Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:11 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

Kenapa Kurma di Arab Tetap Bagus Meski Disimpan di Suhu Ruang?

Dita Aliccia Armadani - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bowl of dried dates on wooden background from top view
Jakarta - Fakta seputar kurma ramai dibahas, termasuk kondisinya yang berbeda ketika di Arab dan Indonesia. Kenapa ya kurma di Arab tetap bagus kualitasnya meski disimpan di suhu ruang?

Banyak orang heran, kenapa kurma di Arab Saudi bisa tetap bagus meski disimpan di suhu ruang, bahkan terlihat awet tanpa ditaruh di lemari pendingin. Padahal, di Indonesia, kurma cenderung lebih cepat lembap dan berjamur. Ternyata, jawabannya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan.

Ahmad Bagarib yang dikenal sebagai Duta Kurma Indonesia, menjelaskan bahwa faktor utama ada pada kondisi iklim di Arab Saudi. Iklim yang sangat kering membuat kadar air pada kurma matang langsung turun secara alami.

"Yang pertama, kelembapan yang sangat minim atau rendah. Yang kedua, curah hujan yang minim. Yang ketiga, udara yang sepanjang tahun itu kering banget," jelasnya dalam unggahan TikTok achmadbagarib (23/2).

Lantas apa dampaknya pada kualitas kurma?

Saat kurma matang, kadar airnya langsung turun. Kemudian, dengan kadar air yang rendah, mikroorganisme seperti jamur menjadi sulit tumbuh.

Telur serangga pun tidak mudah berkembang biak karena kondisi udara yang tidak mendukung. Inilah yang membuat kurma di Arab menjadi 'terawetkan' secara lingkungan, meski tidak disimpan di lemari es.

Berbeda dengan Indonesia yang memiliki kelembapan tinggi, bahkan bisa mencapai 90 persen, serta curah hujan yang besar. Udara yang hangat dan lembap membuat kurma lebih mudah menyerap air dari lingkungan sekitar. Ketika kadar air meningkat, jamur dan mikroba pun lebih cepat berkembang.

"Kadar air yang naik menyebabkan jamur cepat berkembang. Lingkungan yang lembap ideal banget untuk kapang, kamir, kutu, serta larva serangga berkembang biak," ujarnya.

Ahmad menegaskan bahwa kondisi lingkungan sangat memengaruhi daya tahan kurma. Karena itu, penyimpanan kurma di Indonesia perlu perhatian ekstra. Ahmad menyarankan kurma disimpan dalam kondisi kedap udara atau divakum agar tidak mudah terpapar kelembapan.

Selain itu, menyimpannya di lemari pendingin dengan suhu sekitar 0 sampai 5 atau 6 derajat Celsius juga bisa membantu memperpanjang masa simpan. Selain itu, disarankan tetap mencuci kurma sebelum memakannya untuk memastikan kebersihan kurma.

(adr/adr)