Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
images
waktu berbuka
WIB
wilayah Jakarta
Back

Empuk Gurih Serabi Kampung Jadi Takjil Favorit di Bojonegoro

Ainur Rofiq - detikFood

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Serabi khas Kanor Bojonegoro
Bojonegoro - Buka puasa paling enak menikmati kudapan tradisional, seperti serabi kampung yang empuk gurih. Di Bojonegoro, serabi kampung buatan Muslimin jadi incaran dengan 3 varian.

Serabi kampung yang masih dimasak dengan tungku kayu dan dilapisi daun pisang saat disajikan menjadi menu andalan Muslimin. Sejak 2020, ia merintis usaha tersebut.

Bahkan, dari usaha sederhana yang awalnya dijalankan dari rumah, kini ia bisa meraup omzet hingga Rp 1 juta per hari.

"Kami buka setiap pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB, serabi ini punya daya tarik tersendiri, khususnya selama bulan Ramadan," ucap Muslimin, Jumat (6/3/2026).

Muslimin yang dibantu istrinya menjual tiga varian serabi, yakni serabi ketan, serabi santan, dan serabi kelapa. Ketiganya dibanderol dengan harga terjangkau, yakni hanya Rp 4.000 dan disajikan sederhana menggunakan alas daun pisang.

Serabi khas Kanor BojonegoroLapak serabi khas Kanor Bojonegoro milik Muslimin. Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

"Saya mulai merintis usaha ini tahun 2020 di rumah, kemudian pindah berjualan di pinggir jalan Desa Tejo agar lebih terjangkau pembeli, melihat pembeli kebanyakan dari daerah Kanor," ujar Muslimin.

Ia mengakui, Ramadan tahun ini menghadirkan tantangan tersendiri. Curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Bojonegoro membuat jumlah pembeli sedikit menurun dibandingkan biasanya.

"Ramadan kali ini terasa agak sepi kalau dibandingkan biasanya. Kendala utamanya karena cuaca sering hujan, jadi orang mau keluar rumah juga mikir-mikir," ungkap Muslimin.

Meski demikian, serabi buatan Muslimin sudah dikenal hingga luar daerah. Saat cuaca cerah, antrean pembeli kerap mengular sejak sore hari. Mereka datang dari berbagai kecamatan seperti Sumberejo, Balen, hingga Baureno.

Serabi khas Kanor BojonegoroSerabi khas Kanor Bojonegoro masih dimasak dengan proses tradisional. Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

"Biasanya aku dua hari sekali beli serabi ini. Saya lihat memang antre juga, banyak yang datang kampung tetangga Sumberjo, Balen, Baureno. Kalau aku sendiri dari Rengel. Seneng anget-anget makan serabi," ucap pembeli Luluk.

Hingga kini, serabi Desa Tejo tetap menjadi salah satu destinasi takjil favorit masyarakat yang mencari jajanan tradisional dengan cita rasa khas dan harga terjangkau.

Artikel ini sudah tayang di detikjatim dengan judul "Serabi Kampung Khas Kanor Bojonegoro Jadi Takjil Favorit Saat Ramadan"

(adr/adr)