Terinspirasi root beer float, Ansel mengombinasikan es krim root beer dan stracciatella (vanili dan parutan cokelat) serta mascarpone semifreddo. Ia juga melengkapi sundae ini dengan marshmallow panggang, manisan ceri, dan meringue ceri mini.
Semua elemen ini sengaja dikombinasikan untuk memberi tekstur berbeda pada sundae dalam kaleng. Es krim, misalnya, lebih padat dan creamy daripada semifreddo yang ringan seperti krim kocok. Marshmallow yang kenyalpun melengkapi meringue yang renyah manis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua komponen tadi disusun di dalam kaleng bersegel. "Kami melapisi bagian dalam kaleng dengan cokelat agar sundae tak langsung mengenai kaleng," jelas Ansel kepada NY Post (30/07/2014).
Kalengnyapun tampak meriah dengan dasar warna putih serta huruf dan hiasan warna-warni. Ansel bekerja sama dengan desainer fashion Lisa Perry dalam mengangkat tema pop art dan pop up a la Andy Warhol.
Pop It! Ice Cream Sundae in a Can dijual dengan harga $15 (Rp 176.000) di mobil es krim Pop It!. Kendaraan ini parkir di toko Lisa Perry di East Hampton, New York, Amerika Serikat. Sayang, penjualannya hanya satu hari, yakni Sabtu (02/08/2014) dari siang sampai persediaan habis. Para pembeli rela mengantre meski saat itu sedang hujan!
Ansel dan Perry menyumbangkan 20% pendapatan dari penjualan Pop It! Ice Cream Sundae in a Can untuk City Harvest. Lembaga amal ini memberi makan orang-orang kurang mampu dengan 'menyelamatkan' makanan dari restoran, supermarket, dan perkebunan.
Kira-kira, apa kreasi Ansel berikutnya?
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN