Rajin Makan Bayam dan Kunyit Bisa Pertajam Daya Ingat

Rajin Makan Bayam dan Kunyit Bisa Pertajam Daya Ingat

Christina Ambarrita - detikFood
Kamis, 18 Feb 2016 17:14 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Daya konsentrasi dan daya ingat sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Banyak bahan makanan yang punya kandungan nutrisi yang bisa memperkuat kinerja otak.

​Tak perlu suplemen mahal, bahan makanan sederhana seperti ​kunyit, cokelat, buah beri, hingga sayuran hijau dapat membantu mencegah kepikunan dan meningkatkan kemampuan​ ​otak.

1. Kunyit



Kunyit merupakan ​salah satu jenis rempah yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan dari India, Tiongkok, dan Asia Tenggara. Kunyit​ mengandung curcumin, ​sejenis antioksidan yang bisa memerangi inflamasi di dalam tubuh. Penelitian terbaru bahkan mengungkap jika kunyit dapat mempertajam daya ingat, karena biasanya orang yang mudah lupa ​cenderung punya​ gula darah tinggi.
​​
Peneliti dari Taiwan menguji cara kerja memori dengan memberikan tes kepada
​partisipan tanpa diabetes. Mereka memberi satu kapsul ekstrak kunyit. Sementara subyek lainnya diberikan kapsul ekstrak kayu manis. Enam jam kemudian para peneliti kembali memberikan tes kepada pa​rtisipan​.

​Hasilnya, orang yang mengonsumsi ekstrak kunyit memiliki daya ingat yang lebih baik dibanding yang lainnya. “Terjadi peningkatan cara kerja memori sebanyak 10 persen.
M​emang kunyit sangat bermanfaat,” ujar Mark Wahlqvist, MD, peneliti di Monash University, Australia.

Untuk men​dapat​ manfaat baik dari kunyit ini, ​tambahkan​ 1¼ sendok teh bubuk kunyit ke dalam masakan.
 
2. Bayam




Beberapa jenis sayuran hijau sudah digolongkan ke daam superfood. Martha Clare Morris, ScD, seorang ahli epidemiologi yang meneliti penyakit Alzheimer menganalis manfaat sayuran hijau terhadap daya ingat.

Ia melakukan serangkaian penelitian yang memantau pola makan dan kecerdasan kognitif terhadap 954 orang dalam lima tahun. Hasilnya, Martha dan timnya menemukan jika orang yang mengonsumsi dua porsi sayuran hijau per hari, memiliki kemampuan otak yang sama dengan orang yang usianya 10 tahun lebih muda dari mereka. Dibandingkan dengan yang tak suka mengonsumsi sayuran hijau.

​Nutrisi​ dalam sayuran hijau diketahui memberi proteksi agar daya ingat lebih panjang dan kandungan lutein, vitamin K, folate, dan beta karoten membantu meningkatkan fungsi otak. Karenanya mulailah rutin konsumsi sayuran hijau setiap harinya.

3. Cokelat



Cokelat dikenal kaya akan flavanol, senyawa antioksidan yang membantu memperlambat kepikunan akibat faktor usia.

​S​tudi di Columbia University, dilakukan penelitian selama tiga bulan terhadap partisipan yang berusia 50 hingga 69 tahun. Mereka dibagi ke dalam dua grup. Grup pertama mengonsumsi cokelat sebanyak 900 miligram per hari, dan grup kedua hanya mengonsumsi 10 miligram per hari.

Hasilnya, grup yang mengonsumsi cokelat dalam jumlah banyak dapat melalui tes memori dengan lebih baik.

Juga terjadi peningkatkan fungsi bagian dentate gyrus pada otak yang berperan dalam menyimpan memori.

Hal serupa terjadi dalam penelitian di Italia. Sempat dilakukan penelitian terhadap 90 orang lansia yang diminta mengonsumsi minuman cokelat. Para partisipan ini terbagi dalam tiga grup yang mengonsumsi cokelat kadar flavanol tinggi, sedang, dan rendah setiap hari selama 8​ minggu. Setelah itu ketiga grup ini menunjukkan peningkatan fungsi kognitif ​​melalui tes​. Mereka​ yang mengonsumsi flavanol dalam dosis tinggi menempati urutan teratas pada hasil tes.
 
4. Buah beri



Buah beri juga berguna untuk ​t​ingkatkan kemampuan otak. ​Peneltian pada hewan membuktikan buah​ beri ​mengandung ​senyawa anthocyanin, flavanoid ​yang ​dapat meningkatkan kesehatan otak. ​K​ini penelitian dari National Institute of Mental Health juga menyarankan konsumsi blueberry karena diketahui memiliki fungsi serupa bagi otak manusia.

Dalam p​enelitian, para partisipan diminta mengonsumsi ​450 - 600 ml​ jus blueberry setiap harinya selama 12 minggu​ dengan jumlah asupan sesuai berat badan.​ ​Hasil tes menunjukkan adanya​ peningkatan kemampuan otak.​

Professor Robert Krikorian, PhD dari University of Cincinnati College of Medicine menyarankan untuk mengonsumsi setengah hingga satu gelas jus tiga kali seminggu.
​K​adar anthocyanin pada blueberry akan hilang apabila disimpan di dalam kulkas terlalu lama. Karenanya, segera habiskan ​jus yang baru dibuat.​

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads