detikfood

Jumat, 23/09/2016 17:31 WIB

Sambal Cuk Surabaya: Uenake Rek! Cabe Ulek Kemasan Ikan Roa Asap dan Ikan Asin Klotok

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Sambal Cuk Surabaya: Uenake Rek! Cabe Ulek Kemasan Ikan Roa Asap dan Ikan Asin Klotok Foto: detikFood
Sambal asli Surabaya ini punya banyak varian. Termasuk sambal roa asap dan klotok pete dengan rasa pedas gurih.

Makan terasa makin nikmat jika ditemani sambal. Tendangan rasa pedas cabai mampu meningkatkan cita rasa lauk sekaligus menambah semangat makan. Kini sambal kemasanpun kerap jadi pilihan karena lebih praktis.

Menelusuri pencarian sambal kemasan di Instagram, kami mendapati Sambal Cuk Surabaya. Produk dengan tagline "Sambal Anak Negeri, Kebanggaan Jawa Timur untuk Indonesia" ini menawarkan belasan varian sambal.

Diantaranya sambal bawang, korek bebek Madura, ijo teri Medan, udang ebi, ikan asin klotok, original cabai, bajak, bawang pete, klotok pete, roa asap, rica tuna asap, dan matah Bali. Harga tiap sambal berkisar antara Rp 22.000-27.000, bergantung pada variannya.


Kami tertarik memesan 6 varian sambal yang diproduksi di Surabaya ini. Termasuk sambal roa asap (Rp 27.000), klotok pete (Rp 24.000), matah Bali (Rp 24.000), original cabai, cabai jeruk nipis, dan ijo teri Medan seharga masing-masing Rp 22.000.

Kemasan Sambal Cuk Surabaya begitu steril. Dalam jar plastik tebal, sambal seberat 135 gram dilapisi tutup kaleng stainles steel dan plastik. Mirip kemasan makanan kaleng komersial di supermarket.

Selain cabai rawit, Sambal Cuk Surabaya diracik dari bawang merah, bawang putih, minyak nabati, dan garam. Namun pengolahan tiap varian sambal dilakukan sendiri-sendiri.

Adalah Mujiati, wanita asal Surabaya yang memulai usaha sambal ini 6 tahun lalu. Saat dihubungi detikFood (23/9), Mujiati mengatakan tertarik berbisnis sambal karena kecintaan masyarakat Indonesia akan sambal.


"Karena orang Indonesia penyuka makan pedas. Makan 3 kali sehari, yang dicari pasti sambal. Pasarnya sudah jelas dan bahan baku mudah dicari," tutur Mujiati.

Pemilihan nama Cuk sendiri tidak berkonotasi negatif seperti ungkapan khas arek Suroboyo. Tetapi Mujiati mengaku terinspirasi hal tersebut. "Cuk itu adalah akronim dari Cabe Uleg Kemasan."

Sambal roa asap ditandai dengan stiker merah muda. Warnanya merah kecokelatan dengan genangan minyak oranye di permukaan. Hmmm... Aroma asap khas ikan roa tercium kuat dari sambal ini!


Rasa pedasnya nendang dengan sensasi aroma dan rasa ikan roa asap yang khas. Sepertinya ikan roa sudah digiling bersama adonan sambal sehingga tidak terlihat potongan utuh ikan roa.

Sambal klotok pete memadukan pete dan gurihnya ikan asin. Ditandai dengan stiker cokelat, warna sambal ini merah namun tak terlalu gelap. Begitu dibuka, aroma khas pete tercium samar-samar.


Nampak irisan kecil pete tersebar diantara sambal. Namun untuk ikan asin klotoknya tidak terlihat. Sambal ini terasa cukup pedas dengan selingan rasa pete dan ikan asin yang gurih ringan. Kress... Petenya empuk dan tidak pahit. Pasti jadi favorit pencinta pete!

Jika biasanya sambal matah diracik dari bahan-bahan segar, Sambal Cuk Surabaya membuatnya dalam versi kemasan. Ada aroma khas jeruk limau yang tercium kuat dari sambal merah kecokelatan ini.

Rempah-rempahnya begitu terasa dengan paduan jejak rasa bawang merah dan bawang putih yang kuat. Namun rasa pedas cabai tentunya masih lebih dominan.


Kalau mau sambal tradisional, coba racikan sambal original cabai. Karena dibuat hanya dengan cabai segar, aroma pedasnya lebih menusuk dibanding sambal varian lain.

Biji cabainyapun terlihat lebih banyak. Huahh! Sengatan pedasnya begitu kuat terasa. Sambal ini cocok untuk pencinta pedas.

Mirip dengan sambal original cabai, ada sambal chili lime atau cabai jeruk limau yang bisa dicoba. Dibuat dari paduan cabai dan jeruk limau sebagai bahan utamanya.


Aroma limau tericum samar-samar. Sepertinya berasal dari potongan limau yang dicampurkan dalam sambal. Soal rasa, tercecap pula rasa limau yang khas dengan selingan cabai pedas.

Tampilan sambal ijo teri Medan berbeda dari yang lain karena berwarna hijau. Sambal ini memang diracik dari cabai hijau.

Rasa pedasnya tak sekuat varian lain yang terbuat dari cabai merah. Tetapi tetap pedas dengan selingan teri Medan yang empuk gurih.

"Rata-rata setiap hari kami menghabiskan 100-200 kg cabai. Kami pakai cabai yang kadar airnya sedikit dan rasanya super pedas," tutur Mujiati.

Ia menjelaskan proses pembuatan sambal meliputi pensortiran bahan baku, penimbangan, pencucian, penggilingan, dan pemasakan serta pencampuran bahan.

Mujiati menambahkan, "Terakhir pengemasan di ruangan steril, penyimpanan, dan pendistribusian."

Untuk penyimpanan, Sambal Cuk Surabaya bisa bertahan sampai kurang lebih 1 tahun jika kemasannya belum dibuka dan disimpan di suhu ruang.


Jika sudah dibuka, sambal perlu dihabiskan dalam 2 hari atau disimpan dalam lemari es. "Sambal ini bisa bertahan lama karena dimasaknya lama, dikemas dalam kaleng kedap udara, dan diatur kadar asam serta suhunya," pungkas Mujiati.

Mengenai Sambal Cuk Surabaya lain yang banyak dijajakan via online, Mujiati mengatakan, "Kami produsennya langsung. Reseller kami tersebar dimana-mana seperti Jogjakarta, Jakarta, Kediri, Bali, dan lainnya. Kami memang tidak memberi aturan ketat pada sistem pemasarannya. Semua bebas berjualan via online."

Nah, penggemar sambal sebaiknya mencoba sambal kemasan praktis ini. Bisa jadi stok sambal praktis di rumah atau di kantor. Yuk, pesan!

Sambal Cuk Surabaya
WhatsApp: 083857866337
Web: www.sambalcuksurabaya.com
Instagram: sambal_cuk_surabaya

(odi/adr)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan