Sunlight, Suami, dan Kehamilan Pertamaku

Sunlight, Suami, dan Kehamilan Pertamaku

- detikFood
Kamis, 11 Okt 2012 11:32 WIB
Jakarta - Rutinitas di rumah masak-masak dan bersih-bersih bareng suami menjadi hal yang begitu indah. Mengapa indah, kami berdua sama-sama bekerja berangkat pagi pulang petang, jadilah kami berdua harus sama-sama mengerjakan pekerjaan rumah dan mengoptimalkan sedikit waktu kebersamaan kami. Untunglah, suamiku bukan tipe laki-laki yang apa-apa harus di-ladeni (baca: apa-apa disedikan). Skill memasakknya justru melebihi saya, untuk menu-menu tertentu dia lebih jago dan saya mengakui itu. Wajar saja, jika saya dan suami sering kompak di dapur, seringnya suami memasak dan saya yang mencuci piring.
Lebih-lebih sekarang ketika saya hamil. Maklumlah, sudah hampir 1 tahun kami menunggu-nunggu hadirnya buah hati. Alhamdulillah, kehamilan saya kini sudah 6 bulan. Dan bagaimana sikap suami setelah saya hamil? “Dek jangan capek-capek”, “Dek, makannya harus yang bergizi,” “Dek, jangan lupa memberi nutrisi terbaik buat calon anak kita”. Yup ... Ok, sekarang saya tak boleh makan sembarangan, harus nurut apa kata dokter kandungan juga terutama suamiku “demi si dedek”.
Jreng ... jreng, beruntung lagi saya. Kehamilan ini membuat suami semakin rajin memasak masakan sehat buat saya. Mulai dari salmon krispi, capcay seafood, dan masakan serba sayur plus lauk ikan-ikanan yang konon bagus untuk nutrisi si kecil di dalam perutku. Suatu malam ketika suamiku dengan yakinnnya akan memasak capcay cumi untukku dan sama sekali tidak mau dibantu, sebuah adegan pun terjadi. Bau gosong begitu menyeruak. Apa yang terjadi? Ternyata masakannya gosong. Si cumi yang tadinya segar nan menggoda berubah warna menjadi hitam, begitu pun sayurannya. Saya yang tadinya bak putri yang dimanja, dimasakin pangeran pujaan hati pun tiba-tiba langsung tak lagi ceria. Apalagi ketika melihat si wajan sudah tak karuan dengan noda gosong itu. Ohhhh TIDAAAAAAAAAAK! Bibir langsung manyun 5 cm. Nggak jadi dong makan capcay cumi buatan suami ditambah hati dongkol, wajan satu-satunya dibuat noda gosong hitam begitu, belum lagi ngebayangin mencuci si wajan gosong aduhai nan kotor it u. 
Ah... lagi-lagi suamiku menghibur, “Tenang saja, pasti si wajan seperti sedia kala, cling bersih!” Dan setelah adegan capcay gosong itu, suamiku langsung mencuci si wajan dengan Sunlight Double Power, hasilnya wajan kembali bersih cling seperti semula. Bibir yang sudah terlanjur manyun pun berangsur-angsur berubah menjadi senyum. Malam itu, karena melihat perjuangan suami yang tidak mau istrinya lelah, yang ingin menyiapkan makanan demi istrinya, akhirnya saya pun tak tega. Jadilah saya yang memasak, meski hanya telur mata sapi dan nggak jadi capcay cumi. Tapi kali ini dengan wajan yang sudah bersih bersinar karena si Sunlight.
Terima kasih suamiku, terima kasih sunlight. Selalu bisa membuat saya tersenyum menikmati masa-masa kehamilan dan rutinitas di dapur.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads