai usia 18 tahun. Hasil menunjukkan bahwa ras dan etnis adalah faktor penting bagaimana orang mengalami alergi makanan.

Alergi Makanan pada Anak Bisa Jadi Karena Faktor Ras dan EtnisFoto: Getty Images
Alergi makanan adalah kondisi umum di Amerika, tapi sedikit yang tahu tentang karakteristik juga tingkat keparahannya pada kelompok ras minoritas.

"Tujuan kami adalah untuk mengkarakterisasi akibat makanan terkait alergi pada anak-anak dan untuk mengidentifikasi kesenjangan penggunakan layanan kesehatan antara ras Afrika-Amerika dan anak kulit putih yang sama-sama mengalami alergi makanan, " ujar pimpinan penelitian, Dr. Mahboobeh Mahdavinia, ahli alergi di Rush University, Chicago.

Delapan persen anak di AS mengalami alergi makanan dan biaya kesehatan tahunan diperkirakan mencapai $24,8 billion atau Rp. 330 trilliun.

Alergi Makanan pada Anak Bisa Jadi Karena Faktor Ras dan EtnisFoto: Getty Images
Kacang kulit ditemukan sebagai makanan pemicu alergi paling umum pada ketiga kelompok ras tersebut. Satu-satunya alergi makanan yang lebih umum pada anak kulit putih dari anak kulit hitam dan Hispanik adalah tree nuts, termasuk kacang Brazil, cashew atau kacang mete dan pecan.

Perhatian utama dalam studi termasuk pada ras Afrika-Amerika dan Hispanik yang punya reaksi alergi lebih tinggi dari anak kulit putih. Oleh karena itu mereka juga punya peluang lebih tingi untuk dirawat di ruang gawat darurat.

"Kami perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi alergi dan kepekaan terhadap makanan pada semua jenis ras dan etnis. Sehingga kami bisa mengembangkan program pendidikan budaya sensitif dan efektif untuk meningkatkan hasil jelas dan lengkap tentang alergi makanan anak," tutup Mahdavinia dikutip dari upi.com (22/11/16). Studi ini dipublikasikan pada 21 Novemer 2016 di Journal of Allergy and Clinical Immunology.
(odi/lus)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan