detikfood
Jumat, 06/06/2014 05:54 WIB

Cuanki Serayu: Bakso Unik a la Bandung dan Batagor Renyah Berkuah Kental

Fitria Rahmadianti - detikFood
Index Artikel Ini   Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 2 Next »  
Cuanki Serayu: Bakso Unik a la Bandung dan Batagor Renyah Berkuah Kental Foto: detikfood
Jakarta - Mendengar kata 'cuanki', mungkin kita akan mengasosiasikannya dengan makanan a la Tiongkok. Rupanya tidak, karena cuanki ternyata mirip bakso. Lantas, apa bedanya dengan bakso biasa?

Nama 'Cuanki Serayu' cukup ramai diperbincangkan. Tempat makan yang sudah buka sejak tahun 1990-an ini mengambil nama dari Jalan Serayu, tempat warungnya berdiri. Cuanki sendiri rupanya singkatan dari 'cari uang jalan kaki' karena usaha ini diawali dari gerobak keliling.

Anak-anak muda sampai keluarga tampak ramai duduk di area makan depan warung. Di sini juga ada gerobak untuk melayani pesanan dibawa pulang. Kalau tempat duduk di depan sudah penuh, masuk saja ke dalam warung.

Suasana khas warung bakso terlihat dari meja dan bangku panjang yang tersedia. Ruangannya yang cukup luas dan memanjang agak gelap dan gerah karena kurangnya penerangan dan kipas. Menu makanannya hanya cuanki dan batagor, dan keduanya disiapkan di gerobak di bagian depan ruangan.

Jangan tunggu pelayan datang ke meja dan mencatat pesanan. Langsung saja katakan kepada penjualnya. Mau pesan cuanki atau batagor? Seporsi atau setengah porsi? Lalu, tunggui sampai pesanan Anda dibuatkan dan bawa sendiri ke meja.

Rasa penasaran saya terjawab. Rupanya, cuanki adalah campuran bakso, tahu goreng dan putih, siomay, serta batagor dalam satu mangkuk. Jika ada yang pesan, si penjual tinggal menuangkan kuah bakso serta bawang merah goreng dan seledri sesuai permintaan.

Kuah kaldunya yang konon dibuat dari rebusan tulang ikan, bukan tulang sapi seperti kuah bakso biasa, terasa hambar jika tak ditambahi apa-apa. Untunglah di meja tersedia saus sambal, sambal, cuka, serta kecap asin dan manis yang bisa menyelamatkan rasanya.

Dua buah bakso kecil dilengkapi masing-masing sebuah tahu putih dan tahu goreng. Ada juga sebuah batagor yang renyah, membuat hidangan ini jadi mirip bakwan Malang. Di antara yang lain, siomaynya yang paling memiliki citarasa, khususnya rasa ikan.

Batagornya yang justru lebih menarik. Setelah batagor dipotong-potong, saus kacang dituangkan di satu sisi agar tak bercampur semua dengan batagornya. Jadi, batagor bisa dicocol saja, tidak diaduk rata dengan sausnya.

Namun kami lebih suka batagor bercampur dengan saus kacangnya. Ada kombinasi tekstur renyah dari kulit pangsit goreng dan empuk dari tahu gorengnya. Sayang, batagornya yang agak gurih bertekstur terlalu kenyal sampai sulit dikunyah halus.

Saus kacangnya sendiri halus, kental, dan manis, mirip selai kacang. Kecap manis dan air perasan jeruk nipis membuat sausnya makin sedap. Kalau mau pedas, minta tambahkan sambal saja.

Harga cuanki dan batagor sama, Rp 12.000 untuk seporsi (isi enam) dan Rp 8.000 untuk setengah porsi (isi empat). Selain di warung Jalan Serayu ini, Cuanki Serayu juga membuka cabang di Jalan Bengawan dan di depan kampus Darmanegara. Cuankinya juga dijajakan berkeliling di beberapa gerobak.

Pilihan minumannya hanya air mineral dan teh dalam botol. Sebenarnya ada jus aneka buah, namun saat kami datang tak bisa dipesan karena blendernya sedang rusak. Kalau sekadar penasaran apa itu cuanki atau ingin mencicipi batagornya yang bersaus kacang kental, bolehlah mampir ke mari.


Batagor & Baso Cuanki
Jl. Serayu No. 2
Bandung
Telepon: 082115336111, 081221636600
Jam buka: 11:00-20:00

Jl. Bengawan No. 69
Bandung

Jl. Babakan Sari No. 93
Bandung
a Next page :
Batagor





Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).