Minggu, 18/06/2017 09:51 WIB

Mudik Lewat Pekalongan, Warung Megono Ini Jangan Sampai Terlewati!

Ahmad Masaul Khoiri - detikFood
Mudik Lewat Pekalongan, Warung Megono Ini Jangan Sampai Terlewati! Foto: detikcom
Mudik tinggal beberapa hari lagi. Jika melintasi kawasan Pekalongan dan sekitarnya, jangan lupa mampir jajan dulu di sini.

Sajian khas yang berasal dari Pekalongan adalah nasi megono. Tim Mudik Detikcom 2017 mampir ke warung nasi megono yang sederhana namun legendaris dan terkenal di kota ini, Minggu (11/6/2017).

Mudik Lewat Pekalongan, Warung Megono Ini Jangan Sampai Terlewati!Foto: detikcom

Nasi megono terdiri dari nasi yang dicampurkan dengan cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa beserta bumbu urap. Biasanya nasi megono ini disajikan dengan lauk tempe mendoan, bihun, daging plus cabai rawit.

Membahas warung sederhana nasi megono, ada satu yang bisa jadi rujukan para pemudik. 'Warung Makan Sego Rakyat Mba Ibah" yang amat terkenal itu. Di hari biasa, warung yang terletak di Taman Sorogenen, Jalan Mawar, Kota Pekalongan ini buka dari pukul 08.00 hingga 02.00 dini hari. Kalau ramadan seperti sekarang, warung Mba Ibah buka dari pukul 14.00 hingga 02.00 WIB dini hari.

Ceritanya, warung khas sajian megono yang sudah ada sejak 29 tahun ini amat terkenal murah untuk harga makanannya. Bayangkan saja, sebungkus nasi megono dengan lauk ayam dihargai Rp 6.000 saja. Rasanya pun boleh diadu dengan megono di restoran. Mbak Ibah, yang berlamat di Kelurahan Krapyak Lor, Kecamatan Kota Pekalongan Utara ini pada awalnya membuka warung di rumahnya sendiri.

Mudik Lewat Pekalongan, Warung Megono Ini Jangan Sampai Terlewati!Foto: detikcom

Sasaran pembelinya pada masa dulu adalah para tukang becak, kuli bangunan, maupun para pencari barang rongsokan. "Dulunya tidak ada yang beli pakai mobil. Adanya ya pakai becak, tukang bangunan, tukang parkir, orang yang nyari rongsokan seperti itu," jelas Ibah.

"Makanya kita namakan Sego Rakyat. Terus karena kita pindah itu pelanggannya tetap saja mencari dan malah pembelinya dari semua kalangan," imbuh dia Harga murah yang dikenakan Warung Mba Ibah karena dirinya mengaku tidak pernah mau hasil yang muluk-muluk. Ia menyadari bahwa tidak semua orang mampu membeli makanan yang tergolong mahal.

Baca Juga: Sedep Tenan! Sego Megono Cecek Plus Tauto yang Gurih Pedas

Mudik Lewat Pekalongan, Warung Megono Ini Jangan Sampai Terlewati!Foto: detikcom

"Biar kerasa nikmat tapi bersama-sama. Kasihan sama orang-orang kecil. Biasa dapat dari orang kecil. Tidak membedakan orang kecil dan besar. Karena dari yang kecil-kecil ini saya bisa menjadi besar dan bertahan," cerita Ibah.

Walaupun terkenal, Ibah menghindari penjualan makanan yang terlalu mahal. Alasan lainnya yaitu ia tidak enak hati jika pelanggannya tidak mau balik lagi.

"Biar mau balik lagi. Hilang rejeki kala enggak mau balik lagi. Karena yang makan jadi rezeki yang jualan," pungkas dia sambil tersenyum.
(odi/msl)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Iklan: sales[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com