Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
18:13 WIB
wilayah Jakarta
Back
Langkah Emas Raih Kemenangan

Ribuan Porsi Ludes! 5 Fakta Menarik Bukber di Masjid Jogokariyan

Diah Afrilian - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ribuan Porsi Ludes! 5 Fakta Menarik Bukber di Masjid Jogokariyan
Foto: Instagram @masjidjogokariyan
Jakarta -

Masjid Jogokariyan di Yogyakarta terkenal dengan tradisi buka puasa bersama. Ada fakta unik di balik penyajian ribuan takjilnya setiap hari.

Setiap Ramadan, suasana di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, selalu dipadati ribuan orang menjelang waktu berbuka. Masjid ini dikenal punya tradisi berbagi takjil gratis dalam jumlah banyak hingga membuat orang rela antre.

Tak hanya soal jumlahnya yang mencapai ribuan porsi per hari, cara penyajiannya pun terbilang unik. Baik warga lokal maupun wisatawan, datang ke Masjid Jogokariyan untuk mencoba pengalaman berbuka puasa di sana.

Tradisi ini sudah mengakar dan identik dengan masjid yang berdiri sejak 1966 ini. Menurut catatannya, tradisi buka puasa bersama di Masjid Jogokariyan sudah berlangsung sekitar 40 tahun dan keseruannya dibagikan melalui akun Instagram @masjidjogokariyan

Berikut 5 fakta unik tradisi buka puasa di Masjid Jogokariyan:

Ribuan Porsi Ludes! 5 Fakta Menarik Bukber di Masjid JogokariyanPada ramadan 2026, sebanyak 3.800 porsi takjil dibagikan gratis di Masjid Jogokariyan. Foto: Instagram @masjidjogokariyan

1. Ribuan Takjil Dibagikan Gratis

Selama Ramadan, pengurus masjid menyiapkan ribuan porsi makanan gratis untuk jamaah yang datang berbuka puasa. Pada 2025, jumlahnya mencapai sekitar 3.500 porsi per hari.

Bahkan pada 2026, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 3.800 porsi takjil dan makanan berbuka setiap harinya. Panitia khusus disiapkan untuk memasak seluruh takjil yang dibagikan setiap hari.

Skala pembagian makanan gratis ini membuat Masjid Jogokariyan dikenal luas. Bahkan beberapa masyarakat luar kota sengaja datang untuk merasakan suasana berbuka di sana.

2. Konsep 'Zero Waste'

Alih-alih dibagikan dalam kotak nasi atau kemasan plastik sekali pakai, hidangan berbuka di Masjid Jogokariyan disajikan layaknya makan bersama di rumah. Ada alasan di balik penggunaan alat makan yang dapat dipakai berulang.

Pengurus masjid berkomitmen mengurangi timbunan sampah plastik yang biasanya meningkat tajam selama ramadan. Jadi, dalam pembagian takjil, sampah makanan dan kemasan makanan yang dihasilkan sangat minim.

Dengan sistem piring dan gelas yang bisa dicuci ulang, volume sampah dapat ditekan secara signifikan meski jumlah jamaah membludak setiap hari. Di masjid ini tersedia tim yang memasak, menyusun piring, membagikan makanan, hingga mencuci ribuan peralatan makan setelah berbuka.

3. Konsep Piring Terbang yang Unik

Pemandangan yang paling ikonik adalah deretan piring berisi lauk pauk yang disusun bertingkat di halaman masjid. Ribuan piring tersebut ditata rapi sebelum waktu berbuka.

Jumlahnya yang sangat banyak dan tersusun memanjang, membuat warga menjulukinya sebagai "piring terbang". Istilah ini menggambarkan piring-piring yang siap meluncur ke tangan jamaah begitu azan magrib berkumandang.

Relawan bergerak sigap mendistribusikan piring ke jamaah yang sudah duduk berbaris. Dalam hitungan menit, ribuan porsi berpindah tangan, menghadirkan suasana buka puasa yang hangat sekaligus tertib.

Ribuan Porsi Ludes! 5 Fakta Menarik Bukber di Masjid JogokariyanSemarak tradisi buka puasa bersama ini juga diramaikan dengan Kampoeng Ramadan Jogokariyan. Foto: Instagram @masjidjogokariyan

4. Semarak Kampoeng Ramadan Jogokariyan

Tak hanya takjil gratis, di sekitar Masjid Jogokariyan juga diselenggaran Kampoeng Ramadan Jogokariyan. Area ini khusus sebagai area komersil untuk para pedagang takjil dan makanan berbuka puasa lainnya.

Bazar ini membentang di sepanjang jalan sekitar masjid dan menghadirkan ratusan stan kuliner. Aneka makanan, minuman, dan jajanan khas Ramadan dijajakan, mulai dari takjil tradisional hingga menu kekinian.

Warga biasanya datang lebih awal untuk berkeliling, berbelanja, atau sekadar ngabuburit menunggu waktu berbuka. Tak sekadar menjadi tradisi, kegiatan ini terbukti membantu perekonomian warga sekitar.

5. Tradisi Berbagi selama Puluhan Tahun

Tradisi buka puasa gratis di Masjid Jogokariyan telah berjalan lebih dari 40 tahun. Jauh sebelum masjid ini dikenal luas melalui media sosial, kegiatan berbagi makanan sudah menjadi agenda rutin setiap Ramadan.

Momen berbagi makanan tidak hanya berlangsung saat ramadan saja. Sebelum ramadan bahkan sudah disiapkan panitia khusus yang akan melakukan masa persiapan.

Selama ramadan, wilayah sekitar Masjid Jogokariyan berubah menjadi dapur umum untuk berbagi makanan gratis pada jamaah. Komunitas lokal, ibu-ibu setempat, hingga relawan bergotong royong melangsungkan tradisi buka bersama di masjid ini.

(dfl/adr)