Menyantap Aneka Sate di Tesate

Pemenang Santap Lezat Berhadiah XV

Menyantap Aneka Sate di Tesate

- detikFood
Selasa, 27 Mei 2008 16:01 WIB
Jakarta - Nama: Rudy Prasetyo
Email: Rudydfs[at]samudera.com
Alamat: Jakarta

Di restoran ini Anda tak hanya menemukan sate ayam atau kambing saja, namun juga sate lilit hingga sate belora. Untuk menyantapnya tak harus berpanas ria karena letaknya berada disalah satu mall di Jakarta. Mau coba satenya dek...?

Satu lagi santapan khas indonesia lainya, yaitu 'Tesate'. Selepas jam kantor, saya langsung mengemudikan kendaran menuju Plaza Senayan. Dari informasi yang saya dapat, resto itu berada di Plaza Senayan. Namun setelah berkeliling Plaza Senayan saya masih belum menemukan juga, karena rasa penasaran yang tinggi saya putuskan untuk bertanya pada petugas security. Oalaa... ternyata Tesate berada di lantai P4.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tesate merupakan sebuah restoran khas Indonesia dengan menu utamanya berbagai macam ragam sate. Di pintu masuk ke resto tersebut awalnya saya sempat ragu, karena hanya terlihat hanya berupa beranda kecil dengan beberapa set meja dan kursi. Namun seorang pelayan pria mengucapkan salam dengan ramah serta langsung mengantarkan saya masuk ke balik beranda tersebut.

Saya di hadapkan pada sebuah koridor panjang yang berujung pada sebuah ruangan dengan tatanan modern minimlais. Interior design nya begitu cozy, penyinaran ruangan pun cukup sejuk. Penilaian saya akan design interior Tesate cukup nyaman untuk dine In.

Setelah memilih tempat, seorang pelayan membawakan sebuah menu yang cukup menarik. Buku menunya sendiri didesign menyerupai kipas sate (what a creative design for menu, i think) dengan berbagai macam ragam sate dan menu makanan khas Indonesia lainya. Dimana kisaran harga makanan di restoran ini berkisar antara Rp 30.000,00 hingga Rp.100.000,00.

Setelah membolak balik isi menu, akhirnya pilihan saya jatuh pada sate lilit, sate blora, dan tahu isi berontak. Tak lama berselang (cukup singkat saya pikir), tahu isi berontak saya datang dan disajikan sebagai apatizer. Rasanya cukup gurih, renyah dan penyajian untuk sebuah tahu isi pun terlihat cantik dan artistik. Rasanya sangat pas di makan panas dengan sambal asam manis (seperti sambal Bangkok) sambil menunggu menu lainnya dihidangkan.

Menu berikutnya yang tersaji adalah sate blora yang dihidangkan dengan bokornya langsung, sehingga kita bisa menyantap dalam keadaan masih panas. Rasanya sama seperti sate bumbu kacang lainya, hanya saja bumbu kacangnya terasa begitu lembut dan sedikit manis. Daging pada tiap-tiap pilahnya juga besar dan tidak ada lemak pada tiap potonganya, sebuah pilihan yang yang tidak begitu mengecewakan.

Yang terakhir adalah sate lilit. Umumnya sate lilit Bali berupa daging yang dihaluskan dan beri bumbu yang agak spicy dan di lilitkan pada batang sereh. Di sajikan bersamaan dengan sayuran urap, rasanya sangat kontras dengan sate blora yang agak sedikit manis. Lilitan sate pada daun sereh membuat aroma sate lilit ini menjadikan begitu nikmat, hmm... this is my fave one.

Setelah mencicipi panganan khas Indonesia yang begitu kaya akan bumbu, saya menetralkan indra pengecap saya dengan menyeduh secangkir teh hitam melati sambil menunggu bill datang.

Ingin menjadi pemenang SL Berhadiah seperti Rudy? Kirimkan pengalaman bersantap Anda disini.
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads