Di Singapura ada penjual ayam goreng yang terkenal 'galak'. DetikFood mampir ke gerai tersebut untuk mencicipi ayam gorengnya sekaligus merasakan langsung pengalaman makan di sana.
Kalau jalan-jalan ke daerah Orchard, Singapura, bisa mampir ke pusat perbelanjaan Lucky Plaza. Mall ini mungkin agak berbeda dengan mall-mall mewah di sekitarnya, tetapi sering menjadi tujuan kalau ingin mencari souvenir atau oleh-oleh dari Singapura yang murah.
Di pusat perbelanjaan ini pula ada banyak gerai makan yang menarik dicoba. Bahkan tidak sedikit gerai menawarkan makanan-makanan khas Indonesia-Melayu. Salah satunya Fiie's Cafe yang sempat viral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun nama aslinya 'Fiie's Cafe', gerai ini lebih akrab dijuluki 'Mr Grumpy Fried Chicken' lantaran penjualnya yang dikenal galak atau jutek ketika melayani pengunjung.
Uniknya hal tersebut justru membuat gerai ayam goreng ini semakin menarik perhatian pengunjung. Banyak yang penasaran dengan pelayanan di Fiie's Cafe dan akhirnya mereka mampir untuk makan di tempat ini. Bahkan beberapa kali gerainya selalu ramai diantre pelanggan.
Ini dia gerai Nasi ayam yang penjualnya terkenal galak di Singapura. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Penasaran dengan gerai ayam goreng tersebut, tim detikFood langsung menyambanginya pada Kamis (29/1). Kami tiba pukul 16.04 SGT (waktu Singapura).
Saat sampai, gerainya tidak begitu ramai. Hanya ada dua sampai tiga pelanggan yang makan di tempat. Tampaknya karena sudah bukan jam makan siang.
Gerainya sederhana, hanya menempati blok ruko di dalam mall. Terdapat beberapa kursi dan meja panjang yang bisa ditempati pelanggan untuk makan langsung di tempat.
Konsepnya juga open kitchen, jadi pelanggan bisa melihat langsung proses penggorengan ayam sekaligus melihat pelayan menyiapkan pesanan pelanggan.
Sistem makan di sini yaitu pelanggan bisa pesan langsung di kasir, bayar, lalu tunggu sampai pesanan siap. Seperti kebanyakan restoran di Singapura yang menerapkan sistem 'self-service' di sini juga.
Paket nasi ayam kombo yang detikFood pesan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Jadi untuk alat makan, saus atau sambal tambahan, dan minum bisa diambil sendiri di tempat yang sudah tersedia.
DetikFood memesan paket kombo ayam yang terbilang komplet. Sepaketnya dibanderol 10.00 SGD atau sekitar Rp 132.039. Paket kombo ini terdiri dari nasi ayam goreng, dua lauk pelengkap, dan Coca Cola Zero Sugar.
Di antara lima jenis lauk pelengkap, pelanggan diperbolehkan memilih dua. Pilihannya ada telur puyuh (tiga butir), bergedil atau perkedel (1 pcs), hati ayam (2 pcs), ampela ayam (3 pcs), dan telur rbus (1 pcs).
DetikFood memesan lauk kombo dengan pelengkap perkedel dan juga telur puyuh. Tidak lama setelah bayar, pesanan kami langsung disiapkan oleh salah satu pegawai.
Ayamnya tebal dan juicy, tidak kering sama sekali. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Dari segi tampilan, paket kombo ayam goreng ini menurut kamu menarik. Sepiringnya juga komplet ada tambahan sambal serta kuah terpisah.
Nasi yang disajikan bukan nasi putih biasa, melainkan seperti nasi hainam yang beraroma harum dengan rasa gurih ringan. Tekstur nasinya juga terasa pas, tidak terlalu keras maupun lembek.
Dimakan bersama ayam gorengnya terasa semakin nikmat. Ayamnya punya potongan yang sangat besar, seperti seperempat ekor. Tipe ayam gorengnya juga yang digoreng dengan tepung. Bagian tepung maupun daging ayamnya sama-sama tebal. Daging ayamnya tidak kering, melainkan juicy.
Ayam gorengnya dimakan begitu saja sudah gurih nikmat. Kalau mau ada sentuhan pedas, bisa dicocol ke sambal yang mirip seperti sambal nasi lemak. Rasanya cenderung manis, sedikit gurih, tetapi ada sentuhan pedas di ujung lidah. Masih cocok dinikmati oleh mereka yang tidak bisa makan pedas.
Sedangkan telur puyuhnya dimasak dengan sambal balado mirip seperti balado Indonesia yang cukup pedas dan gurih. Perkedelnya punya tekstur yang renyah di luar halus di dalam dengan rasa kentang cukup dominan.
Kalau dirasa serat habis makan gorengan, bisa menyeruput kuah kaldu. Kuahnya juga mirip seperti kuah nasi Hainam yang rasanya ringan dengan sentuhan rempah cukup kuat, seperti perpaduan jahe dan ketumbar.
Secara keseluruhan, kami menyukai ayam gorengnya yang menurut kami rasanya familiar dan enak.
Kebetulan kami juga dilayani oleh salah satu pegawai yang baik. Pemilik warung yang dikenal 'jutek' ada di lokasi, tetapi ia terlihat sedang sibuk mendisiplinkan pegawai yang lain dengan nada yang tinggi.
Menurut pengakuan beberapa pelanggan, penjual ayam goreng ini sebenarnya tidak galak. Namun memang sedikit jutek.
Seorang pelanggan dengan nama akun @moh** mengungkap, "Sebenarnya dia itu tidak galak, tapi dia kalau jam makan siang memang sedikit jutek karena pembeli menumpuk tapi tempat duduk terbatas."
"Shafiie sering bilang ke pengunjung, kalau dia sedang tidak sibuk dan banyak pesanan, dia bisa diajak berbincang oleh mereka. Jadi memang sebenarnya dia galak karena kita datang ke sana selalu rombongan membuat dia stres," ujar netizen lain dengan nama akun @suz**.
(aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN