detikfood

Selasa, 02/08/2011 17:06 WIB

Kesan Pertama di KoenoKoeni

Indri Kristanti - detikFood
Kesan Pertama di KoenoKoeni Foto: Indri Kristiani
Ingin menikmati hidangan ala barat dan tradisional khas Jawa? Tempat ini jadi solusi yang menarik. Tidak hanya beragam hidangan lezat yang bisa dipilih, suasana tempo dulu pun membuat acara bersantap jadi semakin seru!

Semalam saya dan suami ke Semarang karena adik satu-satu nya berulang tahun. Seperti biasa kami mengadakan ritual rutin yaitu makan bersama. Tadinya mau makan di Miramar, tapi karena ada info kalau jalanan di sana macet karena ada dugder dan pawai dari klenteng maka nya adik saya bilang kalau kita ke KOENOKOENI (bacanya aja soesaaah ha ha ha. Sebenarnya cuma dibaca KunoKuni , sekilas terdengar seperti kinokuniya hahaha.. ).

Resto cafe ini sebenarnya tidak terbilang baru. Hanya karena sekarang tidak tinggal di Semarang, jadi baru tahu dan baru sempat mencobanya.

Nama tersebut artinya kuno dan kuni ( kuni itu lebih kuno dari kuno.. bingung kan? Ha ha..). Nah nama ini ternyata juga mencerminkan warna arsitektur dan interiornya. Ubinnya masih ubin jadul, lantas elemen dekorasinya tergelar banyak barang-barang antik, yang menarik di sana ada kamera kuno banyak sekali entah dari tahun berapa saja he he.

Letak resto dan cafe ini di daerah Semarang atas, tepatnya di jalan Tabanan. Sesampainya disana ternyata ramai juga (maklum orang Semarang itu memang doyan makan! Pemandangannya juga lumayan oke. Karena dapat melihat pemandangan ke Semarang bawah. Karena ramai kami gak dapet tempat di luar untuk nikmatin pemandangan, akhirnya kami duduk di ruang dalam yang ber AC.

Disana ada 2 buku menu yaitu Western dan Javanese, jadi banyak pilihan. Untuk menu Javanese, mirip dengan menu dari Bumbu Jawa yang di SPBU Kaligawe , jadi kami putuskan coba menu Western nya ( kecuali hubby tetap milih yang Javanese karena kepingin makan nasi hihihi.. )

Nah berikut menu-menu yang sempet kami coba.

Nasi campurnya disajikan sama Empal gepuk, sambal goreng, udang kering , pepes, lalap dan krupuk, lumayan komplet hehe, cuman sambalnya pedessss.

Bestik lidah dicampur langsung ma kentang goreng dan bombay, bedanya disini dimasak pakai lada hitam, jadi aroma nya agak beda dengan yang dijual di tempat lain hehehe..

Burger super gede pilihan mami , gak terlalu istimewa rasanya, hampir sama dengan tempat lain, cuman dagingnya banyak dan disajikan ma potato wedges ^^

Roll In , bentuknya seperti twisternya KFC , isinya grilled chicken dan salad, dibungkus dengan tortilla , disajikan dengan salad dan potato wedges. Saya gak coba karena mayonaisenya banyak banget hehehe .. maklum bumil lagi jaga makan :P

Menu ini dipilih adik saya yang masih kelaparan ckckck.. makan banyak buangettt Di sana ada pilihan pasta dan pilihan saus sesuai selera, yang dipilih Fetucini Chicken Alfredo , porsinya lumayan besar dengan harga 20 rb an , cuman untuk lidah Semarang rasa creamnya agak tawar.

Ada satu menu lagi yang tidak sempat saya foto karena terlalu biasa penampilannya yaitu Onion Ring . Rasanya juga tidak terlalu istimewa, hubby malah bilang enakan onion mu yang haha..*tersanjung.com

Untuk menu minumannya juga banyak, jadi jangan takut gak ada pilihan , bahkan ada jus kedondong yang jarang dijumpai di resto pada umumnya, hanya saja memang harga minuman di cafe selalu mahal hampir sama dengan harga makanannya, jadi yaaa kembali ke selera anda dan ketebalan kantong hehehe..

Naaaah... overall harga di Koenokoeni termasuk middle up, tapi cukup bersaing dengan tempat selevel. Harga juga sesuai dengan rasa , penyajian dan suasananya. Kami sekeluarga juga cocok dengan masakannya , lagipula lokasi mudah dijangkau. Disini juga ada Wagyu , cuman kemarin belum pengen coba wagyu nya hehe...

(Odi/eka)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan