Cobain Donat Panggang hingga Pempek Enak di Kafe Estetik Jogja

Cobain Donat Panggang hingga Pempek Enak di Kafe Estetik Jogja

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 30 Mar 2026 12:00 WIB
Dancing Flour
Foto: Detikcom / Atiqa Rana
Jakarta -

Banyak kafe estetik menarik untuk disambangi di Jogja. Namun di kafe ini pilihan menunya cukup unik, mulai dari donat panggang callebaut hingga pempek Palembang!

Kalau ke Jogja sebaiknya sisihkan agenda untuk mampir ke kafe. Pasalnya saat ini ada banyak kafe menarik untuk disambangi. Beberapa menghadirkan konsep yang estetik dan suasana nyaman serta pilihan menu menarik untuk dicoba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya kafe Dancing Flour yang lokasinya ada di kawasan Demangan. Dari depan kafenya mungkin terlihat kecil. Namun saat masuk, ada banyak kursi dan tempat duduk yang bisa ditempati. Bagian dalamnya juga cukup luas.

Dancing FlourSusana kafe yang ditawarkan oleh Dancing Flour di Jogja. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tak sekadar dekorasi yang estetik dan nyaman, menu makanan di kafe ini juga sangat menarik.

ADVERTISEMENT

1. Baked doughnut sourdough yang unik

Dancing FlourMenu andalan di Dancing Flour adalah baked doughnutnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Menu di Dancing Flour sebenarnya berfokus pada hidangan donat. Namun donatnya berbeda dari donat pada umumnya.

Kalau donat pada umumnya dibuat dengan cara digoreng, donat di Dancing Flour justru dipanggang dan menggunakan bahan dasar sourdough yang dikenal lebih sehat.

Variasi baked doughnuts di sini juga beragam, mulai dari original, honeycomb, choco callebaut, matcha, hingga varian gurih, seperti beef and cheese. Harganya juga variatif dibanderol mulai dari Rp 13.000 sampai Rp 28.000 per buah.

detikFood memesan beberapa varian baked doughnut mereka. Selain bahan dasar yang berbeda, ukuran donat di sini juga cenderung lebih besar dengan bentuk bulat yang tidak beraturan.

Tekstur donatnya pun menurut kami unik. Tidak seperti donat, melainkan lebih mirip seperti tekstur soft sourdough yang cenderung lembut, empuk, dan kempes. Kami juga bisa mencium aroma adonan sourdough yang khas.

Dancing FlourBegini tampilan donat panggang berbahan dasar sourdough tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Jika dilihat sekilas, donatnya punya bentuk lebih mirip dengan roti bagel. Tetapi adonannya tidak setebal bagel.

Varian Choco Callebaut (Rp 21.000) termasuk yang jadi favorit. Varian ini dilengkapi topping cokelat callebaut pada adonannya.

Sepertinya kepingan cokelat utuh dimasukkan ke adonan baru dipanggang, jadi kamu bisa melihat ada lelehan cokelat tidak beraturan di donatnya.

Rasanya cenderung manis, dengan sentuhan cokelat yang ringan. Di beberapa bagian, rasa cokelatnya terasa lebih intens.

Varian Honeycomb (Rp 16.000) menurut kamu lebih spesial. Secara keseluruhan adonannya cenderung lebih manis tetapi tidak berlebihan. Tampaknya rasa manis itu datang dari tambahan madu di dalam adonan.

2. Pempek yang tidak kalah juara

Dancing FlourUniknya di Dancing Flour juga ada pempek yang tak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Uniknya lagi di Dancing Flour ada menu pempek khas Palembang. Bisa dibeli satuan per variasi atau campur beberapa varian.

detikFood memesan Pempek Mix B (Rp 75.000) yang isiannya cukup kpmplet. Dalam seporsinya tersedia potongan pempek adaan, lenjer, kapal selam, hingga kulit, lengkap dengan irisan rimun. Cuko-nya juga bisa pilih mau yang sedang atau pedas.

Untuk harga Rp 75.000 menurut kami pempek di sini porsinya tergolong banyak. Bisa dimakan bersama-sama untuk 2-3 orang.

Pempeknya juga digoreng sempurna karena teksturnya renyah tetapi tidak keras. Aroma ikannyaa terasa, tetapi tidak amis, terkesan seperti sedang memakan pempek premium.

Varian kulit paling spesial karena tidak alot, renyah, kenyal, dan aromanya tidak amis sama sekali.

Cukonya juga nikmat dengan tekstur yang cenderung kental. Kami pesan varian sedang yang rasanya cenderung manis, gurih, tetapi tetap ada sentuhan pedas nikmat.

3. Medjol Sticky Dates bisa dicoba

Dancing FlourDessert kue kurma satu ini juga tidak boleh dilewatkan kalau kamu suka makanan manis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Selain baked doughnut dan pempek, Dancing Flour juga punya dessert lain.

Kami mencoba Medjol Sticky Dates (Rp 27.000) yang punya tampilan menarik perhatian. Menu ini terdrii dari kue berbahan dasar kurma medjol dilapisi dengan saus karamel dan krim lemon di atasnya.

Tekstur kuenya lembut dan sangat lembap. Rasa kurmanya tidak begitu tercecap kuat. Lebih dominan rasa manis dari saus karamelnya yang diimbangi dengan rasa asam segar dari tambahan krim lemon di atasnya.

4. Variasi minuman sebagai pelengkap
Dancing FlourAneka minuman, seperti jus jeruk, kopi, hingga matcha ditawarkan kafe ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Dancing Flour juga punya beberapa pilihan menu minuman.

DetikFood mencoba minuman Matcha Latte (Rp 30. 000), Cafe Latte (Rp 27.000), dan Songkit (Rp 25.000).

Cafe Latte di sini menurut kami punya rasa kopi yang nikmat, cenderung pahit tetapi ada sentuhan sedikit asam. Teksturnya cukup creamy dan rasanya pas jika ditambah dengan sedikit gula cair.

Sedangkan Matcha Latte cenderung manis, dengan sentuhan rasa vegetal, bukan umami. Kalau suka matcha manis dan rasanya tidak begitu pahit atau seperti daun, sepertinya akan cocok. Tekstur matchanya juga sangat creamy.

Kalau mencari yang segar-segar bisa pesan menu Songkit. Dibuat dari perasan buah songkit asli. Warna minumannya pun oranye cerah. Rasa jeruknya manis, segar, dengan sedikit sentuhan asam dan aroma jeruk kuat.

Detikers yang liburan ke Jogja jangan lupa mampir ke kafe ini berlokasi di Jl. Demangan Baru No.19, Mrican, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman,

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Berbuka Puasa dengan Hidangan Kampung ala Warung Joglo di Denpasar"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads