Email: ayoet@yahoo.com
Alamat: Yogyakarta
Membayangkan nikmatnya semangkuk kupat tahu, setusuk sate udang dan tempe mandoan yang masih mengepul hangat sungguh membuat liur saya hampir menetes. Ditemani segelas teh manis hangat dan emping melinjo saya pun dengan sabar menanti datangnya si kupat tahu.
Ini perjalanan pulang kampung saya yang kesekian dari kota Jogjakarta menuju sebuah desa di lereng gunung Sumbing. Serasa belum komplit perjalanan pulkam-nya (pulang kampung) kalau tidak mampir ke warung kupat tahu 'Pojok' yang ada di tengah kota Magelang yang merupakan langganan saya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sambil menunggu pesanan saya disiapkan, saya pun asyik menikmati setusuk udang yang digoreng menyerupai sate dilapisi telur. Tak ketinggalan gorengan tempe kemul (tempe mendoan) atau bakwan yang masih hangat sambil nyeplus cabe rawit. Ditemani dengan segelas teh manis yag masih hangat dan emping melinjo yang gede-gede sambil clingak clinguk melihat mbaknya yang sibuk menyiapkan pesanan.
Tak lama, sepiring kupat tahu sudah tersaji dihadapan saya. Potongan tahu putih goreng nan lembut dan panas, potongan kupat, tauge rebus ditaruh diatasnya plus taburan bawang goreng serasa sempurna disajikan dengan kuah kental yang sedap dan gurih. Belum lagi racikan bumbu kacangnya hmm... benar-benar nikmat. Eits, jangan lupa minta lombok rawitnya juga untuk memuaskan lidah.
Inilah yang benar-benar membuat saya sangat bersemangat mengantri, sambil mendengarkan lagu-lagu nostalgia tempo dulu dari seorang bapak tua. Tidak lupa dua bungkus kupat tahu dan satai udang pun juga dipesan untuk oleh-oleh orang di rumah. Pokoknya benar-benar pulang kampung yang membahagiakan.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN