(gls/gls)
Pepes Ikan Mas Duri Lunak
Senin, 10 Sep 2012 14:59 WIB
Jakarta - Waktu saya kecil, saya ingat setiap hari lebaran selain menu tradisi lebaran yang mungkin sama dimiliki setiap rumah yg merayakan lebaran lainnya, ada satu hidangan yang selalu dinantikan di meja makan lebaran buatan nenek saya, yaitu Pepes Ikan Mas Duri Lunak yang super harum aromanya, super lezat rasanya dan super lunak durinya, sehingga aman dimakan anak kecil seperti saya waktu itu. Saya ingat juga, pepes ikan itu menjadi menu andalan keluarga kami baik untuk hantaran lebaran ataupun oleh-oleh untuk kerabat. Setelah nenek saya meninggal, tradisi menyediakan pepes ikan mas itu tetap dipertahankan oleh Ibu saya dan diturunkan kepada saya. Namun yang saya ingat, yang membedakan hanya cara memasaknya, Nenek saya dahulu, memasak pepes ikan menggunakan hawu dlm bahasa sunda (cara memasak menggunakan kayu bakar) dg cara membungkus pepes ikan dengan daun pisang berlapir lapis hingga tebal, kemudian dimasukkan di dalam abu hasil pembakaran kayu bakar, ditumpuk dengan bara api dari kayu bakar yang harus terus dijaga baranya, dengan asapnya yang membuat mata perih dan nafas sesak, tetap saja proses itu dilakukan walaupun memakan waktu berjam-jam sampai nenek saya merasa cuckup untuk mengeluarkan pepes ikannya dari bara api, dan setelah agak dingin, lapisan daun yang gosong dibuang dan hasilnya adalah pepes ikan yang harum, sedap dan lezat...saya tidak pernah lupa dengan rasanya. Setelah kami pindah rumah dan Ibu saya tidak mempertahankan cara memasak tradisional dengan hawu, maka beralihlah cara memasak pepes menggunakan kompor minyak tanah, dengan masih mempertahankan proses mengukus selama berjam-jam agar menghasilkan pepes ikan mas yang durinya sangat lunak.Rasanya masih sama sedapnya, namun aromanya tentu saja tidak seeksotik cara memasak dengan hawu ala nenek saya.Itulah hidangan lebaran paling favorit di keluarga saya.
(gls/gls)
(gls/gls)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN