detikfood

Selasa, 21/06/2016 18:25 WIB

Benarkah 'Black Garlic' Lebih Sehat Dibanding Bawang Putih Biasa?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Benarkah Black Garlic Lebih Sehat Dibanding Bawang Putih Biasa? Foto: iStock
Bawang putih hitam (black garlic) disebut-sebut sebagai alternatif menyehatkan bawang putih biasa. Bawang putih ini mengandung antioksidan SAC yang bisa kurangi kerusakan sel.

Bawang putih dikenal memiliki sejumlah manfaat kesehatan, tetapi rasa dan aromanya yang menusuk membuat banyak orang tidak menyukainya. Kehadiran bawang putih hitam pun dipercaya bisa menjadi alternatif bawang putih biasa karena tidak menimbulkan bau mulut saat dikonsumsi.

Bawang putih hitam merupakan hasil fermentasi bawang putih. Untuk membuatnya, bawang ditaruh dalam tong yang telah dipanaskan dalam suhu tertentu selama beberapa hari.

Faktanya bawang hitam terbukti memiliki manfaat kesehatan dalam sejumlah studi pada hewan. Peneliti di Korea, misalnya, menemukan bawang putih hitam efektif membantu atasi kolesterol pada tikus. Sementara pada manusia, penelitian yang sama hanya sedikit.


Selain bawang putih hitam, produk bawang putih yang sudah dilayukan seperti Kyolic juga bermanfaat atasi sejumlah penyakit yang tidak bisa 'diatasi' oleh bawang putih hitam. Kyolic merupakan suplemen makanan produksi Wakunaga Pharmaceutical Co. di Jepang.

"Kyolic bahkan terbukti cukup kuat membantu kurangi penyebab faktor risiko jantung seperti kolesterol dan tekanan darah tinggi," ujar David L. Katz, Direktur Yale-Griffin Prevention Research Center di Universitas Yale, Amerika Serikat pada Wall Street Journal (20/6). Ia adalah peneliti independen yang tidak terkait sama sekali dengan Kyolic maupun produsennya, Wakunaga.

Dari fakta tersebut, sangat mungkin bahwa bawang putih hitam memiliki bahan aktif dan manfaat yang sama dengan Kyolic. "Tetapi semuanya tidak bisa dibuktikan sampai ada penelitian mengenai hal ini," ujar Ketua Departemen Ilmu Makanan dan Gizi di Universitas Florida, Susan S. Percival.

Sebelumnya ia melakukan penelitian yang menemukan Kyolic bantu kurangi pilek dan flu parah. Studi ini melibatkan 120 partisipan selama 3 bulan. Dipublikasikan di jurnal Clinical Nutrition serta dibiayai Wakunaga.

Kyolic dibuat dari bawang putih organik yang sudah diiris-iris kemudian dilayukan selama rata-rata 20 bulan di alkohol etanol. Hasil pelayuan ini lalu dibuat menjadi bubuk dan dimasukkan dalam kapsul. Produsen Kyolic merekomendasikan konsumsi 4 kapsul setiap hari.


Sementara bawang putih hitam dibuat dari bawang putih utuh yang dilayukan selama beberapa minggu atau bulan pada temperatur hangat. Jika bawang putih biasa dikenal dengan senyawa antimikroba bernama allicin, bawang putih hitam tidak mengandung allicin sehubungan proses pelayuan yang merusak senyawa ini.

Namun bawang putih hitam tinggi S-allyl cysteine atau SAC. Sebuah senyawa berbasis sulfur yang larut dalam air dan mudah dimetabolisme tubuh. SAC merupakan antioksidan, sejenis molekul yang diyakini mampu kurangi kerusakan sel.

Secara keseluruhan Kyolic menunjukkan hasil positif lebih konsisten daripada bawang putih segar dalam uji klinis. Hal tersebut disampaikan Matthew Budoff, seorang profesor di David Geffen School of Medicine di Universitas California, Los Angeles.

Mengenai hal ini, beberapa ilmuwan tetap skeptis mengenai klaim kesehatan semua jenis bawang putih. Leslie Cho selaku Kepala Kardiologi Preventif di Klinik Cleveland mengatakan orang-orang harus fokus pada sejumlah metode yang telah terbukti tingkatkan kesehatan jantung. Seperti diet tinggi serat, menjaga berat badan, berhenti merokok, dan rutin olahraga.

(odi/adr)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan