Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:13 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

Buka Puasa Minum Es Teh Bikin Gangguan Pencernaan? Ini Faktanya

Dita Aliccia Armadani - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Macro closeup of iced tea or soda with ice cubes and straw in glass
Jakarta - Meneguk es teh manis saat azan Magrib berkumandang memang terasa menyegarkan. Setelah seharian menahan haus, minuman dingin sering jadi pilihan utama untuk berbuka puasa. Namun, benarkah minum air dingin bisa merusak tubuh?

Selama ini konsumsi air dingin sering dicap buruk hingga merugikan kesehatan. Banyak orang pun menghindarinya karena khawatir alami masalah pencernaan dan gangguan kesehatan lainnya.

Faktanya, secara medis, minum air dingin sebenarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat. Air bersuhu dingin akan menyesuaikan dengan suhu tubuh setelah masuk ke saluran cerna.

Sebab tubuh memiliki mekanisme alami untuk menghangatkan cairan yang masuk, sehingga asupan air dingin atau air es, tidak serta-merta menyebabkan gangguan organ.

"Faktanya suhu air dingin akan dengan cepat diseimbangkan oleh saluran pencernaan dan sama saja konsumsinya dengan air suhu ruangan atau suhu lebih panas," jelas dr. Dion Haryadi dalam unggahan Instagram dionharyadi (18/3/2026).

Menyoal mitos minum air dingin yang bikin lemak tubuh mengental, dr. Dion menambahkan, "Tubuh kita sudah didesain sedemikian rupa sehingga lemak yang kita konsumsi nggak akan mengental karena terkena air dingin."

"Kalau berat badanmu bertambah, perut terasa begah, atau metabolisme melambat, lebih mudah lelah, itu karena bukan karena (minum) air dingin, tapi karena gaya hidup yang buruk," lanjut dr. Dion.

Ia mengingatkan agar tidak sembarang percaya dengan video konten AI soal edukasi kesehatan yang sumbernya tidak terpercaya.

Dirangkum dari berbagai sumber, saat mengonsumsi es teh untuk buka puasa, yang lebih perlu diperhatikan justru bukan suhu minumannya, melainkan kandungan gulanya.

Es teh manis sering kali mengandung gula cukup tinggi. Konsumsi gula berlebihan saat berbuka bisa membuat kadar gula darah naik cepat lalu turun drastis, sehingga tubuh kembali terasa lemas.

Selain itu, teh mengandung kafein meski dalam jumlah lebih rendah dibanding kopi. Pada sebagian orang, konsumsi kafein berlebihan saat perut kosong bisa memicu asam lambung atau membuat perut terasa kurang nyaman.

Jika ingin tetap minum es teh saat berbuka, sebaiknya pilih yang tidak terlalu manis atau kurangi takaran gulanya. Bisa juga awali berbuka dengan makan kurma dan minum air putih suhu ruang, lalu lanjutkan dengan minuman dingin setelah perut mulai terisi.

(adr/adr)