Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:09 WIB
wilayah Jakarta
Back

Siapa Mau Coba? Roti Kopyor Khas Tasikmalaya yang Nikmat buat Buka Puasa

Burhannudin - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

kopyor roti
Tasikmalaya - Cari takjil di Tasikmalaya? Kamu bisa mencicipi roti kopyor yang jadi ikon kuliner Ramadan di sana. Penjualnya bisa ditemukan di kawasan Jalan Galunggung.

Pemandangan penjual roti kopyor saat Ramadan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Kehadiran penjualnya bahkan seolah jadi "template" bulan puasa di kota Tasikmalaya.

Roti kopyor secara umum terdiri dari santan yang dikukus bersama gula dan pandan meresap ke dalam sepotong roti tawar dan potongan kelapa muda. Rasanya manis dan gurih. Sangat sederhana, tetapi justru di situlah daya pikatnya.

"Ya mulai lagi jualan roti kopyor, mudah-mudahan ada rejekinya," kata Ucu, salah seorang pedagang roti kopyor, Kamis (19/2/2026). Perempuan 52 tahun itu tinggal di permukiman padat penduduk dalam gang sekitar Jalan Galunggung. Dia mengaku sudah puluhan tahun jadi pedagang roti kopyor musiman. Sejak harganya masih seribu atau dua ribu rupiah, sampai sekarang harganya Rp12 ribu.

Pedagang roti kopyor di Tasikmalaya sedang menanti pembeli.Pedagang roti kopyor di Tasikmalaya sedang menanti pembeli. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

"Saya sejak tahun 90-an jualan roti kopyor setiap bulan puasa. Roti kopyor Galunggung sudah terkenal, sudah legendaris. Pembeli datang dari mana-mana," kata Ucu.

Menurut Ucu, roti kopyor tak sebatas makanan takjil, tapi merupakan kudapan nostalgia, pemantik memori masa lalu.

"Senang tuh kalau udah ada yang nostalgia-nostalgia makanan jadul. Biasanya orang Tasik yang sukses di perantauan, suka ngeborong banyak. Jadi teringat waktu kecil katanya," kata Ucu.

Informasi yang dihimpun, roti kopyor yang dijual puluhan pedagang di Jalan Galunggung ini berasal dari satu produsen. Pemilik resep legendarisnya adalah mendiang pasangan Holid dan Dodoh.

"Kalau sekarang usahanya dijalankan oleh generasi kedua, oleh anak-anaknya. Jadi kalau mau roti kopyor Galunggung asli, ya hanya di Jalan Galunggung," kata Ucu.

Titik lain yang ramai oleh penjual roti kopyor di Kota Tasikmalaya adalah sepanjang Jalan RAA Wiratanuningrat, atau sekitar kawasan Alun-alun Kota Tasik. Di sini roti kopyor yang dijajakan sudah mengalami modifikasi atau berbagai varian rasa. Ada yang sudah ditambah gula aren dan varian rasa lainnya.

Encang Hermawan (45), warga Kecamatan Sariwangi Tasikmalaya mengatakan roti kopyor menjadi contoh kuliner lokal yang bertahan bukan karena kemewahan, melainkan karena konsistensi rasa dan memori kolektif.

Dia juga menyoroti tentang peluang usaha bagi warga, meski dalam skala kecil.

"Bagi saya sekeluarga ini menu takjil wajib, kuliner jadul tapi enak. Makanya jauh-jauh juga dikejar. Terus bisa jadi penggerak ekonomi musiman. Asal ada kemauan, warga bisa dagang," kata Encang.

Artikel ini sudah tayang di detikjabar dengan judul "Roti Kopyor, Penjaga Rasa Ramadan di Pusat Kota Tasikmalaya"

(sob/adr)