Tim peneliti di Weight Management Center, juga Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health telah melakukan uji klinis secara acak pada jamur. Penelitian inipun berhasil menarik perhatian Mushroom Council dan bersedia mendanai selama proses penelitian.
Pada penelitian ini, tim peneliti lebih fokus untuk menguji manfaat jamur kancing sebagai pengganti daging merah yang efektif dalam mengontrol berat badan. Dalam penelitian ini terlibat sebanyak 73 responden dewasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah satu tahun lamanya, para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengganti daging dengan jamur kancing, berat badannya turun hingga 7 kilogram. Untuk rersponden yang menjalankan pola makan biasa, berat badannya cenderung tidak berubah.
Seperti dilansir Daily News (23/4/2013), secara khusus para tim peneliti menjelaskan bahwa penurunan berat badan ini terjadi karena reponden mendapatkan asupan kalori yang rendah. Juga asupan lemak yang jumlahnya hanya 4,25 gram per hari. Karena itulah responden kehilangan beberapa kilogram berat badan.
Tidak hanya itu, rata-rata Indeks Massa Tubuh responden juga turun sekitar 1,5. Dengan lingkar pinggang menyusut 6,6 cm dan total lemak dalam tubuh mencapai 0,85 persen. Jumlah ini tentunya berbeda dengan peserta yang menjalankan pola makan biasa.
Temuan yang telah diterbitkan dalam The FASEB Journal ini tentunya dapat membuktikan, jika makanan berkalori rendah seperti jamur dapat memenuhi asupan nutrisi dan menurunkan berat badan. Meskipun asupan kalori dan lemak berkurang, namun perut masih merasakan kenyang setelah makan.
(dyh/odi)