Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
17:54 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

Tak Pernah Absen! 5 Kuliner Khas Aceh Ini Jadi Favorit buat Buka Puasa

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ada satu kuliner unik nan menarik yang tak boleh dilewatkan untuk dicicipi jika berkunjung ke Pulau Simeulue, Aceh. Kuliner ini bernama Memek. Penasaran?
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ramadan di Aceh dilengkapi berbagai makanan khas yang tak boleh dilewatkan. Ada kanji rumbi hingga memek yang jadi favorit warga lokal.

Saat ramadan, masyarakat Aceh memiliki beragam hidangan khas yang hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Makanan-makanan telah diwariskan secara turun-temurun.

Beragam hidangan khas Aceh biasanya memiliki cita rasa kuat dengan penggunaan rempah yang melimpah. Ada yang bertekstur ringan seperti bubur untuk memulai berbuka, hingga makanan berat yang mengenyangkan setelah seharian berpuasa.

Menu makanan ini menjadi bukti akan kekayaan kuliner tradisi khas Aceh. Sajiannya seolah menjadi 'comfort food' untuk kembali mengisi energi saat berbuka puasa.

Berikut ini 5 kuliner khas Aceh yang tak pernah absen untuk buka puasa:

bubur kanji rumbiBubur kanji rumbi disajikan warga Aceh sebagai salah satu menu andalan saat buka puasa. Foto: detikcom/iStock

1. Kanji Rumbi

Kanji rumbi merupakan salah satu makanan yang paling identik dengan Ramadan di Aceh. Hidangan ini berbentuk bubur yang terbuat dari beras dan dimasak bersama berbagai rempah-rempah serta bahan tambahan seperti sayuran, udang, atau daging.

Di Aceh, kanji rumbi sering dimasak secara gotong royong oleh masyarakat di masjid atau meunasah (surau). Setelah dimasak dalam kuali besar, bubur ini kemudian dibagikan secara gratis kepada warga sebagai menu berbuka puasa.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya ramadan di daerah tersebut. Kanji rumbi dikenal memiliki kandungan rempah yang sangat banyak, bahkan bisa mencapai puluhan jenis.

2. Timphan

Timphan merupakan kue tradisional Aceh yang cukup populer saat Ramadan dan hari raya. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras atau tepung ketan yang diisi dengan pisang, kelapa parut, atau srikaya.

Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang. Rasanya manis dan teksturnya lembut, sehingga sangat cocok dijadikan takjil untuk berbuka puasa.

Selain sebagai camilan berbuka, timphan juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Di Aceh, kue ini sering disajikan saat acara keluarga atau perayaan penting seperti Idul Fitri.

3. Sie Reuboh

Sie reuboh adalah hidangan daging khas Aceh yang memiliki cita rasa kuat. Makanan ini biasanya dibuat dari daging sapi yang dimasak bersama cuka, cabai, dan berbagai rempah hingga menghasilkan rasa asam, pedas, dan gurih sekaligus.

Proses memasak sie reuboh cukup lama karena daging dimasak sampai bumbu meresap sempurna. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi.

Saat ramadan, sie reuboh sering menjadi menu makan malam setelah berbuka puasa. Rasanya yang kaya rempah membuat hidangan ini menjadi favorit banyak warga Aceh.

Kue bhoi khas Aceh.Kue bhoi khas Aceh juga menjadi salah satu suguhan khas saat buka puasa. Foto: https://acehprov.go.id/

4. Kue Bhoi

Kue bhoi adalah kue tradisional Aceh yang bentuknya unik karena biasanya dicetak menyerupai bunga atau ikan. Kue ini terbuat dari campuran tepung, telur, dan gula yang dipanggang hingga mengembang.

Teksturnya ringan dan sedikit kering, mirip dengan bolu kering. Kue bhoi sering disajikan bersama teh atau kopi saat berbuka puasa.

Selain untuk takjil, kue ini juga sering dijadikan suguhan bagi tamu saat bulan ramadan atau perayaan lebaran. Rasa tak lengkap melewati ramadan tanpa menyajikan kue bhoi yang ikonik.

5. Memek

Memek adalah salah satu makanan tradisional Aceh yang cukup terkenal karena namanya dianggap nyeleneh. Hidangan ini berasal dari Kabupaten Simeulue dan dibuat dari beras ketan yang ditumbuk bersama pisang dan santan.

Memek memiliki tekstur lembut dengan rasa manis alami dari pisang. Biasanya makanan ini disajikan sebagai camilan atau takjil saat berbuka puasa.

Selain rasanya yang lezat, memek juga menjadi bagian dari warisan kuliner Aceh yang terus dilestarikan hingga sekarang. Banyak wisatawan yang juga kerap mencari memek untuk langsung mencobanya ketika berkunjung ke Aceh

(dfl/adr)