detikfood

Kamis, 03/12/2015 16:19 WIB

Daging Steak Berusia 15 Tahun Ini Dihargai Rp 43 Juta!

Maya Safira - detikFood
Daging Steak Berusia 15 Tahun Ini Dihargai Rp 43 Juta! Foto: Boucherie Polmard
Tukang daging di Prancis ini tak main-main dengan produk yang dijual. Ia menawarkan steak paling mahal di dunia yang berusia 15 tahun!

Biasanya produk vintage dari tahun 2000 atau 2003 berlaku pada wine mahal. Namun produk daging cote de boeuf (rib steak) dari Alexandre Polmard, seorang ahli daging, bisa melalui proses pe​layuan​. Harganya pun fantastis, mencapai Rp 43 juta.



Tidak semua sapi bisa menghasilkan produk mahal ini. Dalam laporan CNN (02/12), Alexandre memakai sapi jenis Blonde Aquitaine. Ia dan keluarganya beternak sapi itu di kota kecil Saint Mihiel, Lorraine, timur laut Prancis.

Sapi dibiarkan hidup di hutan dan taman dalam udara terbuka agar tidak stres. Keluarga Alexandre tak ingin membesarkan sapi dalam gudang sempit. Tapi tetap ada tempat berteduh yang bisa dikunjungi sapi saat hujan atau salju. Tiap minggunya hanya ada empat sapi yang disembelih.



Potongan steak daging melalui proses pe​layuan​ yang menggunakan teknologi tinggi. Proses yang disebut "hibernasi" ini dikembangkan oleh kakek dan ayah Alexandre pada tahun 1990an.

Pada prosesnya, daging disimpan dalam suhu -43 derajat Celcius. Saat bersamaan, udara dingin ditiupkan ke permukaan daging dengan kecepatan hampir 120 km/jam. Menurut Alexandre, ini memungkinkan daging disimpan dalam waktu lama dan tidak kehilangan kualitas. Salah satu hasilnya berupa cote de boeuf tahun 2000 yang dihargai 3.000 Euro (Rp 43,8 juta).

Alexandre konon menjadi satu-satunya tukang daging yang menawarkan daging unik dan mahal tersebut. Ia merupakan generasi keenam bekerja dalam bisnis keluarga yang sudah berdiri sejak 1846.

Sementara Polmard boucherie bisa ditemui di jantung St. Germain des Pres, Paris. Alexandre hanya menjual daging dari peternakannya di tempat itu, kebanyakan sudah diproses dengan usia 28 sampai 56 hari.

Konsumen perlu melakukan reservasi berbulan-bulan untuk mencoba potongan daging paling langka dan berusia tua. Seperti wine, tiap usia daging punya rasa berbeda.

Untuk restoran, Alexandre hanya mempercayakan pada beberapa chef di dunia. Ia perlu mengunjungi chef itu agar mereka mengerti daging produksinya secara rinci sebelum penggunaan. Salah satu yang ia percaya adalah chef Prancis Fabrice Vulin dari restoran Caprice.


 

Restoran berbintang 2 Michelin di Four Seasons Hotel Hong Kong baru-baru ini memakai daging mahal tersebut. Polmard's Rare Millesime Cote de Boeuf, Vintage 2000 jadi bagian menu makan siang seharga $700 (Rp 9,6 juta) yang berisi 7 course.

(odi/msa)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close