Penggunaan mangkuk dulu terbatas untuk hidangan berkuah. Namun tahun 2016, makin banyak makanan disajikan dengan mangkuk.
Sebut saja salad, pasta, atau olahan telur yang semuanya disajikan dalam mangkuk oleh restoran atau rumah tangga di Amerika Serikat. Imbasnya penjualan mangkuk di sanapun turut melonjak.
Produsen piring Fiesta, mengatakan penjualannya naik 17% dari tahun lalu. Produk paling laku adalah mangkuk yang menyumbang 1/3 total penjualan Fiesta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brinkman mengatakan rata-rata konsumen membeli mangkuk ukuran 68-ounce (sekitar 1900 gram) hingga 6-8 buah. "Mangkuk kini bukan sekadar wadah sajian, mereka (konsumen) juga makan langsung dari mangkuk," tuturnya.
Juliet Boghossian, seorang konsultan yang meneliti perilaku makan mengatakan mangkuk makin digemari setelah restoran kasual perkenalkan aneka menu dalam mangkuk. Makanan pembuka yang sehat, misalnya, terlihat lebih menarik jika disajikan dalam mangkuk.
Boghossian menambahkan popularitas makanan segar termasuk buah dan sayur, penciptaan layer makanan dalam mangkuk, banyaknya makanan berbasis biji-bijian turut memunculkan tren penggunaan mangkuk.
Ree Drumond, blogger sekaligus penulis makanan kerap menggunakan mangkuk dalam acara masaknya 'Food Network.' Menurutnya mangkuk lebih fleksibel dan terbuka untuk interpretasi dibandingkan piring.
Drumond bahkan merancang sendiri mangkuk buatannya yang lebih besar dan dalam. "Saya ingin mengkuk bisa digunakan untuk salad atau pasta," tuturnya.
Menurut Grace Saari dari perusahaan pembuat alat rumah tangga, Gibson Overseas Inc., mangkuk bersifat serba guna. Bisa dipakai sebagai wadah saji masakan, camilan, atau wadah saat mempersiapkan bahan makanan.
"Munculnya tren mangkuk juga bukti pergeseran gaya hidup dari yang lebih formal menjadi kasual," ujar Rebecca Proctor, Direktur Kreatif Aurora Brand's Home Furnishing.
Pembuat porselen China dan kristal juga melihat adanya perubahan. "Saat ini permintaan mangkuk dari seluruh negeri melonjak. Masyarakat Amerika telah terpengaruh masakan Asia yang lebih banyak menggunakan mangkuk," tutur Direktur Pemasaran Global Waterford, Howard Hyde.
Minggu lalu restoran Panera Bread Co. memperkenalkan menu baru dalam mangkuk yaitu Thai Garden Chicken Wonton. Sup disajikan hangat dalam mangkuk berbentuk oval yang desainnya lebih tipis dibanding mangkuk bundar.
Panera mengatakan akan terus menguji desain mangkuk baru dari persepsi pembeli. "Salah satu kelemahan mangkuk adalah sifatnya yang menenggelamkan makanan. Bisa saja orang berpikir porsi makanan lebih sedikit, padahal mangkuk seperti lubang dengan banyak isian."
Sementara itu beberapa chef menyajikan hidangan dalam mangkuk sebagai cara mengontrol rasa masakan. Chef Austin Gresham, misalnya, menyajikan crab cakes dalam mangkuk dangkal. Wadah ini bertujuan membuat konsumen memakan crab cakes langsung dengan saus basil dibawahnya dan tomat segar yang jadi toppingnya.
"Jika disajikan dengan piring, banyak konsumen memisahkan bagian tersebut. Padahal rasa masakan lebih enak ketika semuanya dimakan bersamaan," ujar Gresham.
Oktober lalu, Westin La Paloma Resort & Spa juga menggunakan mangkuk saat jamuan makan dengan alasan lebih memudahkan tamu dan membuat makanan hangat lebih lama.
Chef Russell Michel bahkan menilai penggunaan mangkuk menampilkan estetika makanan lebih baik. "Semua warna terletak bersamaan sehingga menguatkan presentasi makanan," pungkas Michel.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN