(gls/gls)
Balada Wajan Tua
Selasa, 23 Okt 2012 17:39 WIB
Jakarta - Wahai wajan tua. Orang lain mungkin malas melihat tampangmu. Dekil dan seolah teraniaya. Tapi bagiku kau sudah berjasa besar. Nasi goreng buatanku selalu enak, tempe gorengku selalu gurih, telur dadarku tak pernah gosong, dan ikan-ikan itu selalu tersenyum wajahnya walau sudah mati saat kugoreng. Aku tahu kadang kamu loyo usai membantuku. Wajahmu berminyak dan pantatmu menghitam. Ah, untung ada Sunlight Cair yang pasti selalu menyegarkanmu. Aku tahu kau menikmati setiap usapan lembut nan ajaib dari sabun hebat yang membuatmu tampak awet muda kembali. Segar kan?Wahai wajan tua. Orang lain mungkin malas melihat tampangmu. Dekil dan seolah teraniaya. Tapi bagiku kau sudah berjasa besar. Nasi goreng buatanku selalu enak, tempe gorengku selalu gurih, telur dadarku tak pernah gosong, dan ikan-ikan itu selalu tersenyum wajahnya walau sudah mati saat kugoreng. Aku tahu kadang kamu loyo usai membantuku. Wajahmu berminyak dan pantatmu menghitam. Ah, untung ada Sunlight Cair yang pasti selalu menyegarkanmu. Aku tahu kau menikmati setiap usapan lembut nan ajaib dari sabun hebat yang membuatmu tampak awet muda kembali. Segar kan? Pasti dong. Mau dicuci lagi? Masakin dulu dong tumis jengkol.
(gls/gls)
(gls/gls)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN