Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:08 WIB
wilayah Jakarta
Back
Ngopi Yuk!

Mau Tetap Ngopi Saat Ramadan? Pilih Jenis Kopi Ini agar Aman di Lambung

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Mengenal 3 Biji Kopi Eksotik yang Unik, Chiroso hingga Tabi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Minum kopi selama bulan ramadan masih bisa dilakukan. Hanya saja, agar lebih aman untuk lambung, ada beberapa jenis yang lebih disarankan.

Menjalani ibadah puasa selama ramadan membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki masalah lambung, memilih makanan dan minuman yang tepat menjadi tantangan tersendiri.

Kopi menjadi salah satu minuman yang sering dianggap berisiko saat puasa. Padahal, bagi penikmatnya, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian yang sulit dilewatkan.

Faktanya, minum kopi selama ramadan bisa-bisa saja. Asal pilihannya tepat dan cara konsumsi yang bijak, minum kopi takkan menganggu kesehatan dan ibadah.

Berikut ini 5 jenis kopi yang aman untuk lambung cocok dikonsumsi selama ramadan:

Ilustrasi biji kopi dan toplesBiji kopi arabika lebih disarankan untuk dikonsumsi selama bulan ramadan. Foto: Unsplash/Wojciech Pacześ

1. Pilih Biji Arabika

Spesies kopi Arabika dikenal memiliki keasaman (acidity) lebih rendah dibandingkan kopi Robusta. Kandungan kafeinnya juga lebih ringan sehingga tidak akan 'memberatkan' pencernaan jika ingin dikonsumsi selama bulan ramadan.

Biji Arabika juga direkomendasikan untuk dipanggang dalam tingkat medium hingga dark roast. Proses sangrai pada tingkat ini dapat dapat mengurangi kandungan asam lebih banyak.

Jadi, sifat kopi menjadi lebih lembut di lambung dan tidak terlalu memicu refluks atau sensasi panas di dada. Contoh asal kopi Arabika yang populer dan umumnya rendah asam adalah Arabika Gayo, Toraja, Java Ijen, dan Mandheling.

2. Medium to Dark Lebih Disarankan

Selain varietasnya, pengaruh kadar keasaman pada biji kopi juga ditentukan oleh tingkat panggangannya. Konon semakin gelap atau dark roast, tingkat keasamannya juga semakin berkurang.

Proses pemanggangan gelap yang berlangsung lebih lama mampu memecah senyawa asam dalam biji kopi sehingga cenderung menghasilkan rasa yang lebih halus dan lebih sedikit dapat memicu iritasi lambung. Hal ini yang membuat dark roast lebih disarankan untuk mereka yang sensitif terhada kafein.

Namun tingkat medium roast juga disebut masih aman bagi penderita lambung yang sensitif. Pada tingkat ini konsumen kopi masih bisa menikmati rasa alami dari kopi tetapi dalam versi yang lebih ramah untuk lambung.

3. Ganti dengan Kopi Jamur

Mushroom coffee atau kopi jamur adalah minuman kopi yang dicampur dengan ekstrak jamur. Jenis jamur yang digunakan seperti chaga, reishi, lion's mane, atau cordyceps.

Kandungan asamnya lebih rendah daripada kopi biasa. Sebab penambahan ekstrak jamur yang bersifat lebih alkalin atau netral terhadap pH.

Mushroom coffee atau kopi jamur ini juga semakin populer sebab dianggap lebih sehat. Ada khasiat potensial seperti anti-inflamasi, membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, dan memberi efek adaptogen yang menenangkan tubuh.

Kenali Perbedaan Rasa Biji Kopi pada 4 Tingkatan RoastingKopi decaf lebih aman di lambung jika ingin tetap ngopi saat ramadan. Foto: Kaffe

4. Kopi Decaf jadi Alternatif

Kopi dekafeinasi atau decaf adalah kopi yang sebagian besar kandungan kafeinnya dihilangkan melalui proses tertentu. Kafein sendiri dikenal dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala refluks pada beberapa orang.

Ketika kandungan kafeinnya dikurangi, maka risiko untuk meningkatkan asam refluks pada perut juga berkurang. Rasanya pun lebih ringan, cocok untuk dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Kopi decaf kini juga semakin marak dihadirkan. Maka, bukan hal yang sulit untuk memesan kopi decaf dari cafe atau membuatnya sendiri demi memenuhi asupan kafein harian selama ramadan.

5. Kopi Low Acid

Istilah low acid coffee atau kopi rendah asam kini semakin populer di kalangan pencinta kopi. Inovasi ini muncul sebagai salah satu alternatif untuk penikmatnya yang memiliki kondisi lambung lebih sensitif.

Kopi ini biasanya berasal dari biji kopi dengan karakteristik keasaman alami yang rendah. Baik ditentukan dari lokasi tanam yang rendah maupun proses pascapanen yang sengaja diterapkan untuk mengurangi kadar asamnya.

Menurunkan kadar asam pada biji kopi juga bisa dilakukan melalui metode roasting atau pemanggangan. Kopi low acid cenderung lebih lembut, halus, dan minim rasa pahit yang membuatnya aman untuk lambung.

Baca juga: Pramugara Ini Tawarkan Menu Pakai Gambar, Kreatif Banget!

(dfl/adr)